icon-category Digilife

Ini Dia Terobosan Baru Elon Musk di Twitter: Terancam Bangkrut

  • 11 Nov 2022 WIB
  • Bagikan :
    Foto: Mashable

    Uzone.id – Setelah bikin satu dunia heboh berkat kelakuan dan kebijakan ‘ajaibnya’, Elon Musk akhirnya sanggup membuat terobosan yang sangat, sangat mutakhir sejak membeli Twitter: mengumumkan perusahaan terancam bangkrut.

    Setidaknya, Musk berhasil bikin kita semua bergumam 'sudah jatuh, tertimpa tangga'. Semoga beliau mengerti peribahasa satu ini.

    Kabar bangkrut ini datang dari Musk sendiri. Ia menyampaikan kondisi perusahaan yang sedang terpuruk kepada sisa karyawannya.

    Pasalnya, sejak 2019 Twitter sama sekali belum menghasilkan keuntungan apapun, dan pendapatan iklan telah menurun secara signifikan sejak diambil alih oleh Musk. Banyak pengiklan yang memutuskan mundur untuk bekerja sama dengan Twitter.

    Baca juga: Hal-hal Lain yang Bisa Dipelajari Startup Lokal dari Kisruh Elon Musk

    Bos SpaceX itu juga mengatakan Twitter bisa memiliki cash flow negatif bersih hingga beberapa miliar dolar di tahun 2023 nanti. Menurutnya, masa depan Twitter sangat bergantung pada keberhasilan layanan berlangganan Twitter Blue yang ia ubah kebijakannya seminggu lalu.

    "Alasan kami melakukan kebijakan drastis pada pelanggan Blue adalah untuk menjaga Twitter tetap hidup," ujar Musk.

    Dalam pertemuan tersebut Musk juga memberitahu karyawannya untuk tidak lagi bekerja dari rumah atau work from anywhere. Dirinya menegaskan kebijakan tersebut kini sudah dihapus dan karyawan harus kembali bekerja di kantor. Jika diketahui ada karyawan yang tidak datang, maka akan dianggap mengundurkan diri.

    Baca juga: Warga Twitter Hijrah ke Medsos Lain Gegara Elon Musk

    Kisruh Elon Musk dan Twitter juga masih berlanjut. Kini, giliran para petinggi Twitter lain yang mengundurkan diri tanpa diketahui apa alasannya.

    Chief Information Security Officer Lea Kissner, Chief Privacy Officer Damian Kieran, dan Chief Compliance Officer Marianne Fogerty sepakat untuk meninggalkan Twitter.

    Selain itu, dari laporan Bloomberg, Head of Trust and Safety Yoel Roth dan VP of Client Solution Robin Wheeler juga dikabarkan mengundurkan diri di hari Kamis. Keduanya bergabung dengan Musk sehari sebelum resign untuk mengikuti acara diskusi di Twitter Space dalam rangka meyakinjan pengiklan agar tetap bertahan di Twitter.

    Sementara itu terkait kebijakan Twitter Blue, Musk sudah memberi tahu karyawannya untuk membasmi para scammer yang menyalahgunakan tanda centang sebagai 'prioritas utama' mereka.

    Diketahui, sejak Musk mengatur bahwa siapapun bisa menggunakan tanda verified di akun Twitter mereka, mulai banyak penipu dan orang iseng yang menyamar sebagai politisi, selebriti, dan merek atau brand tertentu.

     

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini