Pembelian Pertalite Desil 9-10 Masih Dikaji, Ini Alasannya
Pemerintah melakukan kajian yang mendalam untuk pembatasan BBM susbidi Pertalite, Bahlil mengatakan pentingnya akurasi agar bantuannya tepat sasaran.

Uzone.id - Pemerintah mewacanakan pembatasan BBM subsidi Pertalite berdasarkan kelompok desil. Namun pembatasan tersebut sejauh ini belum diterapkan karena masih dalam tahap kajian.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pihaknya saat ini sedang melakukan kajian yang mendalam mengenai rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok desil 9 dan 10.Bahlil menekankan pentingnya kajian tersebut demi akurasi data kelompok desil sebelum kebijakan benar-benar dieksekusi.
"Itu masih di-exercise. Karena apa? Kita ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah salah satu cara untuk membuat tepat sasaran data kita harus valid," ujar Bahlil di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta Pusat, Senin (31/8) dikutip oleh Uzone.id.
Saat ini, pemerintah tengah melakukan verifikasi ulang terhadap data desil masyarakat. Hal ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga yang merasa klasifikasi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi riil di lapangan.
Langkah hati-hati ini diambil agar niat membatasi konsumsi BBM bagi kalangan mampu tidak justru membebani masyarakat kecil. Oleh karena itu, validasi data menjadi syarat mutlak sebelum aturan baru ini resmi diberlakukan.
"Nah desilnya ini yang kita lagi ngecek terus jangan sampai harapan kita baik, tapi ternyata implementasinya karena datanya yang tidak valid membuat sesuatu yang tidak sesuai harapan kita," terang Bahlil.
Selain urusan data, Bahlil menyebutkan pihaknya sedang mengalkulasi kemungkinan penambahan kuota subsidi Pertalite.
Hal ini merupakan respons terhadap lonjakan harga Pertamax yang memicu banyak konsumen beralih dari BBM nonsubsidi kembali ke BBM bersubsidi.
"Kita lagi tetap menghitung potensi kelebihannya berapa. Memang kan waktu ketika terjadi kenaikan harga BBM dunia itu ada sebagian yang RON 92 rakyat yang lain masuk untuk mengisi ke RON 90 sehingga terjadi kenaikan. Tapi kenaikannya kita lagi menghitung," papar Bahlil.
Meski ada potensi penambahan kuota, ada kabar baik bagi pengguna Pertalite. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga jual BBM subsidi ini, setidaknya hingga akhir tahun 2026.
"Tapi apapun yang terjadi saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan. Sampai dengan 2026 Desember sambil kita melihat perkembangan global. Tapi kalau untuk harga BBM non-subsidi kita akan serahkan kepada harga pasar," tegasnya.
