icon-category Digilife

John McAfee Pernah Jadi Bos Perusahaan Penambangan Bitcoin dan Ethereum

  • 25 Jun 2021 WIB
  • Bagikan :

    John McAfee. (Foto: Twitter @officialmcafee)

    Uzone.id - John McAfee ditemukan tewas gantung diri di dalam sel di penjara Barcelona, Rabu (23/6).

    Seperti dikutip Uzone.id dari NBC News, ia meninggal beberapa jam setelah pengadilan tinggi Spanyol menyetujui ekstradisinya ke Amerika Serikat (AS) atas tuduhan penggelapan pajak.

    Nama John McAfee identik dengan software antivirus, karena ia adalah pendiri McAfee Associates. Ia merintis perusahaan antivirus untuk komputer itu pada 1887.

    Baca juga: Cuitan Terakhir John McAfee Sebelum Bunuh Diri: Saya Tak Menyesal

    John McAfee lahir pada tahun 1945 di markas US Army di Inggris, dan dibesarkan di Virginia, AS. Setelah bekerja sebagai programmer dan software designer untuk beberapa perusahaan, termasuk NASA, ia mulai mengembangkan software untuk memerangi virus.

    Intel kemudian membeli McAfee dan mengubah nama merek tersebut.

    Pada Agustus 2009, The New York Times melaporkan bahwa kekayaan McAfee turun menjadi USD 400 juta (sekitar Rp5,7 miliar) dari USD 100 juta (sekitar Rp1,4 miliar).

    Baca juga: Profil John McAfee, Tokoh Pembuat Antivirus Tewas Bunuh Diri

    Dalam konferensi DEF CON di Los Angeles pada Agustus 2014, McAfee memperingatkan orang Amerika untuk tidak menggunakan smartphone—dengan alasan aplikasi digunakan untuk memata-matai pelanggan yang tidak mengerti atau tidak membaca kebijakan privasi.

    Pada Mei 2016, McAfee ditunjuk sebagai ketua eksekutif dan CEO di MGT Capital Investments. Seperti dikutip Uzone.id dari Reuters, MGT Capital Investments merupakan perusahaan yang terlibat dalam penambangan bitcoin dan ethereum. Kemudian, McAfee mengumumkan bahwa nama perusahaan itu akan diubah menjadi John McAfee Global Technologies.

    McAfee juga sempat mengklaim bahwa dia dan timnya telah mengeksploitasi kelemahan pada sistem operasi Android yang memungkinkannya membaca pesan terenkripsi dari WhatsApp.

    *Depresi bukan tindakan sepele. Keinginan bunuh diri merupakan gangguan kesehatan mental. Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh. Jika semakin parah, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa. Atau hubungi komunitas Into the Light. Nomor 119 bisa digunakan untuk layanan psikologis dan panggilan ambulans. Apabila seseorang memiliki pemikiran bunuh diri, disarankan untuk segera mencari ke Puskesmas, Rumah Sakit, atau layanan kesehatan jiwa terdekat.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini