Digilife

Rawan Hoaks, WhatsApp Bagikan 3 Pilar Melawan Informasi Palsu

  • 05 October 2021
  • Bagikan :

    Ilustrasi Foto: Christian Wiediger/Unsplash

    Uzone.id - Hoaks dan misinformasi menjadi ancaman yang cukup serius bagi ketahanan digital di Indonesia. Dari 23 Januari 2020 hingga awal Oktober 2021 ini, hoaks dan misinformasi mengenai COVID-19 sudah mencapai 1.929 kasus.

    Sebagai penyedia layanan perpesanan yang banyak digunakan masyarakat Indonesia, Whatsapp membagikan cara untuk ikut berkontribusi dalam menangkal informasi yang salah di platform WhatsApp.

    Dari sisi penyedia platform, Esther Samboh, Manajer Kebijakan Publik WhatsApp untuk Indonesia menyebutkan bahwa WhatsApp memiliki 3 pilar untuk menghalau penyebaran hoaks di dalam platformnya. Tiga pilar tersebut adalah produk, kolaborasi, dan kemitraan.

    Baca juga: Sepanjang September-Oktober, Facebook Sudah Down Lebih dari 7 Kali

    Dari sisi Produk, WhatsApp menghadirkan fitur-fitur yang bisa dimanfaatkan oleh individu untuk menghentikan informasi yang salah dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

    Fitur-fitur ini sudah cukup diketahui banyak orang, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Contohnya adalah fitur Laporkan/Report dan juga fitur Blokir untuk kontak-kontak yang menyebarkan hoaks. 

    “Fitur ini bisa membantu program WhatsApp yang bekerja 24 jam non-stop untuk mendeteksi laporan-laporan tersebut,” kata Esther.

    Jadi, apabila pengguna menemukan sebuah hoaks dan ingin berkontribusi untuk menghalau penyebaran informasi palsu dan salah tersebut, maka pengguna bisa melaporkan akun tersebut agar WhatsApp bisa menindaklanjuti kontak tersebut.

    WhatsApp juga memiliki kode-kode dalam aplikasi, seperti label ‘forwarded’ dan ‘forwarded many times’ yang artinya pesan ini disebarkan bukan hanya oleh pengguna yang satu kontak namun oleh orang lain dan telah dibagikan berkali-kali.

    Baca juga: Facebook, Instagram, WhatsApp Down Selama 6 Jam, Apa Penyebabnya?

    Dengan label ini, pengguna bisa mencari tahu lebih dalam mengenai kebenaran dari isi pesan tersebut, karena biasanya hoaks dikirim lebih dari satu kali dan memiliki label ‘forwarded’.

    Pembatasan pesan dengan label ‘forwarded’ atau ‘forwarded many times’ di WhatsApp ternyata telah mengurangi penyebaran pesan viral sebanyak 75 persen secara global dan secara umum.

    Kemudian yang kedua adalah Kolaborasi. WhatsApp telah melakukan banyak program kolaborasi termasuk kerjasama dengan ICT Watch. 

    Kerjasama WhatsApp dengan ICT Watch sepanjang tahun 2021 telah menghadirkan sekitar 5 program, mulai dari Roadshow ke kota-kota di Indonesia, Program JaWAra Internet Sehat, podcast rutin, online course dan content video. WhatsApp juga melakukan kampanye antisipasi hoaks melalui program ABC (Amati Isinya, Baca sampai habis, Cek sumbernya).

    Selanjutnya adalah Kemitraan. WhatsApp memiliki kemitraan bersama third party fact checker atau organisasi cek fakta di Indonesia dalam mengembangkan sebuah chatbot yang cukup mudah untuk digunakan oleh semua kalangan. 

    Chatbot ini merupakan layanan yang disediakan oleh organisasi cek fakta di Indonesia. Chatbot tersebut adalah Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) dengan nomor kontak +62-859-2160-0500.

    Bagi pengguna yang ingin memeriksa terkait informasi yang mereka terima, bisa dengan cara menambahkan kontak tersebut untuk mulai berkomunikasi dan mendapatkan tips melindungi diri dari hoaks.