Digilife

Ketika WhatsApp dan Google Form ‘Evakuasi’ Warga Afghanistan dari Taliban

  • 18 August 2021
  • Bagikan :

    Kondisi Afghanistan (Foto: NY Times)

    Uzone.id - Runtuhnya secara tiba-tiba pemerintah Afghanistan telah menyebabkan upaya panik untuk mempercepat upaya bantuan secara online dan evakuasi warga.

    Di tengah upaya ketakutan warga atas usaha transisi pemerintah ke Taliba ini, upaya melalui Google Forms, WhatsApp dan, kelompok media sosial pribadi, mencoba untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kegagalan pemerintah AS untuk melindungi warga Afghanistan yang rentan.

    Seperti dikutip Uzone.id dari Technology Review, Rabu (18/8), Ini bisa menjadi satu-satunya penyelamat bagi banyak orang yang mencoba melarikan diri dari negara itu—tetapi pada saat yang sama bukan tanpa risiko.

    BACA JUGA: "Laptop Merah Putih" ASUS Chromebook Flip C214MA Meluncur 22 Agustus


    Sebab para pengamat khawatir informasi yang dikumpulkan dari masyarakat dapat digunakan oleh Taliban untuk mengidentifikasi orang-orang yang sangat membutuhkan penyelamatan.

    “Jika Anda memiliki seseorang di Kabul yang bisa sampai ke bandara pada akhir minggu, silakan masukkan informasi di sini untuk dibagikan dengan perusahaan evakuasi udara dan Departemen Luar Negeri,” bunyi bagian atas salah satu Google Form yang dibuat oleh koalisi nasional.

    Seperti banyak formulir lainnya, ia tidak hanya meminta informasi kontak dan rincian pemukiman kembali, tetapi juga nomor identifikasi pribadi dan pindaian dokumen, termasuk kartu identitas nasional dan nomor paspor.

     

    Baca juga: 5 Tips dan Trik WhatsApp Web yang Wajib Diketahui


    Bahkan, Google Form yang beredar di Twitter tampaknya mengumpulkan uang untuk menyewa pesawat untuk memindahkan orang dari negara itu.

    Malahan WhatsApp tidak hanya digunakan untuk saling mengirimkan informasi atau kabar, namun kini dipakai memvalidasi visa.

    “WhatsApp atau platform perpesanan lainnya digunakan untuk membuat keputusan [visa] cepat,” kata Mark Latonero,di Pusat Kebijakan Hak Asasi Manusia Carr Center Harvard Kennedy School.

    VIDEO REKOMENDASI UNTUK KALIAN: