Telkom Genjot Bisnis Enterprise, Bidik Kontribusi hingga 30 Persen
Telkom genjot bisnis enterprise sebagai motor pertumbuhan baru, targetkan kontribusi pendapatan naik dari 11% ke 20-30%.

Highlight Artikel
- Telkom memproyeksikan bisnis enterprise sebagai motor pertumbuhan baru, berpotensi meningkatkan kontribusi pendapatan dari 11% (Rp19 triliun) menjadi 20-30%.
- Perusahaan melakukan restrukturisasi Telkom Enterprise, mencakup pembenahan organisasi, tata kelola, dan penyederhanaan proses bisnis agar lebih adaptif terhadap pasar B2B.
- Fokus Telkom Enterprise bergeser dari sekadar konektivitas menjadi penyedia solusi digital terintegrasi meliputi AI, cloud, data center, IoT, dan keamanan siber.
- Langkah ini juga bertujuan memperkuat kapabilitas digital nasional dan melayani kebutuhan transformasi digital di sektor swasta, pemerintah, dan BUMN.
Uzone.id – Bisnis enterprise menjadi salah satu area yang tengah dipersiapkan Telkom untuk menjadi sumber pertumbuhan baru. Saat ini, kontribusi segmen tersebut memang baru sekitar 11 persen terhadap pendapatan perusahaan, tetapi ruang pertumbuhannya masih terbuka lebar.
Telkom mencatat bisnis enterprise saat ini berkontribusi sekitar Rp19 triliun terhadap pendapatan perusahaan. Angka tersebut dinilai masih bisa ditingkatkan, mengingat pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global, kontribusi bisnis enterprise terhadap total pendapatan bisa mencapai 20 persen hingga 30 persen atau bahkan lebih.Peluang tersebut menjadi salah satu perhatian Telkom dalam melakukan transformasi bisnis, termasuk melalui penguatan Telkom Enterprise.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, mengatakan perusahaan tengah melakukan restrukturisasi di segmen tersebut. Langkah ini mencakup pembenahan organisasi, penguatan tata kelola, hingga penyederhanaan proses bisnis agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pasar B2B.
“Dengan transformasi yang tepat, kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan,” jelas Veranita dalam keterangannya yang diterima Uzone.
Potensi pertumbuhan bisnis enterprise Telkom tidak terlepas dari kebutuhan perusahaan dan pemerintah terhadap layanan digital yang semakin kompleks.
Transformasi digital saat ini tidak lagi hanya soal menyediakan koneksi internet. Berbagai perusahaan membutuhkan infrastruktur dan layanan yang bisa mendukung penggunaan Artificial Intelligence (AI), cloud computing, data center, Internet of Things (IoT), hingga keamanan siber.
Semua kebutuhan tersebut juga membutuhkan fondasi konektivitas yang kuat. Karena itu, Telkom melihat bisnis enterprise sebagai ruang untuk menggabungkan berbagai kapabilitas yang sudah dimiliki perusahaan, mulai dari konektivitas hingga infrastruktur dan layanan digital.
“Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty. Telkom siap mengambil peran strategis tersebut melalui penguatan konektivitas dan solusi digital yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital di berbagai sektor,” ujar Veranita.
Telkom Enterprise nantinya tidak hanya menyasar perusahaan swasta, tetapi juga kebutuhan pemerintahan dan BUMN yang semakin bergantung pada infrastruktur digital.
Perubahan kebutuhan pelanggan enterprise juga membuat Telkom perlu menggeser pendekatan bisnisnya.
Jika sebelumnya konektivitas menjadi salah satu layanan utama, kini pelanggan membutuhkan solusi yang lebih terintegrasi.
Misalnya, perusahaan yang mengadopsi AI membutuhkan koneksi berkapasitas tinggi sekaligus cloud, data center, komputasi, serta sistem keamanan untuk melindungi data dan infrastrukturnya.
Hal inilah yang coba dijawab Telkom dengan mengintegrasikan berbagai kapabilitas digital yang dimilikinya.
Telkom akan memperkuat sinergi antara konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, dan layanan keamanan siber untuk menghadirkan solusi digital end-to-end bagi pelanggan enterprise.
