icon-category Gadget

Review Realme Pad Mini: Tablet Pertama Realme yang Mengesankan

Realme Pad Mini (Foto: Yudi Agustia/Uzone.id)

Uzone.id - Apa sih yang kalian harapkan dari tablet harga Rp2 jutaan? Buat saya yang performance oriented, tablet yang punya performa tidak patah-patah atau tidak ngelag saat dipakai harian sudah cukup bagus. Begitulah yang terjadi pada Realme Pad Mini, tablet yang sudah beberapa minggu saya gunakan untuk kebutuhan review.

Realme Pad Mini merupakan tablet pertama Realme yang beredar resmi di Indonesia. Dengan tablet, perusahaan asal China ini ingin memperkuat eksistensinya di pasar non-smartphone atau AIoT di tanah air.

Sudah cukup banyak jenis perangkat yang dipasarkan Realme, dari TWS, laptop, TV, smartwatch dan smartband, dan perangkat lainnya yang termasuk ke dalam ekosistem AIoT Realme.

Di Indonesia, Realme Pad Mini tersedia dalam dua varian, WiFi dan WiFi + 4G LTE. Masing-masing varian terdiri dari dua model RAM dan penyimpanan internal, 3/32 GB dan 4/64 GB.

Dalam review kali ini, unit Realme Pad Mini yang saya gunakan untuk pengujian adalah tipe WiFI + 4G LTE dengan RAM 4 GB dan memori penyimpanan 64 GB. Berikut ulasan lengkapnya.

Baca juga: Review: Performa Poco C40, Cukup Kuat dan Baterai Tahan Seharian

Form factor tipis, terbuat dari aluminum alloy

Realme Pad Mini memang menjadi tablet harga murah, tpi nyatanya perangkat ini tak dirancang dengan desain dan material yang murahan. Namanya juga tablet pertama di Indonesia, Realme ingin membuatnya terlihat sempurna.

Material yang digunakannya bukan plastik atau polikarbonat, melainkan aluminum alloy. Gak asal pasang saja, material ini melewati berbagai macam proses, termasuk CNC diamond cutting dan sandblasting agar build quality-nya terjamin.

Bahan metal yang dipakainya begitu terasa ketika menggenggam tablet ini. Tablet ini terasa tough dan padat, tak terasa ‘kopong’ ketika bodi belakangnya diketuk beberapa kali.

Dari keterangan yang tim Uzone.id terima, Realme sampai berani mengklaim kalau Pad Mini adalah tablet paling tipis di segmen harga yang sama. Ketebalannya cuma 7,6mm saja dengan berat mencapai 372 gram.

Soal tipis, memang tablet ini terasa ramping dan mudah diselipkan ke dalam tas. Tapi terkait bobot, Realme Pad Mini tergolong cukup berat, namun hal ini bisa dimaklumi lantaran materialnya yang bukan ‘kaleng-kaleng’.

Baca juga: Review Oppo Reno8 5G: Performanya Bikin Kagum, Tapi 'Over Price'

Desain minimalis

Saya tak expect banyak soal desain dari Realme Pad Mini. Dibangun menggunakan material tangguh pun sudah lebih dari cukup buat saya, ketika tablet di rentang harga serupa biasanya menggunakan material polikarbonat atau glastic

Ada dua opsi warna, dimana salah satunya adalah Blue seperti unit Realme Pad Mini yang saya review. Warna ini cenderung polos, gak ada efek gradasi, pantulan cahaya atau gimmick lainnya.

Menegaskan material aluminum alloy yang digunakan, warnanya mempunyai tekstur seperti besi yang terlihat mentereng. Kekurangannya, bodinya mudah tertempel jejak sidik jari, tapi mudah kok untuk menghilangkannya.

Tepat di sudut kiri atas layar, terdapat modul kamera mungil dengan satu lingkaran kamera saja. Ini nih yang bikin ambigu. Saya kira keterangan di bawah kamera adalah ‘80MP AI Camera’, tapi ternyata 8.0MP AI Camera. Bisa aja nih, Realme!

Di tiap sisinya, pada bagian atas ada lubang speaker dan jack audio 3,5mm, di bawah tersedia mikrofon, port USB-C dan speaker utama. Di kanan, Realme menyematkan tombol power dan volume bersamaan. Sedangkan di kiri, tersedia slot SIM hybrid yang berguna untuk menambah kapasitas penyimpanan dengan microSD.

Baca juga: Review: Acer Aspire Vero NatGeo, Laptop Daur Ulang yang Pas Buat Kerja

Layar enak buat gambar, audionya juara

Realme Pad Mini dibekali dengan layar IPS LCD seluas 8,7 inci dengan resolusi 800 x 1.340 piksel. Realme menyebut resolusinya sebagai WXGA+ atau wide extended graphics array.

Rasio layarnya melebar 5:3, dengan bezel yang cukup tebal di tiap sisinya. Apalagi bagian atas dan bawah, lebih tebal ketimbang sisi kiri-kanan layar. Pada bingkai bagian atas, disematkan kamera depan 5MP yang bisa difungsikan sebagai alat bantu ketika video conference.

Boleh dibilang, resolusi layar Realme Pad Mini kurang memuaskan mata. Saya maklumkan itu, karena Realme pun harus ‘memutar otak’ untuk menekan harga perangkatnya agar menarik minat dan perhatian konsumen.

Sebagai gantinya, layar Realme Pad Mini diberikan fitur perlindungan untuk mata, sehingga pengguna tidak mudah kelelahan menatap layar tablet dalam waktu yang lama. 

Salah satu fitur keamanan dan kenyamanan mata adalah Dark Mode yang akan menyesuaikan kecerahan layar minimal 2 nits, terutama saat pengguna memakai tablet ketika lampu padam.

Fitur lainnya, Sunlight Mode agar layar masih bisa dilihat dengan baik saat berada di luar ruangan. Fitur ini efektif bikin konten di layar tampil dengan kualitas yang baik, meski digunakan di luar ruangan dengan matahari yang terik.

Fitur layar lainnya yang tak kalah menarik adalah Reading Mode. Fitur ini bikin Realme Pad Mini layaknya tablet untuk membawa eBook, lantaran mampu menyimulasikan tekstur halaman buku.

Menariknya, layar Realme Pad Mini ternyata ramah buat para kreator konten, terutama orang-orang yang suka menggambar. Dipasangkan dengan stylus yang kompatibel, perangkat ini ternyata nyaman buat jadi alas gambar.

Tersedia aplikasi Sketchbook yang sudah terpasang langsung di tablet. Pilihan alat gambarnya banyak banget, warnanya pun kaya. Kalian tinggal membubuhkan stylus yang bagus saja untuk menggambar di tablet ini.

Kekecewaan pada layar dibayar tuntas dengan kualitas audio yang menggelegar. Walau tabletnya murah, mutu speaker stereo pada Realme Pad Mini terasa nendang dan berkualitas, baik pada suara low-mid atau mid-high.

Ditambah dengan sertifikasi Dirac dan dukungan Adaptive Surround, tablet ini bisa menyuguhkan audio yang memuaskan, terutama untuk musik atau menonton video.

Baca juga: Review Vivo X80 Pro: Gampang Panas, Kamera Bikin Takjub

Realme UI R Edition yang ringan, tapi minim fitur

Berbicara perangkat Realme, sudah pasti menggunakan sistem operasi Realme UI berbasis Android yang baru. Tapi untuk beberapa gadget kelas entry atau menengah ke bawah, Realme membekalinya dengan Realme UI R Edition. Apa bedanya?

Realme R Edition menampilkan UI Android stock dan tanpa bloatware. Di Realme Pad Mini, versi OS yang digunakan adalah Android 11, masih lumayan ketinggalan, karena smartphone atau tablet Android sekarang biasanya sudah Android 12.

Tampilan yang polos dan tanpa bloatware ini membuat beban perangkat lebih ringan, terutama untuk perangkat kelas entry yang ditenagai spesifikasi pas-pasan. Malah, R Edition ini betul-betul tak menyertakan aplikasi bawaan Realme UI sama sekali, kebanyakan software besutan Google yang bermanfaat buat para penggunanya.

Contoh, ada Kids Space, Google TV, Google One, Meet dan sebagainya. Cuma kekurangannya fitur-fitur yang biasa ada di Realme UI, tak bisa kalian coba di tablet ini. Fitur seperti Game Space, Smart Bar, long screenshot dan sebagainya, tak dihadirkan pada Realme UI R Edition.

Baca juga: Review Samsung Galaxy Z Flip4: Disempurnakan, Harganya Murah Pula

Performa pas, gak recommend untuk nge-game

Realme Pad Mini ditenagai oleh prosesor kelas low-end, tapi gak lemot-lemot amat. Prosesor yang digunakannya memang jadi andalan dari smartphone kelas entry yang beredar saat ini, yakni Unisoc Tiger T616.

Mengenal sedikit soal prosesor ini. Unisoc T616 dibangun menggunakan arsitektur 12nm dan terdiri dari dua kluster CPU octa-core. 2-core Cortex-A75 dengan clock-speed 2 GHz sebagai performance-core dan 6-core Cortex-A55 dengan kecepatan 1,8 GHz sebagai efficiency-core.

Kalau melihat sekilas spesifikasinya, boleh dibilang prosesor ini sekelas dengan MediaTek Helio G80. Sekadar informasi, SoC (system on chip) tersebut juga ditujukan bagi perangkat kelas low-end yang dibanderol dengan harga murah.

Terus bagaimana dengan performanya? Saya menggunakan dua aplikasi benchmark, AnTuTu Benchmark versi 9 terbaru dan PCMark. 

Di AnTuTu Benchmark, Realme Pad Mini mencatatkan skor 208 ribuan poin. Skornya memang tidak wah, tapi sesuai dugaan nilainya hampir menyamai perolehan perangkat dengan MediaTek Helio G80.

Berdasarkan Nano Review, perangkat dengan MediaTek Helio G80 mencatatkan skor 233 ribuan poin di AnTuTu Benchmark versi 9.

Sementara di PCMark, Realme Pad Mini meraih nilai 8.270 poin, tinggi banget buat tablet harga Rp2 jutaan lho. Jelas saja, berdasarkan grafik clock-speed yang ditampilkan PCMark, semua simulasi pengujian dijalankan dengan power 100 persen atau pada kecepatan 2 GHz di performance-core.

Pertanyaannya, apakah berpengaruh pada baterai? Baterai 6.400 mAh pada Realme Pad Mini ternyata punya daya tahan yang panjang banget. Masih menggunakan PCMark, screen on time-nya mencapai 18 jam 49 menit dengan baterai tersisa 19 persen.

Dengan kapasitas baterainya yang jumbo, Realme Pad Mini juga bisa difungsikan sebagai powerbank dadakan. Perangkat ini bisa mengisi daya baterai smartphone menggunakan kabel data berjenis OTG.

Soal fitur fast charging, Realme Pad Mini dapat diisi dayanya dengan daya hingga 18W. Konsumen pun tetap mendapatkan adaptor charger 18W dalam paket yang mereka beli.

Dari pengujian secara langsung, butuh waktu satu jam untuk dapat mengisi baterai dari 0 hingga 25 persen. Sementara kecepatan ngecas bakal menurun ketika mencapai 85 persen hingga penuh.

Baca juga: Review Xiaomi 12 Lite: Masih Mending Poco F4

Sepasang kamera yang pas untuk video conference

Sepasang kamera di Realme Pad Mini sebenarnya bukan diperuntukkan untuk ‘memotret serius’. Bukan karena hasilnya bakal mengecewakan, tapi resolusi dan detailnya bakal lebih rendah dari yang kalian bayangkan.

Tablet ini punya kamera belakang 8MP dan kamera depan 5MP. Kedua kamera ini sudah disokong oleh teknologi pencitraan berbasis AI yang diklaim bisa meningkatkan kualitas gambar yang diambil.

Cuma dari pengalaman saya menggunakan tablet ini sehari-hari, kamera belakang dan depan Realme Pad Mini punya kualitas standar, malah terasa kurang banget kalau memotret dengan pencahayaan yang kurang.

Warnanya cukup oke sebenarnya, walau terkadang terlihat agak pucat. Soal detail, cukup mengecewakan karena tidak terlihat tajam. Diperbesar beberapa kali, langsung deh kelihatan noise di mana-mana.

Kalau untuk kamera selfie, saya seringnya menggunakan kamera ini untuk video conference. Lagian, siapa yang mau selfie pakai perangkat sebesar tablet? Selain tampak aneh, juga bikin pegal tangan. Setuju?

Kualitas kamera depan Realme Pad Mini untuk rapat online cukup bagus lho. Kalau Google Meet atau Zoom, wajah saya sih kelihatan baik-baik saja. Di view finder, wajah tampak terang dengan background yang tak terlalu buram.

Hasil foto:

Kamera Realme Pad Mini

Kesimpulan

Menjadi tablet pertama Realme di Indonesia, Realme Pad Mini memberikan kesan yang positif. Desainnya sih minimalis, tapi seenggaknya Realme berusaha agar Pad Mini tak terlihat murahan.

Dari build quality-nya saja saya sudah puas. Realme tak memakai material plastik atau polikarbonat, tapi aluminum alloy yang kuat dan terlihat padat. Inilah yang mebuatnya unggul ketimbang tablet lain di rentang harga serupa.

Layar dari Realme Pad Mini memang punya resolusi yang rendah. Kendati begitu, layar yang luas ini rupanya ramah buat kreator konten yang suka gambar. Meski demikian, memang harus membeli stylus lagi agar bisa menggambar dengan nyaman di perangkat tablet ini.

Secara performa, Realme Pad Mini juga menyuguhkan kinerja yang layak. Membuka dua jendela aplikasi secara bersamaan bisa banget di tablet ini. Kiri untuk buka browser dan kanan untuk membuka aplikasi Google Docs.

Kemudian dipasangkan dengan keyboard wireless, nyaman deh kerja mobile tanpa harus membawa laptop yang berat. Cuma ya untuk main game, saya gak sarankan sama sekali. Masih terasa patah-patah atau ngelag ketika bermain game yang populer, seperti Stumble Guys, Free Fire (dengan kualitas grafis rendah), bahkan sampai Jetpack Joyride.

Hal lainnya yang saya apresiasi adalah daya tahan baterai yang luar biasa awet. Screen on-time nyaris 19 jam untuk perangkat berlayar besar sungguh jadi hasil yang mengagumkan.

Buat kalian yang memang sedang mencari tablet harga murah yang tak sampai Rp3 juta, Realme Pad Mini bisa sih dijadikan salah satu opsi terbaiknya. Apalagi kalau kalian membeli varian WiFi Only saja, sejutaan rupiah doang harganya.

Untuk dijadikan perangkat hiburan, eBook reader atau malah untuk mengerjakan kerjaan ringan, tablet ini masih proper kok.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini