Startup

Kominfo Buka Gerakan Nasional 1000 Startup untuk Fasilitasi Founder

  • 25 September 2021
  • Bagikan :

    Ilustrasi (Foto: Marvin Meyer / Unsplash)

    Uzone.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika telah membuka Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang memberi peluang kepada calon founder tetap produktif di masa pandemi Covid-19.

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan sudah 85 ribu calon founder yang dilatih untuk mengembangkan ide dan kreatifitas membentuk perusahaan rintisan atau startup digital.

    "Dan sekarang sudah ada 1.160 startup yang dibina lewat Gerakan Nasional 1000 Startup. Ini program awalnya kita dan di masa pandemi pun menjalankan ini sesuai dengan kondisi," kata Semuel saat berbicara dalam acara Konferensi Pers - Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, yang disiarkan virtual dari Badung, Bali, Sabtu (25/09/2021).

    BACA JUGA: Demi PON XX, Pemerintah Bangun Kabel Laut Kedalaman 4 Km di Papua

    Semuel menjelaskan, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dilaksanakan secara hybrid, sehingga peserta bisa hadir secara online dan narasumber pemakalah atau pemateri hadir secara offline dengan protokol kesehatan ketat.

    "Ada hybrid yang kita kira supaya ada feel-nya juga, jadi ini yang kita ingin kembangkan dan diharapkan nanti dengan pelatihan-pelatihan ini akan muncul startup-startup baru," kata dia.

    Semuel mengungkapkan, Indonesia dikenal sebagai negara keempat di dunia yang memiliki startup terbanyak. "Kita punya keunggulan dalam pengembangan startup, ekosistemnya sudah mulai terbentuk dari yang talent-nya, dari yang venture capital-nya juga sudah tumbuh."

    Jadi, imbuh Semuel, semua fasilitas-fasilitas seperti Data Center dan Cloud Service sudah banyak di Indonesia, ini berkembang terus."

    Menurut Semuel, Kominfo berusaha untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang menguasai teknologi startup. Pasalnya, kata dia, banyak sekali permasalahan di Indonesia pada proses transformasi.

    BACA JUGA: Bulan Depan, Pemerintah Bakal Rilis PeduliLindungi Versi Baru

    "Jadi kalau kita mau buat startup, kenali dulu permasalahannya baru kita cari solusinya. Makin banyak masalah itu dihadapi oleh masyarakat, semakin punya peluang untuk menjadi startup yang berkembang dengan pesat," ujarnya.

    Founder & COO Xendit Tessa Wijaya, yang turut hadir di acara mengatakan jika pihaknya mendukung penuh Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang dilaksanakan Kementerian Kominfo.

    "Kami sangat bangga apalagi dari perusahaan kami (Xendit) telah menjadi unicorn terakhir di Indonesia dengan adanya pendanaan sebanyak USD150 Juta, yang didapatkan pada bulan ini juga. Jadi saya merasa bahwa Gerakan 1000 Startup ini sangat penting sekali untuk mendukung berbagai macam startup agar dapat berkembang di Indonesia," kata dia..

    Dia memaparkan kalau potensi pasar digital Indonesia sangat besar. Terlebih lagi Indonesia jadi negara dengan populasi keempat terbesar di dunia.

    "Kita juga mempunyai berbagai macam fondasi yang tetap untuk go digital. Contohnya, yang sudah ada di negara ini dan memang semua orang sudah dapat belajar untuk go digital," jelasnya.