Malware Makin Pintar, Kini Susupi Aplikasi Wallpaper buat Gamer

Uzone.id — Peneliti keamanan
siber Kaspersky kembali menemukan kampanye penyebaran malware dengan trik yang
cukup pintar.
Malware ini menyusup ke aplikasi dan menginfeksi sejumlah
paket wallpaper yang sering kali digunakan para gamer untuk mempercantik
tampilan setting game mereka di desktop.
"Platform terpercaya kini dapat disalahgunakan untuk mendistribusikan malware, serangan tersebut bergantung pada kepercayaan pengguna terhadap konten yang dihosting dalam ekosistem yang sah," kata Maxim Starodubov, pakar keamanan siber Kaspersky.
Ia melanjutkan, “Meskipun banyak kelompok malware yang
terlibat sudah dikenal luas, mekanisme penyebarannya memungkinkan penyerang
untuk menjangkau sejumlah besar calon korban melalui konten yang tampaknya
tidak berbahaya.”
Sejumlah paket wallpaper yang terinfeksi malware saat ini
telah diunduh ribuan kali oleh pengguna. Korban paling banyak ditemukan di
China dan Rusia, namun kasus juga terdeteksi di Singapura, Hong Kong, Jerman,
Vietnam, India, dan juga Kanada.
Steam Workshop sendiri adalah fitur yang memungkinkan
pengguna mengunduh berbagai konten buatan komunitas, seperti mod game, peta,
hingga wallpaper. Sementara itu, Wallpaper Engine biasanya digunakan pengguna
untuk memasang wallpaper animasi atau interaktif yang memang membutuhkan
aplikasi untuk memasangnya.
Karena berbasis aplikasi, Kaspersky menjelaskan bahwa fitur
wallpaper ini bisa menjalankan program secara langsung di komputer pengguna.
Celah inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk menyisipkan malware ke dalam
wallpaper yang tampak normal.
Peneliti menemukan puluhan wallpaper berbahaya yang beredar
melalui Steam Workshop. Beberapa di antaranya bahkan telah diunduh hingga
puluhan ribu kali.
Dalam beberapa kasus, malware disisipkan langsung ke dalam paket wallpaper. Pada kasus lain, malware disembunyikan dalam file arsip yang dilindungi kata sandi. Setelah wallpaper dipasang, malware berbahaya ini akan berjalan secara otomatis tanpa disadari pengguna.
Salah satu contoh yang ditemukan Kaspersky adalah wallpaper
yang tampak seperti wallpaper animasi biasa. Namun di balik layar, wallpaper
tersebut menginstal backdoor bernama DarkKomet yang dapat mencuri informasi
akun Steam dan mengambil alih sesi login yang sedang aktif.
Selain DarkKomet, peneliti juga menemukan malware lain
seperti Lumma, Vidar, dan RenEngine yang digunakan untuk mencuri data atau
mengunduh malware tambahan ke perangkat korban.
Serangan ini kemungkinan dilakukan oleh beberapa kelompok
pelaku yang berbeda. Meski menggunakan malware yang beragam, tujuan utamanya
sama, yaitu mencuri akun game dan data pengguna.
Untuk mengurangi risiko, Kaspersky mengimbau pengguna agar
tetap berhati-hati saat mengunduh konten buatan pengguna, meski berasal dari
platform resmi.
Pengguna juga disarankan memeriksa reputasi pembuat konten
sebelum menginstal file dan menggunakan solusi keamanan yang dapat mendeteksi
ancaman siber.
.jpg%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)
