icon-category Startup

Ini Dia Startup yang Lolos ke Tahap Alpha Program Indigo Game

  • 25 Jan 2023 WIB
Bagikan :
Foto: Indigo

Uzone.id - Setiap tahunnya Industri game Indonesia semakin melejit. Semakin banyak studio pengembang game lokal turut andil dalam berbagai perhelatan game internasional. 

Mulai dari mobile, PC, hingga game konsol, Indonesia pun perlahan-lahan masuk dan terlihat di persaingan pasar game global. 

Kehadiran game indonesia dengan segala macam keunikan budayanya di ranah internasional menjadi kesempatan bagi para gamers internasional untuk menemukan beragam hal baru.

Baca juga: Selamat Datang 2023! Ini Tentang Startup Bakar Duit hingga Modal Investor

Situasi dan potensi ini pula yang kemudian mendorong Telkom Indonesia untuk terus mendukung penuh keberlangsungan ekosistem industri game Indonesia. 

Lewat kerja sama dengan Agate dan Nuon Indonesia (sebelumnya Melon Indonesia), hadirlah program inkubasi di bawah nama Indigo Game Startup Incubation (IGSI).

Program Indigo Game Startup Incubation Batch 5 baru saja resmi selesai pada 2 Desember 2022 lalu setelah berjalan selama kurang lebih 8 bulan sejak awal tahun 2022.  

Sepanjang masa inkubasi, para startup mendapatkan berbagai bentuk fasilitas berupa pendampingan serta infrastruktur yang mendukung pengembangan produk mereka. 

Program ini membantu menambah wawasan para tim startup untuk meningkatkan kualitas produk, validasi ke target market, serta membekali startup dengan hal-hal fundamental dalam mengembangkan game sebagai sebuah produk bisnis.

Terdapat enam tim yang diinkubasi di program IGSI Batch 5 kali ini. Pada Demo Day yang dilaksanakan pada 30 November 2022 lalu, ditetapkan bahwa tiga di antaranya berhasil lolos ke tahap inkubasi alpha di program Indigo. 

Tahap Alpha merupakan fase di mana gameplay sudah bisa dimainkan sebagaimana mestinya, dan tim developer akan fokus menyempurnakan fitur walaupun progres pembuatan konten di dalam game belum 100 persen.

Pada tahap Alpha juga terus dilakukan perbaikan teknis agar meminimalisir berbagai masalah, seperti bug, yang pada tahap sebelumnya tidak terdeteksi.

Selain itu, ada lagi tahapan lain setelahnya seperti tahap Beta, pada tahap ini seluruh fitur dalam game sudah rampung, kemudian tim akan berfokus pada penyelesaian progress konten hingga 100 persen.

Di sini juga akan kembali dilakukan perbaikan pada masalah-masalah teknis yang sebelumnya muncul, sehingga game bisa running dan dimainkan sestabil mungkin dengan bug yang sangat minim. Biasanya juga akan melibatkan pihak luar yang umumnya kita kenal sebagai Beta Tester. 

Kemudian ada pula tahap Gold yang merupakan tahap akhir sebelum game dirilis ke pasar. Pada tahap ini, baik fitur maupun konten di dalam game sudah selesai sempurna.

Setelah game dirilis ke publik, barulah tahap Post Production dilaksanakan iterasi terhadap game. Misalnya, memperbarui versi game, perbaikan bug minor, serta penambahan fitur-fitur di dalam game.

Berikut adalah jajaran nama startup yang lolos ke tahap Alpha incubation Indigo:

  1. Strayflux (Bandung)

Membawa game bertajuk As I Began to Dream, game PC dengan genre puzzle-platformer 2D, studio beranggotakan 10 orang ini berhasil lolos ke program alpha incubation Indigo. 

As I Began to Dream, sebuah game atmospheric puzzle  yang mengangkat wacana “five stages of grief” dengan audio yang menenangkan dan kumpulan puzzle yang menantang.

