Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM di SPBU? Ini Klarifikasi Pertamina

Highlight Artikel
- Isu pembatasan pembelian BBM bersubsidi kembali ramai, menyoroti praktik modifikasi tangki Suzuki Thunder 125.
- Banyak pemilik Suzuki Thunder 125 memodifikasi tangki untuk membeli BBM dalam jumlah besar dan menjualnya kembali secara eceran.
- Video viral memperlihatkan larangan Suzuki Thunder 125 mengisi BBM di SPBU Pertamina.
- Pertamina mengklarifikasi bahwa larangan tidak ditujukan pada merek kendaraan, melainkan pada pengguna nakal yang membeli BBM subsidi untuk dijual kembali.
Daftar Isi
Bukan rahasia lagi jika banyak pemilik Suzuki Thunder 125 yang memodifikasi tangki motor mereka agar memiliki kapasitas lebih besar dari standar pabrik. Pasalnya motor-motor ini mengisi BBM bukan untuk digunakan sendiri, melainkan dijual kembali dalam bentuk eceran.
Nah, masalah ini kembali mencuat setelah beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan larangan Suzuki Thunder 125 untuk mengisi BBM di sejumlah SPBU Pertamina.
Klarifikasi Pertamina: Bukan Merek yang Dilarang, Tapi Praktik Penjualan Kembali
Merespons fenomena tersebut, PT Pertamina Patra Niaga kembali memberikan klarifikasi terkait rencana penertiban motor dengan tangki modifikasi di SPBU.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa terkait aturan tersebut, kewenangannya diserahkan kepada kebijakan masing-masing SPBU.
Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa langkah penertiban di lapangan bertujuan utama untuk memastikan distribusi energi bersubsidi benar-benar tepat sasaran.
Pertamina juga menekankan bahwa kebijakan ini sama sekali tidak ditujukan untuk mendiskreditkan merek kendaraan tertentu.
"Pada prinsipnya, Pertamina mendukung pendistribusian BBM subsidi yang tepat sasaran. Hal ini termasuk mengimbau kendaraan roda dua dan roda empat untuk menggunakan BBM subsidi secara wajar dan sesuai kebutuhan wajar atau normal," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.
Artinya, bukan Suzuki Thunder 125 yang dilarang mengisi BBM di SPBU. Melainkan pengguna nakal yang mencoba membeli untuk dijual kembali.
Dampak Antrean Panjang Akibat Pembelian dalam Jumlah Besar
Dari video yang viral beberapa hari lalu, terlihat antrean yang mengular cukup panjang pada SPBU Pertamina di kawasan Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.
Fenomena ini pun mendapatkan protes dari pembuat video, yang mana rombongan Suzuki Thunder tersebut membuatnya harus mengantre lebih lama.
"Ampun gw mah dah. Nungguin dia bisa nyampe sejam rasanya n****g banget. Orang mah kalau ngisi (bensin) jangan (pas momen) orang berangkat kerja jangan orang pulang kerja. Ngisi mah tengah hari, pas pom bensin sepi, jadi kebina-bina banget jadi manusia, punya pikiran apa dikit," tuturnya kesal.
Tentu, aksi pengisian bensin dalam jumlah banyak ini tentu saja berdampak bagi para pengendara lain yang hanya ingin mengisi bensin untuk kebutuhan sehari-hari.
FAQ Artikel
Mengapa Suzuki Thunder 125 menjadi sorotan dalam isu pembatasan BBM bersubsidi?
Banyak pemilik Suzuki Thunder 125 yang memodifikasi tangki motor mereka agar memiliki kapasitas lebih besar dari standar pabrik. Mereka membeli BBM bukan untuk digunakan sendiri, melainkan dijual kembali dalam bentuk eceran.
Apakah Pertamina melarang semua pengendara Suzuki Thunder 125 mengisi BBM?
Tidak. Pertamina menegaskan bahwa kebijakan ini sama sekali tidak ditujukan untuk mendiskreditkan merek kendaraan tertentu. Larangan ditujukan kepada pengguna nakal yang mencoba membeli BBM subsidi untuk dijual kembali, bukan pada merek motornya.
Siapa yang berwenang menerapkan aturan pembatasan pengisian BBM subsidi di SPBU?
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa terkait aturan tersebut, kewenangannya diserahkan kepada kebijakan masing-masing SPBU.
Apa tujuan utama Pertamina dalam penertiban pembelian BBM subsidi?
Pertamina mendukung pendistribusian BBM subsidi yang tepat sasaran. Langkah penertiban di lapangan bertujuan utama untuk memastikan distribusi energi bersubsidi benar-benar tepat sasaran.
Apa dampak dari pembelian BBM dalam jumlah besar oleh oknum tidak bertanggung jawab?
Aksi pengisian bensin dalam jumlah banyak berdampak bagi para pengendara lain yang hanya ingin mengisi bensin untuk kebutuhan sehari-hari, salah satunya menyebabkan antrean yang mengular cukup panjang.

