home ×
Digilife

Nomor WhatsApp 5 Pejabat Indonesia Ini Pernah Dicuri Penjahat Online

06 May 2021 By
Nomor WhatsApp 5 Pejabat Indonesia Ini Pernah Dicuri Penjahat Online
Share
Share
Share
Share

Ilustrasi (Foto: Jamie Street / Unsplash)

Uzone.id - Penjahat online yang kerjanya mencuri nomor WhatsApp orang lain tak pandang bulu menargetkan korbannya. Tak cuma kalangan masyarakat biasa, mereka juga berani mencuri nomor WhatsApp milik para pejabat di Indonesia.

Pembajakan nomor WhatsApp terjadi karena pengguna yang tak sadar telah memberikan kode OTP kepada penjahat online tersebut.

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri meminta masyarakat agar tidak memberikan kode atau meng-klik link jika ada pesan teks mengatasnamakan WhatsApp.

Itu merupakan modus penjahat online untuk mengambil alih WhatsApp dengan meminta One Time Password (OTP). Bila OTP itu diberikan maka akun WhatsApp kamu akan diambil alih oleh penjahat.

Berikut ini daftar para pejabat di Indonesia yang pernah mengalami nomor WhatsApp-nya dicuri penjahat online. 

1. Kadishub DKI Jakarta

Pada Januari 2020, salah seorang wartawan dan staf Kasudishub DKI Jakarta dilaporkan dikirimi pesan WhatsApp yang menggunakan foto profil Kasudis Perhubungan Erwansyah.

Erwansyah mengaku kemungkinan pembajak nomor WhatsApp-nya mencuri dari akun Facebook miliknya.

Bahkan, stafnya tertipu orang yang mengaku sebagai dirinya.

Penjahat yang mengatasnamakan Erwansyah itu meminta uang Rp2 juta dan menjanjikan akan ditransfer kembali ke rekening pengirim.

"Saya sayangkan juga staf saya tidak konfirmasi lagi ke kontak saya, padahal buat apa juga saya minta uang kepada staf, kan aneh," kata Erwansyah saat itu.

BACA JUGA: Cerai dengan Melinda, Intip Kekayaan Bill Gates yang Bikin Melongo

2. Kapolres Kena Bajak

Pada Maret 2021, nomor WhatsApp milik Kapolres Bangka Tengah AKBP Slamet Ady Purnomo telah dibajak oleh penjahat online.

Penjahat mengaku Kapolres mengirimkan pesan WhatsApp kepada calon korban dengan meminjam sejumlah uang.

Melansir situs Humas Polri, Kapolres Slamet mengatakan bahwa modus penipuan itu dengan mengirim pesan elektronik kode aktivasi, untuk mengaktivkan kembali akun WhatsApp.

"Kemudian setelah kode aktivasi dimasukkan, maka akun WhatsApp dan nomornya langsung berpindah tangan. Setelah nomor dan akunnya dia kuasai, lalu mengirimkan pesan secara acak ke nomor kontak,” kata Slamet, seperti dilansir JPNN.

Setelah akun WhatsApp dan foto profil dikuasai penjahat, kemudian penjahat itu menggunakannya untuk tindak pidana penipuan, dengan cara meminjam sejumlah uang.

3. Pejabat Kalimantan 

Pada Juli 2019, nomor WhatsApp milik Sekretaris Dinas Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Matius Jon, dibajak penjahat online.

Penjahat itu menggunakan nama Matius untuk meminta uang ke sejumlah orang. Media mengabarkan bahwa modus penjahat itu mengkloning nomor yang dipakai Matius. 

Pelaku meminta dikirimkan uang ke rekening CMB Niaga dengan nomor rekening 704777869700 atas nama Abd Wardiman Wahid.

“Sejauh ini memang belum ada yang menjadi korban. Untuk sementara saya belum lapor polisi. Tapi saya akan lihat perkembangan. Jika ada yang jadi korban, akan saya buatkan laporan,” kata dia, seperti dilansir Jawa Pos.

Matius bahkan mendapat kiriman tangkapan layar WhatsApp dari rekan-rekannya yang berisi permintaan sejumlah uang.

Beruntung tidak ada korban dari aksi penipuan yang memanfaatkan nama Matius.

BACA JUGA: Urus Harta Gono-gini, Bill Gates Tunjuk Pengacara Berusia 97 Tahun

4. Wagub Gubernur DKI Jakarta

Nomor WhatsApp milik Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sempat dibajak oleh penjahat online.

Riza mengumumkan lewat akun Instagram @arizapatria, pada Selasa (27/4/2021) bahwa nomor WhatsApp-nya telah dibajak orang lain dan dipakai untuk penipuan.

"Pemberitahuan Tentang Status Nomor WhatsApp (WA) Ponsel Wagub DKI Jakarta.

Assalamualaikum Wr. Wb. Dengan hormat kami sampaikan, bahwa WA kami dengan nomor: 0816-891-396, telah diambil alih oleh pihak lain, dan digunakan untuk penipuan.

Mohon berhati-hati, dengan tidak membalas pesan apa pun dari nomor WA tersebut.

Untuk sementara, saya (Ariza) dapat dihubungi di nomor ajudan, WA: 0816712032 (Anton) / WA: 0812-1263-3254 (Sandi).

Mohon maaf atas ketidaknyaman Ibu-Bapak serta teman-teman semua, terima kasih kami haturkan."

Namun, tak lama postingan pengumuman akun WhatsApp telah dibajak dihapus kembali.

5. Anggota DPD DKI Jakarta  

Pada Februari 2021, penjahat online juga berhasil membajak nomor WhatsApp anggota DPD DKI Jakarta Fahira Idris.

Fahira membuat pengumuman di Twitter jika nomor WhatsApp-nya telah dicuri. 

Peretas dengan mengatas namakan 'Fahira Idris' telah meminta uang kepada nomor lain sebesar Rp3 juta dengan cara ditransfer ke Bank CIMB-Niaga. Janji si peretas, uang itu akan dikembalikan nantinya.

"NOMOR HP SAYA DI HACK. Assalamualaikum.wr.wb Kepada semua Sahabatku Untuk TIDAK MENGINDAHKAN permintaan apapun terhadap Nomor HP berikut ini : 0813 9879 9340 (Karena Nomor Tersebut sedang di Retas orang meminta pinjam uang di Rekening Bank). JANGAN dihiraukan ya Wassalam."

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id