Jensen Huang Pilih RI, Nvidia Kucurkan Rp80 T untuk Data Center Batam
Nvidia berencana investasi USD4,5 miliar untuk pusat data di KEK Batam yang masih tahap pembicaraan, menyoroti daya tarik Batam untuk infrastruktur AI.

Highlight Artikel
- Nvidia berencana investasi senilai USD4,5 miliar (sekitar Rp80 triliun) untuk membangun pusat data di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam.
- Rencana investasi ini masih dalam tahap pembicaraan dan belum dirinci kapan akan direalisasikan atau kapan pusat datanya mulai dibangun.
- Batam kembali dipilih sebagai lokasi strategis untuk pembangunan pusat data AI, menarik minat perusahaan global lainnya seperti Oracle dan BW Digital.
- Investasi ini memperkuat posisi Indonesia dan Batam dalam pengembangan infrastruktur AI, seiring dengan kapasitas pusat data nasional yang berpotensi terus meningkat.
Uzone.id — Kota Batam kembali
dipilih sebagai lokasi yang tepat untuk pembangunan pusat data. Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap bahwa Nvidia saat
ini telah membicarakan rencana investasi senilai USD4,5 miliar, atau sekitar
Rp80 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam.
Airlangga menyampaikan bahwa ini masih dalam tahap rencana dan pembicaraan telah berlangsung, tetapi pihaknya sendiri belum merinci kapan investasi itu akan direalisasikan atau kapan pusat datanya mulai dibangun.
Nantinya, investasi ini akan diarahkan ke kawasan ekonomi
khusus (KEK) yang telah disiapkan pemerintah di Batam.
Batam sendiri sudah masuk dalam peta pengembangan
infrastruktur AI. Sebelumnya, BP Batam menyebut perusahaan asal Australia,
Firmus Technologies, berencana membangun pusat data AI di wilayah tersebut
melalui kemitraan dengan Nvidia dan DayOne.
Namun, belum ada penjelasan apakah nilai USD4,5 miliar yang
disebut Airlangga merupakan bagian dari proyek itu atau rencana yang berbeda.
Rencana investasi Nvidia yang diungkapkan oleh Airlangga ini
menegaskan kembali posisi Indonesia dan Batam sebagai lokasi yang tepat untuk
pembangunan pusat data AI yang saat ini terus dibutuhkan.
Saat ini, kapasitas pusat data Indonesia sendiri berkisar di sekitar 800 megawatt dan masih berpotensi meningkat menjadi 1,3 gigawatt berdasarkan proyek yang sudah masuk.
Pemerintah Indonesia sendiri saat ini sedang mendorong kerja
sama ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Bagi Batam, pembicaraan dengan Nvidia menjadi sinyal terbaru
bahwa wilayah ini semakin dilirik untuk pengembangan dan pembangunan pusat data
perusahaan mancanegara.
Batam sendiri sudah disambangi oleh nama-nama besar untuk
menjalankan operasi mereka. Salah satunya Oracle yang sudah memiliki cloud
region di Batam dan BW Digital yang mengembangkan kampus pusat data di Nongsa
Digital Park dengan rencana kapasitas pusat data hingga 120 MW.
FAQ Artikel
Berapa rencana investasi Nvidia di Batam?
Nvidia berencana untuk berinvestasi senilai USD4,5 miliar atau sekitar Rp80 triliun untuk membangun pusat data di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam.
Bagaimana status terkini rencana investasi Nvidia?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa rencana investasi ini masih dalam tahap pembicaraan dan belum ada rincian kapan akan direalisasikan atau pusat data mulai dibangun.
Mengapa Batam dipilih sebagai lokasi pusat data?
Batam dianggap sebagai lokasi yang tepat dan sudah masuk dalam peta pengembangan infrastruktur AI. Wilayah ini juga telah menarik perusahaan besar lain seperti Oracle dan BW Digital untuk membangun operasi mereka.
Apakah investasi Nvidia ini terkait dengan proyek Firmus Technologies?
Artikel ini tidak menjelaskan secara pasti apakah nilai USD4,5 miliar yang disebutkan oleh Airlangga merupakan bagian dari proyek Firmus Technologies yang sebelumnya berencana membangun pusat data AI di Batam bersama Nvidia dan DayOne, atau merupakan rencana yang berbeda.