Dengan pendekatan tersebut, Telkom tidak hanya berperan sebagai penyedia jaringan, tetapi juga sebagai mitra teknologi bagi perusahaan yang sedang menjalankan transformasi digital.
Ada sinergi dengan Danantara
Penguatan Telkom Enterprise juga menjadi bagian dari transformasi yang dijalankan Telkom melalui strategi TLKM 30, sekaligus masuk dalam konteks sinergi Telkom bersama Danantara.
Dalam agenda diskusi strategis dengan Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro, Telkom membahas arah pengembangan bisnis Telkom Enterprise ke depan.
Restrukturisasi dilakukan untuk membuat organisasi dan proses bisnis lebih sederhana, sekaligus memperkuat tata kelola di segmen B2B.
Langkah tersebut diharapkan membuat Telkom Enterprise lebih lincah dalam merespons kebutuhan pelanggan dan perkembangan teknologi.
Di sisi lain, penguatan bisnis enterprise juga dinilai penting untuk membangun kapabilitas digital nasional di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap AI dan teknologi berbasis data.
Pasalnya, adopsi AI, cloud, IoT, hingga layanan digital lainnya akan semakin membutuhkan infrastruktur yang mampu menangani kebutuhan komputasi dan pertukaran data dalam skala besar.
Karena itu, Telkom ingin memastikan konektivitas dan infrastruktur digital yang dimilikinya dapat menjadi fondasi bagi berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, BUMN hingga dunia usaha.
Targetnya jadi mesin pertumbuhan baru
Dengan kontribusi sekitar 11 persen atau Rp19 triliun saat ini, bisnis enterprise memang belum menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan Telkom.
Namun, perbandingan dengan perusahaan telekomunikasi global menunjukkan masih ada ruang yang cukup besar untuk berkembang.
Jika kontribusinya bisa mendekati kisaran 20-30 persen seperti yang dicapai sejumlah perusahaan telekomunikasi global, segmen enterprise berpotensi menjadi sumber pendapatan yang semakin signifikan bagi Telkom.
Untuk mengejar peluang tersebut, Telkom akan melanjutkan pembenahan organisasi dan proses bisnis sekaligus memperkuat portofolio solusi digital.
Pada akhirnya, tantangannya bukan sekadar meningkatkan porsi pendapatan dari pelanggan korporasi. Telkom juga perlu memastikan berbagai layanan digital yang ditawarkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan perusahaan yang kini semakin bergantung pada teknologi.
Dengan kombinasi konektivitas, data center, cloud, AI, IoT, dan keamanan siber, Telkom berharap bisnis enterprise dapat berkembang menjadi salah satu motor pertumbuhan baru perusahaan sekaligus memperkuat perannya dalam transformasi digital Indonesia.
FAQ Artikel
Mengapa Telkom memfokuskan bisnis enterprise sebagai sumber pertumbuhan baru?
Telkom melihat ruang pertumbuhan yang lebar pada segmen enterprise. Saat ini, kontribusinya baru sekitar 11% (Rp19 triliun), namun berpotensi meningkat hingga 20-30% seperti perusahaan telekomunikasi global.
Apa saja langkah restrukturisasi yang dilakukan Telkom untuk bisnis enterprise?
Telkom melakukan pembenahan organisasi, penguatan tata kelola, dan penyederhanaan proses bisnis agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pasar B2B, yang dipimpin oleh Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine.
Layanan digital terintegrasi apa yang akan ditawarkan Telkom Enterprise?
Telkom Enterprise akan menghadirkan solusi digital end-to-end yang mengintegrasikan konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud computing, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga keamanan siber.
Siapa saja target pasar Telkom Enterprise?
Telkom Enterprise tidak hanya menyasar perusahaan swasta, tetapi juga kebutuhan pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang semakin bergantung pada infrastruktur digital.
Apa tujuan jangka panjang dari penguatan Telkom Enterprise ini?
Tujuan utamanya adalah menjadikan bisnis enterprise sebagai motor pertumbuhan baru Telkom, meningkatkan profitabilitas, dan memperkuat peran Telkom dalam membangun kapabilitas digital nasional untuk menjawab tantangan seperti AI dan keamanan siber.

