Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Ini Kata Periklindo
Insentif motor listrik yang dijanjikan sejak Juni 2026 masih belum jelas, namun Periklindo optimis realisasi hanya soal waktu.

Highlight Artikel
- Insentif motor listrik yang dijanjikan sejak Juni 2026 masih belum menemukan kejelasan pelaksanaannya.
- Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) bersama Aismoli terus mengupayakan realisasi insentif kepada pemerintah.
- Periklindo menilai penundaan insentif hanya masalah waktu dan berharap dapat segera terealisasi.
- Selain insentif, kenaikan harga BBM dan pasokan yang tidak menentu menjadi faktor pendorong masyarakat untuk membeli motor listrik.
Uzone.id - Insentif motor listrik masih belum menemukan kejelasan sejak dijanjikan Juni 2026. Pihak Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) buka suara mengenai isu tersebut.
Adrianto Gani selaku Ketua Promosi dan Pemasaran Periklindo mengaku pihaknya di asosiasi bersama dengan Aismoli terus mengupayakan antara pelaku industri dan pemerintah.
"Periklindo dan Aismoli itu tidak putus dan tidak dan tidak henti untuk terusp mengupayakan, menjemabtankan, menginformasikan, antara pelaku industri dan pemerintah. tapi memang karena ini kan bolanya di pemerintah, jadi keputusan sepenuhnya di tangan pemerintah," ujar Adrianto di Jakarta, Kamis (22/10).
Periklindo berpendapat soal insentif motor listrik hanya masalah waktu saja, dengan harapan bisa segera terealisasi.
"Jadi kita percayakan kerja, bagaimana waktu yang tepat, kita sudah dengar beberapa kali, ini hanya soal waktu. Kita tunggu saja mudah-mudahan, bisa segera terealisasi," ungkap Adrianto.
Meski demikian, Periklindo mengaku terdapat dampak dari insentif yang terus ditunda-tunda. Namun saat ini terdapat banyak faktor yang membuat konsumen memutuskan untuk membeli motor listrik tanpa adanya insentif.
"Saya kira masyarakat juga saat ini, dalam keputusan membeli motor listrik tidak sebatas dengan harga saja. Tapi juga lihat sendiri dari BBM yang harganya terus menerus naik dan persediannya tidak menentu," jelas Adrianto.
"Saya kira itu akan membuat pertimbangan lain di masyarakat yang akan mendorong mereka untuk membuat keputusan untuk pembelian kendaraan listrik," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, skenario janji insentif ini sebenarnya sudah digaungkan sejak Juni 2026. Namun, pelaksanaannya terus terundur hingga memasuki awal Oktober tanpa ada tanda-tanda pencairan yang jelas.
Ketika dikonfirmasi mengenai hambatan tersebut, Airlangga mengarahkan detail pembahasan teknis ke kementerian lain, yaitu Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan.
"Itu kan di Kemenperin sama Menteri Keuangan. Nanti kita monitor," ujar Airlangga.
Di sisi lain, Airlangga menyebutkan bahwa porsi anggaran atau Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk program ini sebenarnya berada di tangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sehingga menurutnya kebijakan ini seharusnya bisa berjalan tahun ini.
FAQ Artikel
Kapan insentif motor listrik dijanjikan dan bagaimana perkembangannya?
Insentif motor listrik telah dijanjikan sejak Juni 2026, namun pelaksanaannya terus terundur hingga memasuki awal Oktober tanpa ada tanda-tanda pencairan yang jelas.
Siapa pihak yang terus mengupayakan kejelasan insentif motor listrik?
Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) bersama Aismoli terus mengupayakan, menjembatani, dan menginformasikan antara pelaku industri dan pemerintah terkait insentif ini.
Apa dampak penundaan insentif terhadap minat beli motor listrik?
Periklindo mengakui ada dampaknya, namun saat ini banyak faktor lain seperti kenaikan harga BBM dan ketersediaan yang tidak menentu yang membuat konsumen tetap memutuskan membeli motor listrik tanpa insentif.
Kementerian mana yang bertanggung jawab atas keputusan final insentif motor listrik?
Menurut Adrianto Gani, keputusan sepenuhnya di tangan pemerintah. Airlangga mengarahkan detail teknis ke Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan, sementara porsi anggaran (DIPA) ada di Kementerian ESDM.
Brian Priambudi
Jurnalis
