Menggigit Kuku Bukan Hal Lumrah, Melainkan Tanda Stres Saat Cemas

13 March 2018 by
Menggigit Kuku Bukan Hal Lumrah, Melainkan Tanda Stres Saat Cemas

Uzone.id - Beberapa anak dan remaja memang punya kebiasaan menggigit kuku. Pada beberapa di antara mereka, kebiasaan tersebut tidak terbawa sampai dewasa.

Jika kamu adalah orang dewasa yang suka mengigit kuku, kamu mungkin telah melakukannya sejak remaja atau kanak-kanak.

Lantas, mengapa beberapa orang punya kebiasaan mengigit kuku? Ada beberapa faktor, pertama yaitu orang tua kamu bisa menjadi penyebabnya.

Menurut WebMD, para ilmuwan tidak yakin, apakah mengigit kuku terjadi karena faktor genetik. Tapi, anak-anak yang punya orang tua yang gemar mengigit kuku, cenderung mengigit kuku juga.

Studi bahkan menunjukkan, hal ini tetapi terjadi ketika orang tua telah berhenti melakukannya sebelum anak lahir.

via GIPHY

Namun, mengigit kuku juga bisa menjadi tanda stres emosional atau mental. Secara medis, menggigit kuku yang merupakan kebiasaan untuk menghilangkan stres secara umum disebut onychophagia.

Hal ini cenderung muncul pada orang yang gugup, cemas, atau merasa sedih. Mengigit kuku menjadi cara untuk mengatasi perasaan ini.

Kamu mungkin juga melakukannya saat sedang bosan, lapar, atau merasa tidak aman. Kamu mungkin melakukan tindakan ini tanpa menyadarinya, tanpa berpikir.

Saat menggigit kamu, kamu bisa jadi sedang terlibat aktivitas lain, seperti membaca, menonton televisi, atau berbicara di telepon.

via GIPHY

Kamu tidak hanya menggigit kuku, tetapi juga menggigit kutikula (lapisan pada permukaan kulit yang terdiri atas bagian sel yang telah mati), dan jaringan lunak yang mengelilingi kuku.

Kalau kamu masih punya kebiasaan menggigit kuku, kamu perlu segera menghentikannya. Jika tidak, ada beberapa masalah lain yang bisa timbul.

Menggigit kuku bisa menyebabkan ujung jari menjadi merah dan sakit, serta kutikula berdarah.

Menggigit kuku juga meningkatkan risiko infeksi di sekitar kuku dan mulut kamu. Dalam jangka panjang, menggigit kuku bisa mengganggu pertumbuhan kuku secara normal, dan menyebabkan kuku cacat.

Pada kasus yang jarang terjadi, menggigit kuku mungkin merupakan gejala Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Kelainan psikologis ini memicu pikiran obsesif dan perilaku yang bersifat kompulsif.

 

Apa Reaksi Anda ?

Love
50%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
50%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

loading...
56 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
aznizam7 az 29 August 2018 | 21:40:31

do you have a few minutes and I will have

Nuyul Xl 29 August 2018 | 13:27:55

artikel yang di sajikan selalu menarik untuk di baca

Syfageweg Geweg 29 August 2018 | 07:52:11

iya 4578875677899

gy gg 28 August 2018 | 18:23:35

artikel sangat penting untuk wawasan nusantara

Ridwansah 28 August 2018 | 09:43:59

Saya selalu puas atas artikel yang diberikan oleh uzone.id sebab selalu menyediakan yang fakta dan real

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Recommended For You

To Top