Mahasiswa UNPAM Ajarkan Etika Pakai AI ke Warga Belajar di Pamulang
Mahasiswa S2 Teknik Informatika UNPAM mengajarkan cara menggunakan AI secara aman, bijak, dan beretika kepada warga belajar di Pamulang.

Uzone.id — Belajar menggunakan kecerdasan buatan atau AI sekarang tidak cukup hanya tahu cara mengetik prompt dan mendapatkan jawaban. Ada hal lain yang tak kalah penting, mulai dari mengecek kebenaran informasi hingga memahami data pribadi yang sebaiknya tidak diberikan kepada AI.
Hal inilah yang coba dikenalkan mahasiswa dan dosen Program Studi Magister (S2) Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) kepada warga belajar PKBM Geliat Bocah Kampoeng, Pamulang.Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar pada Minggu, 13 September 2026, sebanyak 30 warga belajar mengikuti workshop literasi digital dengan tema 'Edukasi Literasi Digital Melalui Pengenalan Etika Kecerdasan Artifisial kepada Warga Belajar PKBM Geliat Bocah Kampoeng.'
Kegiatan tersebut tidak hanya berisi pemaparan teori mengenai perkembangan AI. Para peserta juga diajak mencoba langsung teknologi AI dan memahami batasan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar AI Sekaligus Memahami Batasannya
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen dan mahasiswa S2 Teknik Informatika UNPAM memberikan pemahaman mengenai perkembangan AI yang semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari.
AI diperkenalkan sebagai teknologi yang bisa membantu proses belajar, mencari informasi, maupun menyelesaikan berbagai kebutuhan. Namun, peserta juga diajak memahami bahwa jawaban yang diberikan AI tidak selalu bisa langsung dipercaya.
Karena itu, salah satu materi yang diberikan adalah bagaimana menyaring dan memeriksa kembali informasi yang diperoleh dari AI.
Peserta juga dikenalkan dengan pentingnya menjaga keamanan data. Mereka diingatkan untuk tidak sembarangan memasukkan informasi pribadi ke dalam platform AI, serta memahami bahwa teknologi tersebut tetap harus digunakan dengan mempertimbangkan etika dan aturan yang berlaku.
Pendampingan kegiatan dilakukan oleh dosen Magister Teknik Informatika UNPAM, Rafi Mahmud Zain, S.Kom., M.Kom., bersama para mahasiswa pascasarjana.
Menariknya, materi tidak berhenti pada penjelasan di depan kelas.
Para peserta langsung diajak mencoba berinteraksi dengan AI. Mahasiswa UNPAM mendampingi peserta satu per satu untuk memahami cara memberikan instruksi atau prompt yang lebih tepat agar AI bisa digunakan untuk mendukung kegiatan belajar.
Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mengetahui apa itu AI, tetapi juga mendapat pengalaman langsung menggunakannya.
Dari Prompt sampai Menjaga Data Pribadi
Dalam sesi praktik, peserta belajar bagaimana membuat prompt yang baik untuk kebutuhan belajar.
Di saat yang sama, mereka juga diperkenalkan pada sejumlah prinsip dasar dalam menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Misalnya, tidak memasukkan data pribadi ke dalam platform AI, tidak menggunakan AI untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan sekolah maupun hukum, serta tetap memeriksa kembali informasi yang diperoleh.
Hal ini menjadi penting karena semakin mudahnya akses terhadap AI membuat teknologi tersebut bisa digunakan oleh siapa saja, termasuk untuk kebutuhan pendidikan.
Artinya, kemampuan menggunakan AI perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai literasi digital dan etika teknologi.
Belajar AI Sambil Main Games
Agar materi tidak terasa terlalu berat, tim PKM UNPAM juga mengemas kegiatan dalam bentuk permainan dan studi kasus.
Peserta diajak menjawab berbagai pertanyaan seputar penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Ada pula sesi tanya jawab yang membuat suasana workshop lebih interaktif.
Para warga belajar PKBM Geliat Bocah Kampoeng terlihat aktif mengikuti kuis dan mengajukan pertanyaan kepada tim mahasiswa.
Pendekatan game-based learning tersebut membuat pembahasan mengenai etika AI menjadi lebih mudah dicerna, terutama karena peserta bisa langsung berhadapan dengan contoh situasi yang mungkin mereka temui ketika menggunakan teknologi sehari-hari.
Sesi tersebut juga dilengkapi dengan pembagian doorprize bagi peserta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan plakat secara simbolis dari tim PKM Magister Teknik Informatika UNPAM kepada Ketua PKBM Geliat Bocah Kampoeng, Eko Hartanto, S.P.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari bentuk apresiasi sekaligus simbol kemitraan antara UNPAM dan PKBM Geliat Bocah Kampoeng.
Ketua Tim sekaligus perwakilan mahasiswa S2 Teknik Informatika UNPAM, Afif Khoirul, mengatakan pihaknya mengapresiasi antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat mengapresiasi semangat belajar adik-adik di PKBM Geliat Bocah Kampoeng. Melihat antusiasme mereka aktif dalam praktik langsung, games, dan tanya jawab membuat kami yakin bahwa potensi literasi digital di tingkat masyarakat kita sangat besar jika terus dibina,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UNPAM berharap kolaborasi dengan PKBM Geliat Bocah Kampoeng dapat terus berlanjut. Edukasi mengenai AI pun tidak berhenti pada kemampuan memakai teknologinya, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa menggunakannya secara aman, kritis, dan bertanggung jawab.
Di tengah semakin mudahnya AI ditemukan dalam berbagai aplikasi dan layanan digital, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari literasi digital. Afinal, bisa menggunakan AI mungkin semakin mudah, tetapi memahami kapan harus percaya, apa yang boleh dibagikan, dan bagaimana menggunakannya dengan benar adalah kemampuan yang perlu terus dibangun.
Hani Nur Fajrina
Jurnalis


