Home
/
Digilife

Meta Didenda Rp320 T Gegara Bikin Anak Kecanduan Facebook & Instagram

Meta akan membayar denda Rp320 triliun dan menerapkan fitur pelindung baru akibat gugatan dampak adiktif Facebook dan Instagram pada anak di AS.

 Meta Didenda Rp320 T Gegara Bikin Anak Kecanduan Facebook & Instagram

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Meta akan membayar denda USD18 miliar (sekitar Rp320 triliun) untuk menyelesaikan gugatan terkait dampak adiktif Facebook dan Instagram pada anak-anak di AS.
  • Denda ini merupakan yang terbesar yang pernah dibayarkan oleh Meta, menyusul gugatan dari 48 negara bagian AS dan wilayah lainnya.
  • Gugatan menyoroti fitur-fitur seperti algoritma dan notifikasi berulang yang dianggap memicu kecanduan serta kelalaian Meta dalam melindungi pengguna muda.
  • Sebagai bagian dari kesepakatan, Meta akan menerapkan perubahan signifikan pada platformnya, termasuk verifikasi orang tua, batasan waktu penggunaan dua jam per hari untuk remaja, dan fitur Night Mode.

Uzone.id — Meta akhirnya ‘kalah’ dan harus merogoh kocek hingga USD18 miliar atau sekitar Rp320 triliun untuk menyelesaikan gugatan terkait dampak Facebook dan Instagram terhadap anak-anak di Amerika Serikat.

Uang denda ini mau tak mau harus dibayarkan Meta setelah puluhan negara bagian Amerika Serikat kompak menuntut perusahaan teknologi tersebut karena berhasil membuat anak-anak mereka kecanduan Instagram dan Facebook.

Uang tersebut harus dibayarkan ke 48 negara bagian, ditambah ke Distrik Kolumbia dan juga 3 wilayah AS lainnya. BBC melaporkan bahwa angka tersebut merupakan denda paling besar yang pernah dibayarkan oleh Meta.

"Ini adalah momen penting untuk membersihkan industri yang telah merugikan anak-anak kita," kata Jaksa Agung California Rob Bonta, dikutip dari BBC.






Untungnya, denda ini tidak harus dibayar secara langsung, Meta bisa menyicilnya hingga periode 10 tahun ke depan ke negara-negara tersebut.

Meta sendiri sudah dituntut semenjak tahun 2023 lalu soal perkara ini, dimana sejumlah negara bagian AS menuduh Meta mengetahui risiko yang bisa ditimbulkan media sosial mereka terhadap anak-anak dan remaja, tetapi tetap lalai dan tidak cukup melindungi pengguna mudanya.

Salah satu yang mereka sorot adalah fitur-fitur yang bikin anak muda kecanduan, seperti fitur algoritma dan rekomendasi yang dianggap "memanipulasi dopamin" mereka agar anak-anak dan remaja lebih sering dan berlama-lama di platform tersebut.

Meta juga dituduh terus mempersulit pengguna kalangan anak-anak muda dalam mengurangi penggunaan aplikas dengan cara mengirimkan notifikasi berulang kali untuk mendorong mereka membuka aplikasi terus menerus.

Gugatan tersebut akhirnya berkembang menjadi salah satu kasus terbesar yang dihadapi Meta terkait keselamatan anak di internet.






Selain membayar miliaran dolar, Meta juga harus menerapkan sejumlah perubahan pada Facebook dan Instagram, khususnya untuk pengguna remaja. Salah satunya adalah fitur verifikasi orang tua serta batasan waktu untuk anak-anak.

Meta akan menerapkan batasan atas penggunaan media sosial selama dua jam per hari secara default untuk pengguna remaja. Batas ini berlaku secara kumulatif di Facebook dan juga Instagram.

Meta juga akan menerapkan fitur Night Mode, yang membatasi penggunaan aplikasi pada malam hari, termasuk pemblokiran akses antara tengah malam hingga pukul 06.00 pagi tanpa persetujuan orang tua.

Notifikasi selama jam sekolah juga akan dibatasi. Selain itu, beberapa fitur lain seperti penyembunyian jumlah likes, opsi menggunakan feed tanpa algoritma, hingga kemampuan mematikan autoplay juga akan diterapkan di Facebook dan Instagram sebagai bagian dari kesepakatan mereka.


FAQ Artikel

Berapa denda yang harus dibayar Meta dan mengapa?

Meta harus membayar denda USD18 miliar (sekitar Rp320 triliun) untuk menyelesaikan gugatan dari puluhan negara bagian AS yang menuduh platform Facebook dan Instagram menyebabkan kecanduan pada anak-anak.

Fitur apa saja yang disorot dalam gugatan terhadap Meta?

Gugatan menyoroti fitur seperti algoritma dan rekomendasi yang dianggap "memanipulasi dopamin" serta notifikasi berulang yang mendorong penggunaan aplikasi secara berlebihan oleh anak-anak dan remaja.

Perubahan apa yang akan diterapkan Meta pada platformnya setelah gugatan ini?

Meta akan menerapkan verifikasi orang tua, batasan waktu penggunaan dua jam per hari untuk remaja secara default, fitur Night Mode (pemblokiran akses tengah malam hingga pukul 06.00 pagi tanpa persetujuan), pembatasan notifikasi saat jam sekolah, serta opsi menyembunyikan jumlah likes dan mematikan autoplay.

Apakah Meta harus membayar denda ini secara langsung?

Tidak, Meta bisa menyicil pembayaran denda ini hingga periode 10 tahun ke depan kepada negara-negara yang terlibat.

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article