Karhutla Bikin Udara Berbahaya, Pantau Lewat 4 Aplikasi Ini
Guna mengantisipasi dampak buruk karhutla, pantau kualitas udara menggunakan aplikasi seperti Info BMKG, ISPUNet, dan IQAir AirVisual sebelum beraktivitas.

Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (Foto: ANTARA Foto/Auliya Rahman)
Highlight Artikel
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan kualitas udara memburuk akibat peningkatan konsentrasi PM2.5.
- Sejumlah wilayah seperti Palangkaraya, Palembang, hingga Jambi pernah berada dalam kategori kualitas udara berbahaya.
- Terdapat beberapa aplikasi seperti Info BMKG, ISPUNet, IQAir AirVisual, dan Air Matters untuk memantau kondisi udara.
- Penggunaan masker N95 atau KN95 sangat direkomendasikan jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
Uzone.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Asap yang ditimbulkan bukan cuma mengganggu jarak pandang dan penerbangan, tapi juga membuat kualitas udara memburuk akibat meningkatnya konsentrasi partikel PM2.5.
Dari pemantauan BMKG pada Sabtu (17/10), kualitas udara di berbagai wilayah masuk kategori berbahaya, seperti Palangkaraya dan Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah, Kota Palembang di Sumatera Selatan, sampai Muaro Jambi.Di tengah kondisi karhutla seperti sekarang, penting untuk mengecek kondisi udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Berikut beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk memantau kualitas udara di sekitar kalian.
Info BMKG
Pertama, ada Info BMKG yang bisa kalian akses via browser, atau dengan download aplikasinya via Play Store untuk Android maupun App Store untuk iPhone dan iPad.
Aplikasi ini menampilkan konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi udaranya dibagi menjadi lima kategori, mulai dari Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, sampai Berbahaya. Informasi yang ditampilkan juga lengkap, termasuk angka konsentrasi PM2.5 dalam satuan mikrogram per meter kubik.
Selain itu, Info BMKG juga menyediakan informasi yang berkaitan dengan karhutla, mulai dari titik panas, citra satelit, serta potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
ISPUNet
Kemudian ada ISPUNet, aplikasi pemantau kualitas udara dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
ISPUNet menampilkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari stasiun pemantauan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Bukan cuma menampilkan status kualitas udara, aplikasi ini juga memperlihatkan jenis polutan yang paling dominan di suatu wilayah, seperti PM2.5, PM10, karbon monoksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, sampai ozon.
Tampilannya cukup mudah dipahami karena setiap kategori diberikan warna berbeda. Hijau berarti kualitas udara Baik, biru untuk Sedang, merah berarti Tidak Sehat, ungu menunjukkan Sangat Tidak Sehat, dan hitam untuk kategori Berbahaya.
Kalian juga bisa melihat titik-titik kualitas udara di seluruh Indonesia dengan menekan tombol Map. Saat menekan salah satu kota misalnya, akan terlihat kualitas udaranya, keterangan, sampai rekomendasi yang harus dilakukan oleh setiap orang yang berada di lokasi tersebut.
IQAir AirVisual
IQAir AirVisual dapat digunakan untuk melihat kualitas udara di berbagai negara, termasuk Indonesia. Informasinya lengkap, dari angka Air Quality Index (AQI), konsentrasi PM2.5, polutan utama, prakiraan kualitas udara, sampai titik-titik yang terdampak karhutla.
Kualitas udara yang ditampilkan juga dibedakan dari indikator warnanya. Hijau untuk Good, kuning untuk Moderate, oranye untuk Unhealthy for Sensitive Groups, merah untuk Unhealthy, dan marun untuk Hazardous. Indikator ini berdasarkan angka AQI.
Sementara untuk titik-titik yang terdampak karhutla, datanya disediakan oleh NASA.
Air Matters
Lalu Air Matters yang menyediakan data kualitas udara di lebih dari 180 negara. Aplikasi ini mengambil informasi dari stasiun pemantauan yang lokasinya paling dekat dengan pengguna.
Informasi indeks kualitas udaranya pun beragam, dari AQI, PM2.5, PM10, O3, NO2, CO, SO2, dan sebagainya.
Selain indeks kualitas udara dan konsentrasi polutannya, Air Matters juga menampilkan citra satelit dengan heatmap atau titik-titik panas akibat karhutla.
Rekomendasi Kesehatan saat Karhutla
Dari informasi aplikasi-aplikasi ini, kalian bisa mengetahui kualitas udara di sekitar masuk kategori tidak sehat atau lebih buruk. Jika ya, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan jika dimungkinkan.
Kalaupun terpaksa keluar rumah, gunakan masker N95 atau KN95, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang yang memiliki asma maupun gangguan paru-paru.
FAQ Artikel
Aplikasi apa saja yang dapat digunakan untuk memantau kualitas udara saat karhutla?
Aplikasi yang bisa digunakan antara lain Info BMKG, ISPUNet dari KLH/BPLH, IQAir AirVisual, dan Air Matters.
Aplikasi mana yang menampilkan informasi polutan paling mendetail di Indonesia?
Aplikasi ISPUNet menampilkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan jenis polutan dominan seperti PM2.5, PM10, CO, NO2, SO2, hingga ozon.
Jenis masker apa yang disarankan saat berada di area terdampak karhutla?
Disarankan memakai masker N95 atau KN95, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit paru-paru.
Muhammad Faisal Hadi Putra
Jurnalis


