
Uzone.id — Google kembali melakukan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), kali ini Google merumahkan lebih dari 100 posisi yang berkaitan dengan desain dan riset pengalaman pengguna.
Sebagian besar karyawan yang terdampak berasal dari divisi Cloud dan berbasis di Amerika Serikat. Menurut laporan yang dikutip dari CNBC Internasional, Senin, (06/10), dokumen internal Google menunjukkan bahwa PHK ini melibatkan tim quantitative user experience research serta platform and service experience, termasuk beberapa tim pendukung.Padahal, posisi-posisi tersebut memiliki peran yang cukup penting, khususnya dalam memahami perilaku pengguna lewat data, survei, dan riset yang mana ini jadi pondasi pengembangan dan desain produk Google.
Tapi, Google tidak melepas begitu saja para karyawan ini karena karyawan yang terdampak diberi waktu hingga awal Desember untuk mencari posisi baru di dalam perusahaan.
Google belum memberikan komentar resmi soal langkah ini tapi PHK ini menjadi bagian dari strategi efisiensi besar-besaran Google sepanjang tahun 2025.
Perusahaan dikabarkan sedang mempercepat pengalihan anggaran ke infrastruktur kecerdasan buatan (AI), termasuk anggaran karyawan yang dipangkas.
Sejak awal tahun, Google sendiri sudah menawarkan paket pengunduran diri sukarela bagi sejumlah unit di AS, termasuk tim sumber daya manusia (HR), tim hardware, tim Search, periklanan, pemasaran, keuangan, hingga perdagangan.
CEO Google, Sundar Pichai, sebelumnya sudah memberi sinyal akan adanya langkah efisiensi. Dalam pernyataannya pada Agustus lalu, ia menegaskan bahwa perusahaan “harus lebih efisien saat berkembang agar tidak selalu menyelesaikan segala sesuatu dengan menambah jumlah karyawan.”
Langkah ini juga sejalan dengan dorongan internal agar para karyawan lebih banyak menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari.
Tahun ini, Google tercatat telah beberapa kali melakukan pemangkasan karyawan. Bahkan, raksasa ini disebut sudah memangkas 35 persen manajer divisi dan unit hingga saat ini demi efisiensi.