Home
/
Automotive

Insentif Mobil Hybrid Dibahas Lagi, Ini Skema yang Diusulkan

Menteri Sarmuji usulkan insentif mobil hybrid demi menekan emisi serta menghemat BBM, setara mobil listrik, targetnya tahun ini atau awal 2025.

    Insentif Mobil Hybrid Dibahas Lagi, Ini Skema yang Diusulkan

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Menteri Perindustrian mengusulkan insentif untuk mobil hybrid dan REEV karena manfaatnya yang setara dengan mobil listrik dalam menekan emisi dan menghemat BBM.
  • Dukungan insentif yang diajukan berupa fiskal dan non-fiskal, ditargetkan bisa berlaku pada tahun ini atau awal tahun depan.
  • Mobil hybrid dinilai memudahkan penyesuaian bagi industri komponen yang sudah ada karena masih menggunakan mesin Internal Combustion Engine (ICE).
  • Besaran insentif untuk mobil hybrid tidak wajib sama dengan mobil listrik murni, yang penting ada bentuk nyata dukungan pemerintah.

Uzone.id - Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji bakal menggelar pertemuan dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara guna membicarakan usulan insentif untuk mobil hybrid. Seperti apa insentif yang akan diberikan? Apakah mirip dengan mobil listrik?

Menurut Sarmuji, kendaraan hybrid punya faedah penting yang sejajar dengan mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV). Kehadiran mobil hybrid juga dinilai efektif menekan emisi sekaligus menghemat konsumsi BBM.

Atas alasan tersebut, Menperin berniat mengajukan dukungan berupa insentif fiskal dan non-fiskal khusus bagi opsi kendaraan hybrid hingga range-extended electric vehicle (REEV).




"Akan kita dorong secepatnya. Mumpung ada momentum harga BBM lagi naik, ini ada momentum untuk memperkuat industri berbasis baterai, tetapi dengan berbagai jenis variannya tadi. Sebulan-dua bulan itu sangat berarti. Kita usahakan target tahun ini. Kita akan komunikasikan. Kalau tidak bisa, ya tidak apa-apa awal tahun depan," ujar Sarmuji seperti dikutip CNBC.

Dari sudut pandang Sarmuji, ragam teknologi seperti hybrid biasa, plug-in hybrid, maupun REEV memberi kontribusi positif yang setara.

Bedanya, model-model ini masih memanfaatkan mesin Internal Combustion Engine (ICE), sehingga komponen pabrikan yang sudah ada sekarang masih dapat dioptimalkan.





"Kemenperin akan dorong (insentif untuk mobil hybrid) itu karena sama-sama berdampak baik. BEV berdampak baik, ini juga berdampak baik. Ada kelebihannya. Kalau yang plug-in maupun yang hybrid biasa, maupun yang REEV, itu masih memakai baterai, tapi mesin ICE-nya juga masih dipakai. Jadi komponen-komponen produksi yang ada sekarang itu tidak perlu berubah secara total. Menyesuaikan dirinya masih lebih mudah. Mekanisme insentifnya kita akan usulkan fiskal dan non-fiskal," ucap Sarmuji.

Sarmuji menambahkan, nilai bantuan insentif bagi mobil hybrid serta REEV tidak wajib disamakan dengan kendaraan listrik murni. Hal paling krusial adalah adanya bentuk nyata dukungan pemerintah bagi varian ramah lingkungan ini.

"Meskipun tidak harus sama besarannya dengan BEV, yang penting ada insentif. Keringanan pajaknya tidak harus sama, yang penting industri ini tumbuh karena manfaatnya sama-sama dirasakan, baik untuk masyarakat maupun negara," ujarnya.




Inisiatif ini bakal segera didiskusikan bersama instansi terkait, khususnya Kementerian Keuangan. Diskusi langsung dengan Menteri Keuangan ditargetkan bisa berlangsung sebelum bulan Oktober berakhir.

Perlu diketahui, mobil hybrid pernah menerima insentif dari pemerintah pada tahun lalu dengan skema diskon PPnBM sebesar 3 persen dari tarif semestinya.

Insentif ini diberikan untuk berbagai jenis mobil hybrid dari yang paling ringan yakni mild hybrid, full hybrid, hingga plug-in hybrid.


FAQ Artikel

Mengapa Menteri Perindustrian mengusulkan insentif untuk mobil hybrid?

Menteri Perindustrian M Sarmuji mengusulkan insentif karena mobil hybrid memiliki faedah penting yang sejajar dengan mobil listrik berbasis baterai (BEV) dalam menekan emisi dan menghemat konsumsi BBM.

Insentif seperti apa yang akan diberikan kepada mobil hybrid?

Kementerian Perindustrian berniat mengajukan dukungan berupa insentif fiskal dan non-fiskal khusus bagi kendaraan hybrid hingga range-extended electric vehicle (REEV).

Kapan target implementasi insentif untuk mobil hybrid ini?

Menteri Perindustrian menargetkan insentif dapat diterapkan tahun ini, atau paling lambat awal tahun depan, dengan diskusi langsung bersama Menteri Keuangan diharapkan sebelum bulan Oktober berakhir.

Apakah besaran insentif mobil hybrid akan sama dengan mobil listrik murni?

Tidak harus sama besarannya dengan BEV, yang terpenting adalah adanya bentuk nyata dukungan pemerintah bagi varian ramah lingkungan ini agar industri tumbuh dan manfaatnya dirasakan masyarakat serta negara.

Apakah mobil hybrid pernah menerima insentif sebelumnya dari pemerintah?

Ya, mobil hybrid pernah menerima insentif dari pemerintah pada tahun lalu dengan skema diskon PPnBM sebesar 3 persen dari tarif semestinya, mencakup mild hybrid, full hybrid, hingga plug-in hybrid.

Brian Priambudi

Brian Priambudi

Jurnalis

Berpengalaman dalam review mobil dan motor.  Pengalaman menjadi jurnalis otomotif sejak 2018.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article