Pada game ini player akan bermain sebagai seorang gadis kecil bernama Lily, yang terjebak di dalam dunia mimpinya disebabkan oleh trauma yang dialaminya. 

Player akan membantu Lily untuk keluar dari dunia mimpinya yang tidak pernah berakhir dengan cara mengubah sudut pandang dan platform yang ada di sekitar Lily.

  1. Berangin Creative (Pekalongan)

Tim startup beranggotakan 8 orang ini lolos ke program Indigo dengan membawa project game mereka, yaitu Kejora. 

Kejora sendiri adalah sebuah game environmental puzzle dengan Ghibli-inspired art style. Story telling yang kuat disajikan dalam cutscene beranimasi. 

Game puzzle platformer ini bercerita tentang seorang gadis kecil bernama Kejora, yang dikejar-kejar oleh makhluk menyeramkan setelah dia menemukan suatu rahasia yang mengerikan.

Gadis itu didampingi oleh teman-temannya yang bisa membantunya dalam mengatasi segala rintangan dengan cara menggunakan kemampuan uniknya untuk membuat jebakan bagi makhluk tadi.

  1. Mushroomallow (Bandung)

Tim Mushroomallow Studio yang beranggotakan 8 orang ini mengembangkan proyek game mereka yang berjudul Wonder Wandelier. 

Game garapan Mushromallow ini merupakan game shop-keeping dengan mengangkat universe wand-maker yang unik. Dengan menggunakan anime artstyle dengan warna-warni cerah yang dapat diterima oleh banyak kalangan.

Wonder Wandelier adalah gabungan antara item shop simulation dan dungeon crawling dengan mekanik crafting/cooking

Pemain akan diajak menjelajahi dungeon untuk mendapatkan material craft tongkat-tongkat ajaib. Kemudian melakukan tawar-menawar dengan para pelanggan untuk menjual tongkat-tongkat ajaib tersebut dan hasilkan keuntungan untuk menyelamatkan toko tempat pemain bekerja. 

Game ini disajikan dengan cara yang santai, lucu, dan menenangkan, sehingga pemain akan hanyut selama berjam-jam dalam memainkan gamenya.

Pada bulan Desember 2022 lalu, ketiga nama startup di atas telah secara resmi diberitakan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendanaan lanjutan pada tahap alpha di program Indigo. 

Indigo sendiri merupakan program inkubasi/akselerasi startup di mana startup akan dikembangkan secara end-to-end. Program ini dimulai dengan kegiatan nurturing creativity di tahapan pre-startup inkubasi, hingga pada program sinergi bisnis dan investasi lanjutan atau follow-on-funding.

Pada program Indigo nanti pun ketiganya akan memperoleh kesempatan untuk menerima pendanaan dengan nilai yang bervariasi.

Baca juga: Kaleidoskop 2022: Fenomena Startup yang Trending di Tahun 2022

Direktur Digital Bisnis Telkom, M Fajrin Rasyid menyampaikan bahwa Telkom melalui Indigo Game sangat selektif dalam menetapkan para startup gim yang akan dibinanya demi mendukung industri game lokal Indonesia.

Seiring pesatnya peningkatan industri gim secara global, Telkom melalui program Indigo Game Startup Incubation mendukung dan membantu karya-karya startup gim lokal untuk bisa bersaing di kancah global yang harapan ke depannya dapat meningkatkan perekonomian digital Indonesia. Jadi bukan hanya sebagai pasar untuk produk-produk gim dari luar, tapi startup gim lokal Indonesia juga bisa mendapatkan bagian dari industri gim. ”

Dan dengan terpilih dan diumumkannya ketiga startup tersebut, maka program Indigo Game Startup Incubation Batch 5 pun telah resmi berakhir. 

Atas keberhasilan penyelenggaraan program ini, pada waktu mendatang, program Indigo Game Startup Incubation diharapkan dapat terus mengambil peran besar untuk mengakselerasi digitalisasi dan memajukan ekosistem industri game di Indonesia, hingga dapat bersaing semakin baik di kancah global.  




Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini