Pemprov DKI Gelontorkan Rp5 Triliun buat Bus Listrik TransJakarta
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp 5,07 triliun untuk elektrifikasi bus TransJakarta, menargetkan 100% armada ramah lingkungan pada 2029/2030.

Highlight Artikel
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,07 triliun untuk elektrifikasi armada bus TransJakarta.
- Target 100% armada TransJakarta bertenaga listrik, hidrogen, atau hybrid pada tahun 2029 (menurut Gubernur Pramono Anung) dan 2030 (menurut PT Transjakarta).
- Saat ini, sekitar 500 dari 3.782 bus TransJakarta yang beroperasi di Ibu Kota sudah menggunakan tenaga listrik.
- Operasional bus listrik TransJakarta terbukti lebih hemat sekitar 5 persen per kilometer dibandingkan bus konvensional.
Uzone.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta serius menggarap transportasi umum ramah lingkungan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp 5,07 triliun telah disiapkan khusus untuk mendukung elektrifikasi armada bus TransJakarta.
Langkah ini diambil oleh Pemprov DKI Jakarta demi mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum yang lebih bersih dan minim polusi.Pengumuman penting tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara penandatanganan 15 kerja sama yang melibatkan BUMD, BUMN, serta perangkat daerah di Balai Kota Jakarta pada Senin (12/10/2026).
Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan armada publik sekaligus memperbaiki kualitas udara Jakarta secara signifikan.
"Pada tahun 2029, bus kita semuanya sudah menggunakan listrik, hidrogen, ataupun hybrid," ujar Pramono dikutip dari Detik.
Dari keseluruhan armada TransJakarta yang saat ini mencapai sekitar 3.782 bus, baru ada sekitar 500 bus listrik yang sudah beroperasi di jalanan Ibu Kota.
"Dan kalau itu sudah bisa diwujudkan, sebenarnya hampir 100% bus kita itu bus elektrik, hybrid, dan hidrogen. Karena sebentar lagi akan ada bus hidrogen dan juga hybrid," tuturnya.
Elektrifikasi armada kendaraan umum ini merupakan salah satu strategi kunci untuk menekan polusi udara di Jakarta.
Namun, Pemprov DKI tidak berhenti di situ saja. Selain memfokuskan penggunaan kendaraan listrik, pihak pemprov juga bakal berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat guna menangani dampak polusi dari sektor lain, seperti aktivitas industri dan keberadaan pembangkit listrik.
Di sisi lain, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatatkan operasional bus listrik terbukti lebih hemat sekitar 5 persen per kilometer dibandingkan bus konvensional.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasi dan Keselamatan Transjakarta M Deddy Gamawan dalam forum internasional bertajuk "Mobilizing Climate Finance for Sustainable Mobility" di Bangkok, Thailand.
Dalam keterangan resminya, Deddy mengatakan elektrifikasi bukan sekedar mengganti jenis kendaraan, tapi juga membangun ekosistem transportasi masa depan yang utuh.
"Pengalaman berharga yang kami bangun di Jakarta ini kami bagikan agar transisi hijau di kota-kota ASEAN dapat terakselerasi lebih cepat, lancar, dan efisien," ujar Deddy.
Transjakarta menargetkan 50 persen armada terelektrifikasi pada 2027 dan 100 persen bus listrik di 2030 mendatang nanti.
FAQ Artikel
Berapa anggaran yang disiapkan Pemprov DKI untuk elektrifikasi TransJakarta?
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,07 triliun khusus untuk mendukung elektrifikasi armada bus TransJakarta.
Kapan semua armada bus TransJakarta ditargetkan menggunakan listrik, hidrogen, atau hybrid?
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pada tahun 2029, sedangkan PT Transjakarta menargetkan 100 persen bus listrik pada tahun 2030.
Berapa banyak bus listrik TransJakarta yang sudah beroperasi saat ini?
Dari total sekitar 3.782 bus TransJakarta, saat ini baru ada sekitar 500 bus listrik yang sudah beroperasi di jalanan Ibu Kota.
Apa manfaat operasional bus listrik bagi TransJakarta?
Operasional bus listrik terbukti lebih hemat sekitar 5 persen per kilometer dibandingkan bus konvensional, selain menjadi strategi kunci untuk menekan polusi udara di Jakarta.
Brian Priambudi
Jurnalis

