Meta Blokir Iklan TikTok dan CapCut di 7 Negara, Termasuk Indonesia
Meta melarang iklan dari platform ByteDance (termasuk TikTok) di Facebook, Instagram, dan Threads di 7 negara, termasuk Indonesia.

Highlight Artikel
- Meta akan melarang iklan dari platform milik ByteDance, termasuk TikTok, CapCut, dan Lemon8, muncul di platformnya seperti Facebook dan Instagram.
- Larangan ini berlaku di 7 negara: Amerika Serikat, Kanada, Mesir, Indonesia, Jepang, Thailand, dan Vietnam.
- Kebijakan ini mencakup iklan langsung dari TikTok serta iklan pihak ketiga yang mengarahkan pengguna ke layanan ByteDance.
- Meta menyatakan larangan ini adalah praktik bisnis umum untuk tidak mempromosikan pesaing yang menarik pengguna keluar dari aplikasi mereka.
Uzone.id — Induk
Instagram, Facebook dan Threads akan melarang iklan dari platform milik
ByteDance seperti TikTok, muncul di platformnya. Larangan ini akan segera
berlaku di 7 negara, termasuk Indonesia.
Gak cuma iklan langsung dari TikTok, larangan ini juga
berlaku bagi pengiklan pihak ketiga yang memasang iklan di Facebook hingga
Instagram dengan link yang mengarahkan langsung ke TikTok atau layanan
ByteDance lainnya.
Ini artinya, pengguna tidak akan lagi mendapat iklan promosi
yang mengarahkan mereka untuk masuk ke platform milik ByteDance, termasuk
TikTok, CapCut, Lemon8 dan lainnya.
Tidak disebutkan apakah nantinya larangan ini akan berlaku juga untuk iklan e-commerce yang mengarahkan langsung ke TikTok Shop atau tidak.
Tapi, dilihat dari larangan Meta yang menyebut kalau aturan
ini ditujukan bagi seluruh platform ByteDance, kemungkinan pengguna tidak bisa
lagi mendapatkan iklan-iklan yang mengarahkan mereka ke e-commerce tersebut.
Meta beralasan kalau larangan ini diterapkan karena platform
mereka tidak berkewajiban untuk memberi ruang iklan bagi pesaing yang ingin
mengarahkan pengguna keluar dari aplikasinya.
“Kami tidak harus menayangkan iklan dari pesaing yang
bertujuan menarik orang keluar dari aplikasi kami,” kata Meta dalam
keterangannya.
Perusahaan pemilik Facebook dan Instagram itu menyebut
penolakan layanan promosi kepada pesaing ini juga merupakan praktik bisnis yang
umum.
“Menolak layanan promosi kepada pesaing merupakan praktik
bisnis yang normal di berbagai industri. Kami akan terus bersaing melalui
kualitas produk dan pengalaman pengguna,” lanjut perusahaan.
Kebijakan ini menyasar iklan-iklan berbayar di platform mereka, termasuk promosi dari pihak ketiga yang mengarahkan pengguna ke layanan milik ByteDance. Jadi, cakupan larangan yang diumumkan adalah larangan untuk pemasangan iklan saja, bukan pemblokiran aplikasi TikTok di negara-negara tersebut.
Langkah Meta soal iklan ke TikTok ini semakin mewarnai
persaingan antara platform-platform media sosial ini. Apalagi TikTok menjadi
salah satu pesaing utama Meta dalam menarik perhatian pengguna, kreator, dan
juga iklan.
Sesuai dengan pernyataan Meta yang menyebut kalau cara ini
adalah hal yang umum dalam sebuah bisnis, ByteDance bahkan sudah lama melarang
adanya iklan yang mengarahkan pengguna untuk pindah ke aplikasi lain.
Berdasarkan laporan dari Reuters, dikutip Jumat, (09/10),
TikTok menyebut kalau layanannya tidak mendukung tautan yang langsung membuka
atau membuat pengguna masuk ke aplikasi media sosial lain.
Meski begitu, pengguna masih bisa memasang link media sosial
tersebut di profil masing-masing. Hingga saat ini, baik TikTok maupun ByteDance
belum memberikan tanggapan atas larangan iklan dari Meta tersebut.
FAQ Artikel
Apa kebijakan baru yang diterapkan Meta terkait iklan?
Meta akan melarang iklan dari platform milik ByteDance (seperti TikTok, CapCut, dan Lemon8) untuk muncul di platformnya, yaitu Facebook, Instagram, dan Threads.
Negara mana saja yang terpengaruh oleh kebijakan larangan iklan Meta ini?
Larangan ini akan segera berlaku di 7 negara: Amerika Serikat, Kanada, Mesir, Indonesia, Jepang, Thailand, dan Vietnam.
Apakah larangan ini juga berlaku untuk iklan pihak ketiga yang mengarahkan ke TikTok?
Ya, larangan ini juga mencakup pengiklan pihak ketiga yang memasang iklan di Facebook atau Instagram dengan tautan yang mengarahkan langsung ke TikTok atau layanan ByteDance lainnya.
Apa alasan Meta menerapkan larangan iklan ini?
Meta beralasan bahwa mereka tidak berkewajiban untuk menyediakan ruang iklan bagi pesaing yang ingin menarik pengguna keluar dari aplikasinya, dan menyebut praktik ini sebagai hal yang umum dalam bisnis.
Apakah larangan ini berarti aplikasi TikTok akan diblokir di negara-negara yang disebutkan?
Tidak, larangan ini hanya menyasar iklan-iklan berbayar dan promosi, bukan pemblokiran atau pembatasan penggunaan aplikasi TikTok itu sendiri di negara-negara tersebut.
Vina Insyani
Jurnalis

