Home
/
Automotive

Jangan Cuma Rakit, Industri Otomotif RI Harus Kuasai AI dan Semikonduktor

Pemerintah mendorong otomotif nasional mengadopsi AI dan semikonduktor agar kompetitif global, didukung penguatan ekosistem teknologi dan akses pasar.

Jangan Cuma Rakit, Industri Otomotif RI Harus Kuasai AI dan Semikonduktor

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Industri otomotif Indonesia didorong mengadopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor demi memacu produktivitas dan menjaga daya saing global.
  • Kekuatan industri manufaktur kini bersandar pada penguasaan teknologi maju, peningkatan kualitas SDM, dan ekosistem rantai pasok yang tangguh.
  • Pemerintah Indonesia memperkuat konektivitas teknologi global melalui kemitraan dengan ARM, partisipasi di WAICO, dan penjajakan dengan PAX Silica.
  • Indonesia juga masif memacu akses pasar internasional dengan 25 perjanjian perdagangan, termasuk target pengoperasian IEU-CEPA pada Januari 2027.

Uzone.id - Perkembangan pesat kendaraan modern menuntut industri otomotif di Indonesia untuk bergerak cepat dalam mengadopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor. 

Penyesuaian ini menjadi langkah krusial bukan hanya untuk memacu produktivitas manufaktur, melainkan juga demi menjaga keberlanjutan daya saing industri nasional di arena global.



Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa keunggulan industri manufaktur tidak lagi hanya bersandar pada kapasitas produksi semata. 

"Hasil rangkaian agenda bisnis dan kunjungan kerja di Nagoya, ada benang merah utama bahwa kekuatan industri terbentuk dari paduan antara penguasaan teknologi maju, peningkatan kualitas SDM, serta sokongan ekosistem rantai pasok yang tangguh," ujar Susiwijono, mengutip Antara.

Guna mewujudkan hal tersebut, Indonesia berupaya memperkuat konektivitas dengan ekosistem teknologi dunia. 

Langkah nyata telah dimulai sejak awal 2026 melalui kemitraan strategis bersama perusahaan teknologi ARM serta partisipasi aktif Indonesia dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). 

Selain itu, pemerintah juga sedang menjajaki penjajakan komunikasi dengan PAX Silica guna memperluas ikatan kerja sama di bidang teknologi.

Seluruh penetrasi teknologi ini dijalankan beriringan dengan penguatan SDM dan rantai pasok lokal. 

Strategi terpadu ini ditujukan agar pelaku industri dalam negeri tidak hanya memosisikan diri sebagai konsumen teknologi, melainkan sanggup menangkap peluang pertumbuhan ekonomi berbasis AI dan semikonduktor.

Dukungan dari sisi pembukaan akses pasar internasional turut dipacu secara masif melalui kerja sama perdagangan. 



Saat ini, Indonesia telah mengamankan 25 perjanjian perdagangan internasional, baik berupa Free Trade Agreement (FTA) maupun Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). 

Salah satu fokus utama yang sedang disiapkan adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), dengan proses ratifikasi yang dijadwalkan mulai November 2026 dan ditargetkan beroperasi penuh pada Januari 2027.

FAQ Artikel

Mengapa industri otomotif Indonesia perlu mengadopsi teknologi AI dan semikonduktor?

Adopsi teknologi AI dan semikonduktor krusial untuk memacu produktivitas manufaktur dan menjaga keberlanjutan daya saing industri nasional di arena global.

Apa saja upaya Indonesia dalam memperkuat konektivitas dengan ekosistem teknologi dunia?

Indonesia bermitra strategis dengan perusahaan teknologi ARM sejak awal 2026, berpartisipasi aktif dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), dan sedang menjajaki kerja sama dengan PAX Silica.

Kapan Indonesia menargetkan IEU-CEPA beroperasi penuh?

Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) ditargetkan beroperasi penuh pada Januari 2027, dengan proses ratifikasi dimulai November 2026.

Bagja Pratama

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article