Krisis BBM di Bali: di SPBU Antri Panjang, Beli Eceran Harganya Mahal!
Krisis BBM di Bali membuat warga setempat harus rela antre berjam-jam hingga meninggalkan kendaraan di SPBU, mencari BBM eceran pun langka dan mahal.

Highlight Artikel
- Krisis BBM parah melanda Bali, menyebabkan antrean panjang di SPBU dan kelangkaan BBM eceran dengan harga melonjak tajam.
- Warga Bali mengalami kesulitan ekstrem, harus mengantre berjam-jam, bahkan menginap di SPBU, serta menghadapi pembatasan pembelian BBM.
- Kesaksian warga menolak narasi panic buying, menegaskan bahwa kelangkaan murni disebabkan oleh kurangnya pasokan dan layanan yang lambat.
- Pertamina menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa kelangkaan BBM di Bali diakibatkan kendala teknis pada kapal pengangkut BBM yang menunda proses bongkar muat.
Uzone.id - Krisis BBM di Bali sedang menjadi topik yang ramai diperbincangkan. Pasalnya beli BBM di SPBU harus mengantri panjang, sedangkan beli BBM eceran langka dan harganya mahal.
Kabar ini diketahui Uzone.id lewat beberapa narasumber yang kami temui mengalami kelangkaan BBM di sejumlah wilayah di Bali.Salah satunya dialami Wildan Wahyudinata seorang warga Bali yang mengaku sempat kesulitan mengisi BBM baik untuk motor ataupun mobilnya.
Wildan mengatakan sempat mengalami kesulitan untuk mencari BBM untuk motornya di SPBU ataupun warung yang menjual BBM eceran.
"Untungnya masih ada mobil tapi sama juga sisa 1 strip, lanjut malam sekitar jam 19.00 WITA ikut antri di SPBU sampai jam 22.30 bawa mobil. Pas dekat hampir sampai SPBU, katanya habis," ujar Wildan kepada Uzone.id, Rabu (14/10).
Wildan pun mengurungkan niatnya untuk membeli BBM di SPBU tersebut dan mencari tempat lain. Namun naasnya, semua SPBU di sekitar Denpasar sudah tutup.
"Akhirnya sekitar jam 23.00 WITA parkir mobil di depan SPBU yang tutup itu, baru jam 05.30 SPBU-nya buka tapi sudah panjang antreannya. Untung parkir depan sendiri, nah itu baru dapat Pertalite, itupun dibatasi belinya mobil Rp300 ribu," sebut Wildan.
Hal yang sama juga dialami oleh Amilia yang berdomisili di Seminyak. Di hari Selasa (13/10), dirinya sempat meminta ART untuk mengisi bensin motor di pagi hari, tetapi baru mendapatkan giliran pada pukul 11.00 pagi.
“Saya minta ART saya isi bensin motor hari ini (Selasa) jam 9 pagi. Dia nelepon baru bisa keisi jam 11 pagi. Kayaknya mau saya irit-irit pakainya. Capek duluan,” Amila, domisili Seminyak.
Di sisi lain, seorang warga bernama Lucky yang berdomisili di Sanur mengatakan kondisi BBM di Bali saat ini benar-benar langka. Menurutnya kelangkaan bukan karena warga berbondong-bondong membeli BBM atau panic buying.
“Tolong jangan ada narasi panic buying, ini beneran langka. Saya antre bensin mobil dari jam 6 pagi, petugasnya dikit banget, harus ganti-gantian ngisinya. Baru bisa keisi jam 8, itu pun lama banget. Telat kerja. Chaos. Saya cuma bisa isi 150.000. Kalau dadakan mendingan beli eceran saja, walau harganya dimarkup 4x lipat,” Lucky, domisili Sanur.
Berdasarkan keterangan dari pihak lain bernama Nadia, yang mencoba membeli BBM secara eceran di warung, harga yang diberikan tidak menentu. Disebutkan harga Pertamax di warung BBM eceran dijual Rp23 ribu per botol.
"Diriku dapat agak lumayan dari rumah beli di warung madura. Dia baru sampai warung pakai motor Vixion yang tangki gede itu langsung di botolin dan dijualin Rp23 ribu 1 botol," sebut Nadia.
Harga yang tidak menentu ini, membuat setiap warung memiliki nominal yang berbeda untuk satu botol BBM eceran.
"Enggak tentu, kemarin beli sendiri Rp28 ribu yang satu liter. Tetangga dia beli 1 botol 1 liter itu Rp35 ribu," jelas Nadia.
Baru-baru ini, Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kelangkaan BBM di Bali. Dikatakan, penyebab kelangkaan ini dikarenakan adanya kendala teknis pada kapal pengangkut BBM.
“Pertama-tama atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dikutip oleh Uzone.id.
Setelah ditelusuri, masalah bermula saat kapal pengangkut BBM mengalami kendala teknis pada bagian jangkar sewaktu hendak melakukan proses bongkar muat. Dampaknya, jadwal penyandaran kapal dan pembongkaran BBM terpaksa mundur dari jadwal semula.
FAQ Artikel
Apa masalah utama terkait BBM di Bali saat ini?
Masalah utama adalah krisis BBM yang menyebabkan antrean panjang di SPBU dan kelangkaan BBM eceran yang dijual dengan harga mahal.
Bagaimana pengalaman warga Bali dalam mencari BBM?
Warga Bali seperti Wildan, Amilia, dan Lucky harus mengantre berjam-jam di SPBU, bahkan ada yang sampai menginap. Beberapa SPBU tutup, dan pembelian dibatasi. Untuk BBM eceran, harganya tidak menentu dan sangat mahal, bisa mencapai Rp23 ribu hingga Rp35 ribu per botol.
Apakah kelangkaan BBM ini disebabkan oleh panic buying?
Menurut kesaksian warga seperti Lucky dari Sanur, kelangkaan ini bukan karena panic buying, melainkan kondisi kelangkaan yang memang terjadi.
Berapa harga BBM eceran yang ditemukan di Bali?
Harga BBM eceran tidak menentu, dengan laporan dari Nadia yang menyebutkan Pertamax dijual Rp23 ribu per botol, dan BBM 1 liter dijual Rp28 ribu, bahkan ada yang Rp35 ribu per botol.
Apa penyebab kelangkaan BBM di Bali menurut Pertamina?
Pertamina telah menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa kelangkaan disebabkan oleh kendala teknis pada kapal pengangkut BBM di bagian jangkar, yang menunda jadwal penyandaran dan pembongkaran muatan.
Brian Priambudi
Jurnalis

