icon-category Digilife

Kaspersky: Serangan Siber ke Asia Tenggara, Indonesia Tertinggi

  • 23 Aug 2021 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id – Meningkatnya aktivitas digital selama masa pandemi membuat ancaman keamanan di dunia maya juga ikut meningkat. Terlebih di lingkungan perusahaan yang separuh dari kegiatan karyawannya dilakukan secara jarak jauh dan virtual.

    Menurut Kaspersky, Karyawan banyak menggunakan perangkat kerja untuk aktivitas pribadi seperti menonton video, konten pendidikan, baca berita dan game. Fakta lainnya, sebanyak 33 persen dari 6 ribu lebih karyawan global yang di survey mengaku menggunakan perangkat kantor untuk mengakses video dewasa yang menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan siber.

    Banyaknya karyawan yang menggunakan perangkat pribadi untuk bekerja di rumah menjadi salah satu celah kejahatan siber masuk ke jaringan perusahaan melalui ponsel cerdas yang terinfeksi.

    Malware seluler menjadi salah satu serangan yang ikut meningkat selama masa pandemi dan gampang ditemukan di ponsel cerdas. Malware seluler ini menyerang perangkat seluler handset, tablet dan perangkat pintar lainnya.

    Baca juga: Kominfo Siapkan 3 Pendekatan Guna Hadapi Ancaman Serangan Siber

    Mengutip Kaspersky, Senin (23/08), di era kerja jarak jauh yang berkelanjutan, mobile malware dapat mencuri data pribadi individu tetapi juga menjadi landasan untuk serangan yang ditargetkan terhadap perusahaan tempat para pengguna bekerja.

    Kaspersky mencatat selama paruh pertama 2021, setidaknya 382.578 serangan seluler pada pengguna di Asia Tenggara telah terdeteksi dan digagalkan. Serangan ini meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

    dimitri-karastelev-V652ybYYY-k-unsplash

    Semenjak tahun 2020, telemetri Kaspersky telah memantau dan memblokir tidak kurang dari seratus ribu serangan mobile malware di Asia Tenggara per kuartal. Tiga bulan pertama 2021 mencatat angka paling tinggi sejak tahun lalu dengan serangan 205.995 serangan yang terdeteksi.

    Catatan Kaspersky juga menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan jumlah tertinggi serangan ponsel yang digagalkan dari Januari 2020 hingga Juni 2021. Tahun 2020, jumlah serangan ponsel di Indonesia mencapai 378.973 serangan. Untuk Q1 dan Q2 tahun ini,  serangan ponsel di Indonesia mencapai jumlah 232.485 kasus.

    Baca juga: Riset: 304,7 Juta Upaya Serangan Ransomware Sejak Januari 2021

    Peringkat ini diikuti oleh Malaysia dan Thailand di peringkat kedua dan ketiga. Singapura menjadi negara di Asia Tenggara dengan jumlah ancaman ponsel terendah. Indonesia juga menempati posisi ketiga dalam hal mobil malware di kuartal kedua tahun ini setelah Rusia di urutan pertama dan Ukraina ketiga.

    Dalam hal persentase pengguna yang diserang mobile malware selama paruh pertama tahun ini, Indonesia berada di posisi ketiga dengan 2,95 persen. Pengguna di Malaysia menjadi target paling banyak dengan 4,42 persen, diikuti Thailand sebanyak 4,26 persen.

    Beberapa ancaman seluler yang paling banyak dideteksi di Asia Tenggara adalah Trojan, Trojan-Downloader, dan Trojan-Dropper.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini