Kendaraan Listrik Makin Banyak, Harga BBM Jadi Salah Satu Pemicu
Peningkatan signifikan populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 541.678 unit hingga Agustus 2026, didorong terutama oleh kenaikan harga BBM.
.jpeg&w=3840&q=75)
Highlight Artikel
- Populasi kendaraan listrik di Indonesia tembus 541.678 unit hingga Agustus 2026, didorong kenaikan harga BBM dan komitmen net zero emission.
- Pertumbuhan populasi kendaraan listrik sangat pesat, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) melonjak lebih dari 150 persen dari 2020 hingga 2025.
- Motor listrik memimpin populasi dengan 280.136 unit, disusul mobil listrik penumpang 259.077 unit hingga Agustus 2026.
- Ekosistem kendaraan listrik di Indonesia menarik investasi Rp 30,4 triliun dan menyerap 10.650 tenaga kerja langsung.
Uzone.id - Tren penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air diklaim menunjukkan peningkatan signifikan. Kabarnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jadi salah satu pendorong meningkatnya pengguna mobil maupun motor listrik.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang dipaparkan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, total populasi kendaraan listrik di Indonesia dari 2020 hingga Agustus 2026 telah menembus 541.678 unit. Angka ini didominasi oleh segmen mobil dan motor listrik."Ini memang ter-trigger--sejak mulai dari 2023 sampai ke 2026 ini--kondisi geopolitik dan kondisi terkait dengan bahan bakar kita yang ada saat ini juga, dan komitmen terhadap net zero emission juga membuat sektor transportasi cenderung untuk mulai menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai," kata Setia saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI tentang pengembangan ekosistem dan daya saing industri kendaraan listrik.
Pertumbuhan populasi kendaraan berbasis baterai di dalam negeri memang terbilang sangat pesat. Bahkan, tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) untuk sektor ini melonjak lebih dari 150 persen selama rentang tahun 2020 hingga 2025.
"Roda 2 dan roda 4 ini yang paling menjadi krusial dan menjadi penggerak utama pada sektor kendaraan listrik," ujarnya.
Hingga Agustus 2026, populasi motor listrik memimpin dengan total 280.136 unit, disusul mobil listrik penumpang sebanyak 259.077 unit.
Sementara itu, bus listrik mencatatkan 936 unit, kendaraan roda tiga sebanyak 919 unit, kendaraan komersial listrik mencapai 607 unit, dan kendaraan khusus terhitung 3 unit.
Sektor manufaktur dan ekosistem kendaraan listrik ini juga terbukti membawa dampak ekonomi nyata. Investasi yang mengalir telah menembus angka Rp 30,4 triliun dan mampu menyerap tenaga kerja langsung hingga 10.650 orang.
"Ini tergabung semuanya mulai dari bus dan truk atau commercial vehicles, kemudian ada kendaraan roda 4 serta kendaraan roda 2 dan roda 3. Secara total memang total investasi yang sudah ada itu ada sekitar Rp 30,4 triliun. dan tenaga kerja yang terlibat langsung ada sekitar 10.650 orang," ujar Setia.
"Kalau untuk (pabrik) kendaraan komersial itu sudah ada yang beroperasi sekarang 10 perusahaan pabrikan. Kemudian untuk kendaraan roda 4 itu ada 15 perusahaan dan roda 2 serta roda 3 itu ada 70 perusahaan," sambungnya.
FAQ Artikel
Apa yang mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia?
Peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia didorong oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kondisi geopolitik, dan komitmen terhadap net zero emission.
Berapa total populasi kendaraan listrik di Indonesia hingga Agustus 2026?
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, total populasi kendaraan listrik di Indonesia telah menembus 541.678 unit hingga Agustus 2026.
Jenis kendaraan listrik apa yang paling mendominasi populasi di Indonesia?
Populasi kendaraan listrik di Indonesia didominasi oleh segmen motor listrik (280.136 unit) dan mobil listrik penumpang (259.077 unit) hingga Agustus 2026.
Berapa nilai investasi dan penyerapan tenaga kerja di sektor kendaraan listrik Indonesia?
Sektor manufaktur dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia telah menarik investasi sebesar Rp 30,4 triliun dan berhasil menyerap 10.650 tenaga kerja langsung.

