
Uzone.id
— Pemangkasan karyawan massal yang dilakukan TikTok pada karyawan Tokopedia
terus menjadi sorotan. Bahkan, isu PHK hingga 90 persen karyawan Tokopedia ini
membuat DPR RI turun tangan.
Dasco
menjelaskan bahwa DPR memfasilitasi pertemuan antara perwakilan TikTok dari
China dan Indonesia serta Kementerian Ketenagakerjaan.
"Pada
hari ini saya memfasilitasi pertemuan, kami mengundang perwakilan dari TikTok
di China maupun perwakilan TikTok di Indonesia yang mengakuisisi
Tokopedia," kata Dasco dalam konferensi pers, dikutip dari berbagai
sumber.
Sanggahan TikTok dan Menteri Ketenagakerjaan
Pasca
pertemuan berlangsung, baik pihak Kementerian Ketenagakerjaan maupun Tokopedia
mengatakan kalau langkah yang dilakukan oleh perusahaan bukanlah PHK melainkan
penataan tenaga kerja serta restrukturisasi tenaga kerja.
Dalam
pertemuan ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan kalau
TikTok-Tokopedia Group tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) namun
sedang melakukan penataan sumber daya manusia (SDM) secara internal.
“Presiden Direktur dari (TikTok) Tokopedia kan sudah meluruskan bahwa yang dilakukan saat ini itu bukan PHK, dalam artian sepihak karena ada kondisi industri, tapi adalah mereka sedang melakukan pembenahan, istilahnya talent mobility di internal mereka,” kata Yassierli, dikutip dari Antaranews.
Hal yang sama disampaikan
oleh Direktur Eksekutif Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia, Stephanie
Susilo.
“Tidak ada pemutus hubungan
kerja di TikTok atau Tokopedia Group, yang ada adalah penataan tenaga kerja
yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia
Group," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan
kalau program penataan ini memberikan beberapa opsi bagi karyawan, yaitu
memilih kompensasi atau bekerja di tempat lain.
Saat ini, Dasco menjelaskan
bahwa sudah ada kurang lebih 200 karyawan TikTok-Tokopedia yang memilih
kompensasi dan beberapa juga diklaim telah disalurkan ke tempat yang lain.
Hal ini dipertegas juga oleh
Stephanie yang menyebut kalau dalam program penataan ini, sudah ada yang
memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat
lain, atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia.
“Saat
ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di
Indonesia," tambahnya.
Curahan Hati Mantan Karyawan Tokopedia
Meski
isu pemangkasan karyawan ini telah disanggah oleh pihak TikTok-Tokopedia Group,
namun beberapa Nakama (atau karyawan Tokopedia) yang terdampak banyak
mencurahkan isi hati mereka di media sosial.
“Bener-bener dikasih tau pagi
hari jam 7, in the very first quarter of 2026 haha. But it’s okay! life must
go on and no time to rest! I'm proud of everything I've learned and
accomplished, and I'm excited to bring those experiences into my next
opportunity,” kata salah satu karyawan yang terdampak.
“Denger kabar kalo karyawan
Tokopedia dibabat habis sedih rasanya, karena sebelum negara api menyerang, ini
kantor bener-bener green flag banget lingkungannya. Semangat buat temen2
Tokopedia yang terdampak layoff, this too shall pass 💪 Once Nakama
always nakama,” kata mantan karyawan lainnya.
Sebelumnya, Tokopedia sendiri
tidak menampik adanya pemangkasan karyawan ini. Mereka menyebut kalau ini
adalah bagian dari restrukturisasi perusahaan, khususnya dalam hal penyelarasan
organisasi riset dan pengembangan.
“Kami tengah menyelaraskan
organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong
pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas
kreator, dan penjual di platform kami,” kata Juru Bicara TikTok.
Mereka melanjutkan, “Ini
bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada
rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini. Kami akan terus
berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi
pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam
membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia.”