icon-category Gadget

Teknologi MagSafe Apple Bakal Dicontek Android?

Ilustrasi Apple MagSafe (Foto: Studio Proper/Unsplash)

Uzone.id - Di gelaran CES 2023 yang lalu, teknologi wireless charging terbaru untuk smartphone diperkenalkan. Namanya Qi2, penerus teknologi Qi Wireless Charging yang ditemukan pada smartphone yang mendukung pengisian nirkabel saat ini.

Qi2 menjanjikan pengisian daya yang lebih efisien, lantaran menggunakan magnet untuk memposisikan bagian belakang perangkat agar pas dengan charging pad

Ya, teknologi ini kedengaran familiar dengan fitur MagSafe yang diluncurkan Apple pada iPhone 12 Series yang rilis 2020 lalu.

Rupanya, Apple turut andil dalam merancang Magnetic Power Profile di Qi2. Apple sendiri sampai saat ini masih menjadi bagian dari ratusan perusahaan yang tergabung dalam Wireless Power Consortium,

Kendati konsepnya serupa, tapi Magnetic Power Profile pada Qi2 berbeda dengan MagSafe rancangan Apple. 

Baca juga: ‘iPhone 14 Pro’ Buatan LeEco Cuma Dibanderol Rp2 Jutaan

Teknologi Qi2 tidak dibuat secara eksklusif untuk merek tertentu, melainkan dipersiapkan untuk bisa diadopsi di lebih banyak perangkat, seperti smartphone bahkan headset AR (augmented reality) dan VR (virtual reality).

Sementara MagSafe, dibekali dengan chip khusus yang tidak dimiliki oleh Magnetic Power Profile di Qi2. Chip tersebut menjaga agar hanya iPhone atau perangkat Apple yang mendukung saja yang bisa diisi dayanya, bukan smartphone atau perangkat lainnya.

Lebih cepat, satu charging pad untuk semua

Qi2 memberikan output daya yang lebih besar, sehingga proses charging bakal lebih cepat dari Qi Wireless Charging yang pada umumnya mencapai 15W saja. 

“Penyelarasan sempurna Qi2 meningkatkan efisiensi energi dengan mengurangi kehilangan energi yang dapat terjadi ketika ponsel atau charging pad tidak selaras,” kata Wireless Power Consortium Executive Director, Paul Struhsaker, seperti dikutip dari CNET.

Paul menjelaskan, teknologi Qi2 bukan cuma mempercepat pengisian daya perangkat secara nirkabel saja, tapi juga dapat mengurangi limbah akibat adaptor charger dan kabel pengisi daya yang rentan putus akibat pemakaian harian.

Baca juga: Kapan Saatnya Ucapkan Selamat Tinggal ke ‘Layar Berponi’ iPhone?

Mengingat tidak tersedia eksklusif seperti MagSafe, nantinya fungsi Qi2 akan seperti kabel USB-C saat ini. Teknologi tersebut dapat digunakan oleh banyak ponsel maupun perangkat yang mendukung dengan menawarkan tingkat kecepatan yang mirip.

Belum diketahui kapan perangkat atau smartphone pertama yang mengusung teknologi wireless charging Qi2 ini. Yang jelas, teknologi ini menjanjikan banyak hal, sekaligus bakal menjadi standar berikutnya terkait fitur pengisian daya baterai secara nirkabel.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini