Stok BBM di Bali Diklaim Sampai Dua Minggu ke Depan, SPBU Buka 24 Jam
Pertamina dan Pemprov memastikan stok Pertalite dan Pertamax Bali aman dua minggu berkat pasokan kapal tanker, serta tingkatkan distribusi atasi antrean.

Highlight Artikel
- Stok Pertalite dan Pertamax di Bali dipastikan aman hingga dua minggu ke depan berkat tambahan pasokan kapal tanker.
- Pertamina dan Pemda Bali meningkatkan armada pengiriman serta menyiagakan 92 SPBU di Denpasar dan Badung beroperasi 24 jam.
- Pasokan awal mencakup 19,2 juta liter Pertalite dan 3 juta liter Pertamax, dengan jadwal suplai lanjutan di pertengahan Oktober.
- Jumlah truk tangki BBM ditingkatkan menjadi 105 unit dan mendapat pengawalan Polda Bali untuk mempercepat distribusi dan mengurangi antrean.
Uzone.id - Stok Pertalite dan Pertamax di Bali telah dipastikan kembali aman setelah Pertamina menerjunkan tambahan pasokan via kapal tanker. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan kalau stok kedua jenis BBM ini cukup buat memenuhi kebutuhan masyarakat sampai dua minggu ke depan.
Bukan cuma itu, Pemda Bali bareng Pertamina juga langsung tancap gas menambah armada pengiriman dan menyiagakan SPBU beroperasi 24 jam. Langkah ini diambil demi memangkas antrean panjang kendaraan yang sempat terjadi di area Denpasar dan Kabupaten Badung belakangan ini.“Yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai 2 minggu ke depan,” ucap Gubernur Koster usai pertemuan dengan Direktur Utama PT Pertamina di Denpasar, dikutip dari Antara.
Penjelasan ini disampaikan Koster menyusul kepanikan warga akibat antrean mengular di beberapa SPBU. Wilayah Denpasar dan Badung memang jadi sorotan utama mengingat tingginya mobilitas harian kendaraan di sana.
Guna meredam masalah tersebut, Pemprov Bali terus merapat ke Pertamina agar proses distribusi makin cepat sampai ke SPBU. Stok tambahan sendiri sudah mulai dipasok lewat kapal tanker yang bersandar di Terminal BBM Sanggaran dan Manggis.
Dalam gelombang pasokan ini, Pertamina menggelontorkan 19,2 juta liter Pertalite yang diperkirakan cukup untuk tujuh hari dan ekstra pasokan 3 juta liter Pertamax yang diproyeksikan cukup untuk tiga hari.
Tak berhenti di situ, jadwal suplai berikutnya juga sudah dirancang rapi. Pada tanggal 15, 16, dan 17 Oktober nanti, pasokan Pertalite akan ditambah lagi hingga menembus 25 juta liter. Angka ini diprediksi mampu menopang kebutuhan normal sampai 10 hari mendatang.
Lalu untuk Pertamax, Pertamina menjadwalkan suntikan stok tambahan sebesar 13 juta liter pada 13 dan 17 Oktober. Menurut Koster, tambahan ini bakal aman menutupi kebutuhan harian masyarakat selama 10 hingga 11 hari.
“Apa artinya, bahwa stok minyak BBM Pertalite dan Pertamax itu tersedia bisa mencukupi kebutuhan melebihi kebutuhan yang normal di Provinsi Bali ini,” ujar Koster menegaskan.
Bagi Koster, kedatangan pasokan yang dilakukan secara bertahap adalah kunci utama dalam menjaga ketersediaan bahan bakar. Dengan distribusi berkelanjutan sebelum stok menipis, pemerintah optimistis jalur penyaluran kembali lancar dan antrean di lapangan makin surut.
Selain urusan ketersediaan stok, Pemprov Bali bersama Pertamina menaruh perhatian ekstra pada pembenahan jalur distribusi di Badung dan Denpasar, karena kedua kawasan tersebut yang padat sehingga memerlukan pasokan BBM ekstra tinggi.
Di kedua daerah tersebut terdapat total 92 SPBU, dengan rincian 54 SPBU di Denpasar dan 38 SPBU di Badung. Secara bertahap, operasional seluruh SPBU ini bakal dibuka penuh 24 jam mulai malam hari usai pengumuman resmi.
“Ini akan dioperasikan selama 24 jam penuh mulai malam ini, tetapi tidak bisa langsung karena perlu persiapan juga, tenaga dan sebagainya,” kata Koster.
Skema operasional nonstop ini diharapkan memberi kemudahan dan fleksibilitas buat warga saat mengisi BBM, sekaligus memecah kepadatan di jam-jam sibuk. Meski begitu, penerapannya tetap memerlukan penyesuaian operasional serta kesiapan tenaga kerja di tiap SPBU.
Dari sisi pengiriman, armada truk tangki BBM dari depo menuju SPBU juga ikut ditambah. Jika awalnya Pertamina mengerahkan 90 unit armada pada situasi normal, kini jumlahnya digenjot menjadi 105 unit.
Bukan cuma itu, Pemprov Bali turut menggandeng Polda Bali untuk mengawal kelancaran distribusi darat. Pengawalan lalu lintas ini dilakukan demi meminimalisasi kemacetan atau kendala yang dihadapi mobil tangki di jalan.
Lewat kombinasi stok ekstra, penambahan truk tangki, hingga SPBU 24 jam, penyaluran Pertalite dan Pertamax diharapkan segera kembali normal.
FAQ Artikel
Bagaimana status ketersediaan Pertalite dan Pertamax di Bali saat ini?
Stok Pertalite dan Pertamax di Bali dipastikan aman oleh Gubernur Wayan Koster, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua minggu ke depan setelah adanya tambahan pasokan via kapal tanker.
Langkah-langkah apa yang diambil untuk mengatasi antrean panjang BBM di Bali?
Pemda Bali dan Pertamina menambah armada pengiriman, menyiagakan SPBU beroperasi 24 jam, dan menggandeng Polda Bali untuk mengawal distribusi darat guna memangkas antrean panjang.
Berapa banyak pasokan BBM tambahan yang diterima Bali?
Pertamina menggelontorkan 19,2 juta liter Pertalite dan 3 juta liter Pertamax sebagai pasokan awal. Tambahan pasokan Pertalite 25 juta liter dan Pertamax 13 juta liter dijadwalkan pada 13, 15, 16, dan 17 Oktober.
SPBU mana saja yang akan beroperasi 24 jam?
Sebanyak 92 SPBU di Denpasar (54 SPBU) dan Badung (38 SPBU) akan dioperasikan 24 jam penuh secara bertahap mulai malam hari setelah pengumuman resmi.
Brian Priambudi
Jurnalis
