Sepakat dengan Eks Karyawan, Bos Anthropic Akui AI Ancam Umat Manusia
CEO Anthropic, Dario Amodei, mengakui bahaya nyata AI superintelligence yang mengancam manusia, serta menyerukan perlambatan pengembangan dan pengujian ketat.

Foto: CEO Anthropic, Dario Amodei
Highlight Artikel
- CEO Anthropic, Dario Amodei, mengakui bahaya nyata perkembangan AI dan menyesali industri yang menyembunyikan risiko ini dari publik.
- Mantan peneliti Anthropic, Jacob Coxon, memperingatkan bahwa AI superintelligence (mampu mengembangkan diri sendiri) seperti di film Terminator, berpotensi membahayakan bahkan membunuh manusia pada tahun 2030.
- Amodei menyerukan industri teknologi untuk bekerja sama memperlambat laju pengembangan AI dan memastikan setiap model baru diuji dengan baik sebelum dirilis.
- Anthropic berencana memberikan akses permanen kepada evaluator independen untuk menguji model AI mereka demi keamanan.
Uzone.id — Perkembangan AI
yang semakin cepat ternyata membuat pembuatnya ikut khawatir. Setelah mantan
stafnya yang speak up, kini giliran CEO sekaligus pendiri Anthropic, Dario
Amodei, yang ikut mengakui kalau AI memiliki risiko nyata dan tidak bisa
diabaikan.
Ungkapan ini disampaikan Amodei setelah munculnya peringatan
dari Jacob Coxon, mantan peneliti Anthropic yang menyebut kalau Anthropic dan
OpenAI sedang “mempertaruhkan hidup manusia” lewat pengembangan AI
superintelligence, yaitu AI yang bisa meningkatkan kemampuannya sendiri tanpa
bantuan manusia.
Coxon bahkan memperingatkan kalau gambaran AI dalam film
fiksi ilmiah mirip seperti Terminator.
“Ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari, misalnya, 'Terminator' atau film-film fiksi ilmiah. AI tersebut akan menjadi cukup pintar untuk membunuh kita,” ujar Coxon.
Dalam interview tersebut, Amodei mengakui kalau perkembangan
teknologi ini semakin lama semakin curam, bahkan ia menyerukan agar industri
teknologi bekerja sama untuk memperlambat laju perkembangan kemampuan AI.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa memperlambat perkembangan
AI bukan berarti Anthropic akan berhenti membuat dan merilis model yang lebih
canggih. Menurut Amodei, setiap model baru harus diuji dengan benar sebelum
dirilis.
“Ini bukan berarti begitu. Maksudnya adalah kita harus
memastikan setiap generasi model yang kita rilis telah diuji dengan baik,”
ujarnya.
Meski sudah mengakui kalau AI berkembang sangat cepat, Amodei tetap meminta semua pihak untuk tenang dan mengatakan kalau dengan kondisi tersebut bukan berarti semua orang harus panik atau pengembangan AI harus dihentikan.
“Ini bukan berarti kita harus panik sekarang. Ini juga bukan
berarti kita harus menghentikan semuanya. Tapi saya akan mengatakan ini adalah
tanda peringatan. Ini adalah tanda peringatan bahwa kita perlu
memperlambatnya,” katanya.
Oleh karena itu, untuk membantu mengawasi keamanan AI,
Anthropic berencana memberikan akses permanen kepada evaluator independen untuk
menguji model mereka.
Sebelumnya, cuitan dari Jacob Coxon, peneliti AI yang 3
tahun bekerja di Anthropic bikin geger netizen karena mengungkap bahaya AI
super canggih yang tengah dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan AI ini.
“Saya mengundurkan diri dari Anthropic hari ini. Saya
menghabiskan 3 tahun terakhir saya untuk penelitian pra-pelatihan di OpenAI dan
Anthropic. Kedua perusahaan sayangnya tidak bertindak secara bertanggung jawab.
Mereka berlomba-lomba menuju AI super intelijen yang mampu mengembangkan diri
sendiri dan mempertaruhkan nyawa kita,” kata Coxon dalam postingannya di X,
Rabu, (10/09).
Dengan lantang, Coxon membocorkan bahwa orang-orang yang
juga membangun teknologi ini percaya kalau self-developing super intelligence
AI bisa membunuh umat manusia pada tahun 2030 mendatang.
Pernyataan Coxon ini didukung oleh peneliti AI lainnya di
Anthropic yaitu Evan Hubinger. Ia mengungkap kalau potensi AI ‘membunuh’
manusia bahkan lebih dari 10 persen.
“Pernyataan Jacob benar adanya, kami (peneliti AI) percaya
bahwa AI bisa membunuh seluruh umat manusia! Saya sendiri memperkirakan kalau
kemungkinannya lebih dari 10 persen dalam satu dekade ke depan,” ujar Evan.
Pernyataan Jacob Coxon mengenai bahaya AI dengan model
self-developing super intelligence ini mendapatkan tanggapan yang sangat luas
dari pengguna X. Cuitan tersebut sudah dilihat lebih dari 169 juta pengguna per
Senin, (14/09) dengan repost mencapai 203 ribu kali dan likes 793 ribu kali.
FAQ Artikel
Siapa Dario Amodei dan apa pandangannya tentang AI?
Dario Amodei adalah CEO sekaligus pendiri Anthropic. Ia mengakui bahwa AI memiliki risiko nyata dan industri telah terlalu lama menyembunyikan fakta tersebut, menyerukan perlambatan laju pengembangan AI.
Apa itu AI superintelligence dan mengapa dianggap berbahaya?
AI superintelligence adalah jenis AI yang bisa meningkatkan kemampuannya sendiri tanpa bantuan manusia. Ini dianggap berbahaya karena, menurut beberapa peneliti, bisa berkembang menjadi cukup pintar untuk membahayakan bahkan membunuh umat manusia, mirip seperti gambaran di film fiksi ilmiah seperti Terminator.
Siapa Jacob Coxon dan apa peringatannya?
Jacob Coxon adalah mantan peneliti Anthropic yang mengundurkan diri karena khawatir. Ia memperingatkan bahwa Anthropic dan OpenAI sedang “mempertaruhkan hidup manusia” melalui pengembangan AI superintelligence, dan memperkirakan AI tersebut bisa membunuh umat manusia pada tahun 2030.
Bagaimana Anthropic berencana mengelola risiko AI?
Anthropic, melalui Dario Amodei, menyerukan agar industri teknologi bekerja sama memperlambat laju perkembangan AI dan memastikan setiap model baru diuji dengan benar sebelum dirilis. Mereka juga berencana memberikan akses permanen kepada evaluator independen untuk menguji model AI mereka.
Apakah pengembangan AI akan dihentikan?
Tidak, Dario Amodei menegaskan bahwa memperlambat perkembangan AI bukan berarti Anthropic akan berhenti membuat dan merilis model yang lebih canggih. Ini hanyalah tanda peringatan bahwa perlu ada perlambatan dan pengujian yang lebih ketat.

