icon-category Auto

Kenapa Harus Pakai MyPertamina untuk Kendalikan Konsumsi Pertalite?

  • 14 Jun 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi (Foto: Instagram @mypertamina)

    Uzone.id - Pemerintah berencana bakal mengendalikan pembelian bahan bakar bensin jenis Pertalite dengan aplikasi MyPertamina. Penyebabnya, apalagi kalau bukan karena pelanggan Pertamax yang beralih ke Pertalite karena harga yang lebih murah.

    Asal tahu saja, bensin jenis Pertamax kini jauh lebih mahal ketimbang Pertalite. Pertamax dijual mulai dari Rp12.500 per liter, sedangkan Pertalite masih bertahan di angka Rp7.650 per liter.

    Alhasil, masyarakat Indonesia yang awalnya menggunakan bensin Pertamax pun berbondong-bondong beralih ke Pertalite karena harganya yang murah dan meriah.

    "Pembatasan" ini dilakukan karena jatah kuota Pertalite yang saat ini disubsidi pemerintah kian menipis. Kepala BPH Migas Erika Retnowati, saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, pada Rabu (8/6/2022), juga sudah mengutarakan kalau realisasi penyaluran atau konsumsi Pertalite sudah tembus 50 persen.

    Kuota awal sebanyak 11,69 juta kl atau 50,74 persen dari kuota yang ditetapkan sebanyak 23,04 juta kl. Kendati begitu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah mengatakan pihaknya belum ada niat menaikkan harga Pertalite.

    BACA JUGA: Bobot Kawasaki KLX230S & KLX230SM Jadi Ringan Tapi Tanpa Pendingin Cairan

    Pemerintah sendiri akan menambah kuota BBM bersubsidi termasuk Pertalite. Untuk kuota Pertalite ditambah sebesar 5,45 juta kl menjadi 28,50 juta kl.

    Alasan Harus Pakai MyPertamina

    Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman mengatakan alasan pemerintah menggunakan aplikasi MyPertamina untuk mengendalikan konsumsi Pertalite karena sistem digital akan sangat membantu mengetahui perilaku konsumen.

    “Sistem digitalisasi akan sangat membantu mengetahui perilaku konsumen, siapa konsumennya, berapa konsumsinya perhari termasuk jika ada pengendalian konsumsi,” kata Saleh saat dihubungi Uzone.id.

    Saleh mengatakan, pengaturan pembelian bahan bakar saat ini menanti rampungnya revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 Tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, yang diharapkan bisa menjaga tingkat penyaluran Pertalite di masa depan.

    “Masih menunggu revisi Perpres 191 Tahun 2014, kemudian sosialisasi baru ditetapkan,” kata Saleh.

    Baca juga: Daihatsu Ceria 2003 Dipersembahkan Pria Ini untuk Nostalgia Bareng Istri

    Sudah Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertalite

    Menjelang disahkannya revisi Perpres 191 Tahun 2014, Pertamina sudah melakukan uji coba pembelian BBM bersubsidi termauk Pertalite dengan MyPertalite di beberapa SPBU.

    “Saat ini sedang uji coba di beberapa SPBU, jika tidak ada kendala yang berarti maka mulai diterapkan. Mungkin secara bertahap dulu,” katanya.

    VIDEO:

     

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini