icon-category Digilife

Jangan Sembarang Endorse, Intip 3 Tips Kerja Bareng Selebgram

  • 01 Jun 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto:Mateus Campos Felipe/Unsplash

    Uzone.id - Ketenaran influencer di media sosial saat ini jadi cara yang menjanjikan untuk para brand. Banyak pelaku usaha mulai dari kecil hingga brand-brand terkenal menggunakan public figure di media sosial untuk jadi jembatan produk dan calon pembeli.

    Ini tentunya jadi ladang yang menggiurkan bagi para Selebgram, baik itu di Instagram, TikTok, Twitter dan YouTube sekalipun. Ya, banyak dari mereka mendapatkan pundi-pundi uang dari hasil endorse.

    Apa semua seleb medsos bisa dijadikan tempat endorse? Tentunya tidak, para pelaku usaha perlu memahami beberapa hal ini biar gak rugi dan bisa memaksimalkan target produk mereka ketika menggaet seorang influencer.

    Pertama, pilih influencer yang sesuai dengan value yang dimiliki brand

    Kuncinya berpaku pada tujuan dari kolaborasi yang dilakukan, lalu lihatlah lifestyle yang ditujukan influencer di media sosial mereka. Selain itu, bangun pondasi kepercayaan juga penting untuk menambah  keterikatan dengan audiens.

    Menurut Desy Bachir, Digital Marketing Professional and CMO of Samara Media & Entertainment, audiens sudah lebih peka untuk membedakan mana barang yang di-endorse, dan mana barang yang tidak disponsori.

    Baca juga: Fitur Mirip Close Friend Mulai Diuji di Twitter, Kalian Kebagian?

    “Oleh karena itu, penting bagi brand untuk memilih influencer yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan tujuan komunikasi brand dan target audiens agar pesan dapat tersampaikan dengan baik,” kata Desy.

    Ia juga menambahkan kalau brand perlu memperhatikan gaya masing-masing influencer ketika berkomunikasi dengan audiensnya, dan jangan lupa untuk mendengarkan feedback dari influencer karena mereka yang lebih paham dengan audiens mereka sendiri.

    “Seiring berjalannya waktu, brand juga harus mempertahankan dan bahkan memperkuat hubungan tersebut dengan cara mengkomunikasikan brand value-nya secara konsisten sehingga dapat menarik perhatian audiens melalui pendekatan emosional,” tambah Desy.

    Kedua, gak cuman endorse, brand juga bisa pakai inisiatif lain buat kerja bareng influencer

    Salah satu inisiatif yang bisa dilakukan adalah ulasan produk, kampanye dan bahkan bisa merilis produk kolaborasi bersama influencer. Contoh kolaborasi ini sering kita lihat lewat collab brand kecantikan dengan influencer tertentu.

    “Di tengah padatnya konten media sosial, brand harus eksploratif dalam merancang strategi influencer marketing agar publik tidak jenuh,” kata Reina Devianti Triswan, Head of Marketing Rollover Reaction & Alchemist Fragrance.

    Maka dari itu, Reina mengatakan alangkah baiknya para brand memahami lebih dulu mengenai beberapa aspek.

    “Mulai dari objektif, produk yang ingin dipasarkan, target pasar dari produk tersebut, hingga besaran biaya yang dianggarkan untuk kemudian dapat lebih eksploratif dan kreatif dalam membuat kampanye,” jelasnya.

    Baca juga: Telegram Mulai Siapkan Fitur Premium, Apa Istimewanya?

    Reina menambahkan kalau mereka kerap kali meluncurkan produk kolaborasi dengan influencer sambil tetap mempertahankan value dari Rollover Reaction, yaitu “fuss-free beauty” melalui produk yang anti ribet dan multifungsi.

    Tak hanya manfaat untuk brand, kolaborasi ini juga dilakukan untuk manfaat influencer itu sendiri, mulai dari meningkatkan kredibilitas hingga kepercayaan konsumen untuk kedua pihak.

    Ketiga, cara bisnis kecil manfaatkan influencer

    Tak hanya brand besar, UMKM juga bisa memanfaatkan pemasaran lewat influencer dengan penyesuaian budget yang dimiliki.

    Tak perlu menggunakan influencer dengan followers jutaan, influencer mikro atau nano yang memiliki followers mulai dari 1.000 juga memiliki dampak yang besar jika dibalut dengan story telling yang engaging, kata Desy.

    “Influencer mikro atau nano juga memiliki engagement yang lebih tinggi dan lebih dipercaya oleh para followers-nya karena kebanyakan followers mereka adalah teman atau circle mereka sendiri,” tambahnya.

    Owner brand makanan Kylafood, Galih Ruslan memberikan wejangan bagi apra UMKM untuk meminta para food vlogger agar memberikan review yang jujur.

    “Di Kylafood sendiri, kami menghargai dan bersyukur untuk tiap review organik yang kami terima. Sebagai bentuk apresiasi, kami pun mengemasnya menjadi konten “Review Selebgram” untuk memberikan rekomendasi kepada calon pembeli maupun mempertahankan pelanggan setia,” kata Galih.

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini