icon-category Telco

Kaleidoskop 2022: 5 Momen Besar di Industri Telekomunikasi, Apa Saja?

  • 30 Dec 2022 WIB
Bagikan :
Ilustrasi: Franck/Unsplash

Uzone.id – Tiba juga di penghujung tahun 2022. Tahun ketiga pandemi ini tak hanya diramaikan oleh inovasi dari industri gadget dan otomotif saja, namun juga ada milestone serta peristiwa di sektor telekomunikasi yang layak dijepret dalam bingkai kaleidoskop kami.

Sepanjang tahun 2022, ada beberapa deadline yang harus dirampungkan, seperti suntik mati jaringan 3G, hingga implementasi siaran TV digital dari analog.

Yuk simak 5 momen besar yang menarik di industri telekomunikasi Indonesia selama 2022.

Indosat-Tri sah ‘kawin’

Tahun 2022 menjadi lembaran baru bagi dua perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia (Tri). Keduanya resmi merger dan beroperasi secara sah sebagai Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) per 4 Januari 2022.

Indosat Ooredoo Hutchison dipercaya memiliki kemampuan yang lebih baik untuk bersaing dan memberikan nilai lebih bagi semua pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, dan pemegang saham.

Baca juga: IOH Siapkan 800 BTS 5G di Tahun Ini

Vikram Sinha, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Indosat Ooredoo, kini memimpin IOH sebagai Chief Executive Officer (CEO). Secara bersamaan, Nicky Lee juga telah ditunjuk sebagai Chief Financial Officer (CFO) untuk Indosat Ooredoo Hutchison.

Dengan skala, kekuatan finansial, dan keahlian Perusahaan yang lebih baik, serta kepemilikan jaringan, talenta, dan kemitraan strategis, IOH diharapkan dapat menjadi pemain telekomunikasi penting dalam mendorong transformasi digital Indonesia.

Selamat tinggal 3G

Ilustrasi: Digi International

Mungkin ‘kematian’ jaringan 3G tidak begitu berdampak besar bagi aktivitas sehari-hari karena Indonesia sudah mengandalkan 4G LTE. Namun, tetap saja pemadaman jaringan 3G yang di-upgrade ke 4G ini menjadi momen besar bagi industri telekomunikasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate sejak awal tahun 2022 sudah mengimbau para operator seluler untuk segera mematikan 3G dan melakukan upgrade ke 4G.

Alasannya sederhana, 3G dianggap sudah waktunya pensiun dan harus di-upgrade ke 4G agar kecepatan internet dan pengalaman layanan datanya jauh lebih maksimal.

Operator seperti Telkomsel, XL Axiata, dan IOH kompak mematikan 3G yang kemudian ditingkatkan menjadi layanan 4G di berbagai area di Indonesia secara bertahap.

Analog Switch Off (ASO)

Ilustrasi: Nicolas J./Unsplash

Terlepas dari maju-mundur tenggat waktu yang ditetapkan, Kominfo resmi mematikan siaran TV analog di Indonesia dan menggantinya ke digital per 2 November 2022.

Pelaksanaan ASO ini bukan tanpa alasan, Kominfo beserta jajaran lembaga penyiaran di Indonesia meyakini bahwa ASO bisa memberikan dampak multiplier effect dan perekonomian Indonesia.

Baca juga: Cara Scan Siaran Digital di Smart TV dan TV Analog dengan STB

Berikut beberapa dampak positifnya:

  • Penambahan 181.000 kegiatan usaha baru
  • Penciptaan 232.000 lapangan pekerjaan baru
  • Peningkatan penerimaan negara dalam bentuk Pajak dan PNBP sebesar Rp77 Triliun dan kontribusi pada Produk Domestik Bruto PDB sebesar Rp443,8 triliun
  • Dampak multiplier ekonomi dan sosial lainnya bagi masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM

Semoga di tahun 2023 mulai terasa pengaruhnya, ya.

IOH PHK karyawan

IOH menjadi salah satu perusahaan di industri teknologi secara umum yang bisa dibilang terkena dampak tech winter.

Perusahaan ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 300 karyawan pada 23 September lalu. Sebanyak 99 persen karyawan diklaim telah setuju untuk mendapatkan pesangon.

Baca juga: 4 Posisi Ini Rentan Di-PHK Selama Tech Winter, Apa Saja?

Kala itu, Director & Chief of Human Resources Officer IOH, Irsyad Sahroni mengatakan bahwa inisiatif rigthsizing tersebut berjalan lancar sesuai rencana dan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar karyawan yang terkena dampak.

Langkah perampingan karyawan itu juga bertujuan untuk keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan.

G20 ‘paksa’ perluasan 5G

Perhelatan global G20 yang diisi oleh rangkaian acara sejak Agustus lalu di Indonesia mendorong para pemain operator memboyong jaringan 5G di beberapa daerah, yaitu Bali hingga Belitung.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 digelar di Nusa Dua, Bali pada November kemarin, namun persiapan jaringan 5G di sana sudah dilakukan dari jauh-jauh hari oleh Telkomsel, XL Axiata, dan IOH.

Layanan 5G XL disebar di 17 titik di kawasan Bali, di antaranya Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Apurva Kempinski, dan Pantai Sanur.

Baca juga: Kenapa G20 di Bali Penting buat Sektor Teknologi?

Telkomsel juga melakukan penambahan dan perluasan cakupan jaringan 5G dengan menggelar infrastruktur tambahan 24 BTS 5G yang telah menjangkau sejumlah titik gelaran kegiatan G20 di Bali seperti Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Kawasan ITDC Nusa Dua, Apurva Kempinski, Anvaya Resort, Alila Uluwatu, dan Bali Turtle Island Development.

IOH pun tak ketinggalan. Perusahaan ini memboyong 5G ke Bali sekaligus untuk mendukung UMKM memanfaatkan teknologi untuk pulih kembali dari pandemi COVID-19.

Tak lupa kontribusi XL yang juga menghadirkan jaringan dan layanan 5G di kawasan Belitung pada September lalu.

XL mengaktifkan jaringan 5G di sejumlah titik seperti lokasi acara di Hotel Sheraton di Jalan Pantai Penarikan Dusun Timur Jaya, Tanjung Binga, Pulau Belitung, dan Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin.

Semoga di tahun 2023, jaringan 5G bisa semakin merata penyebarannya.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini