
Uzone.id — Di tengah badai efisiensi hingga pemangkasan karyawan yang menerpa startup-startup Indonesia, startup unicorn Xendit membawa kabar yang cukup membanggakan.
Startup finansial (fintech) dengan solusi payment gateway ini dikabarkan memperluas pasar mereka ke luar Asia. Melansir dari Bloomberg, Rabu, (12/11), Xendit sedang memperluas bisnis mereka ke Amerika Latin, mengikuti kesuksesan mereka di pasar sebelumnya.Perusahaan fintech unicorn asal Indonesia ini berencana meluncurkan layanannya di Meksiko dan Kolombia pada akhir tahun 2025 ini, diikuti oleh Chile, Argentina, dan Brasil pada tahun 2026.
Hal ini disampaikan oleh Raymundo Guerrero yang ditunjuk sebagai Chief Executive Officer Xendit untuk Amerika Latin. Sebelumnya, Guerrero menjabat sebagai CEO sebuah startup Argentina Pomelo di Meksiko.
Xendit optimis kalau sistem pembayaran yang mereka tawarkan akan booming di Amerika Latin, mengikuti jejak mereka di Asia Tenggara. Bukan tanpa alasan, Guerrero menjelaskan kalau Amerika Latin menjadi pasar yang cukup menjanjikan dalam hal metode pembayaran.
“Karena mengingat keterlambatan 10 tahun yang kita alami di wilayah ini, hal ini dapat menjadi peluang besar,” kata Guerrero dikutip dari Bloomberg.
Didirikan pada 2015, perusahaan berbasis di Jakarta ini sudah memproses lebih dari USD70 miliar transaksi pembayaran setiap tahun di tujuh pasar, termasuk Filipina, Malaysia, dan Thailand.
Perusahaan ini melayani lebih dari 10.000 klien aktif, seperti Meta, Starbucks, dan Samsung, serta raksasa e-commerce Asia seperti TikTok milik ByteDance dan Shopee.
Keberadaan Xendit di Amerika Latin menjadi angin segar untuk industri startup lokal yang saat ini sedang ‘gersang’. Tak hanya itu, Xendit juga menjadi satu dari sedikitnya startup yang berhasil memperluas jangkauan mereka ke Amerika Latin, mengikuti jejak Shein hingga TikTok.