Telkom Perkuat STEM di 100 SD Lewat Program BISA PandAI Numerasi
Telkom meluncurkan BISA PandAI Numerasi, program penguatan matematika dan sains di 100 SD 3T, bertujuan mempersiapkan generasi digital.

Highlight Artikel
- Telkom Indonesia meluncurkan program BISA PandAI Numerasi untuk memperkuat pembelajaran matematika dan sains di 100 SD di wilayah 3T.
- Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru, menyediakan perangkat pembelajaran (STEM lab kit), serta menerapkan metode belajar interaktif bagi siswa.
- Dilaksanakan selama sekitar tiga bulan, program mencakup Training of Trainers (ToT) untuk guru, penerapan di kelas, dan STEM Challenge Day.
- Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan digital.
Uzone.id – Sebagai bagian dari
program BISA PandAI Numerasi, Telkom Indonesia melakukan penguatan pembelajaran
matematika dan sains di 100 sekolah dasar yang berada di wilayah Tertinggal,
Terdepan, dan Terluar (3T).
Program ini menjadi bagian dari inisiasi Telkom melalui
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TelkomGroup dan menjangkau
Kabupaten Lebak, Banten, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, serta
Kota Tual, Maluku.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kick-off BISA PandAI
Numerasi secara hybrid yang berpusat di Plasa Telkom Rangkasbitung, Banten,
pada 22 Oktober 2026. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh para
pendidik di Kota Tual dan Kabupaten Lombok Utara.
Berdasarkan Rapor Pendidikan Indonesia 2025, proporsi siswa
SD/MI yang mencapai kompetensi minimum numerasi meningkat dari 39,04 persen
pada 2022 menjadi 52,48 persen pada 2024. Meski mengalami peningkatan,
penguatan kemampuan numerasi masih diperlukan agar siswa memiliki pondasi yang
baik dalam berpikir logis dan memecahkan masalah.
Oleh karena itu, kehadiran dari program BISA PandAI Numerasi
ini diharapkan bisa membantu mempersiapkan generasi muda menghadapi
perkembangan teknologi.
Selain itu, program ini juga peningkatan kompetensi guru, penyediaan perangkat pembelajaran, dan pendampingan metode belajar yang lebih interaktif. Melalui pendekatan tersebut, siswa pun diharapkan dapat memahami konsep matematika dan sains melalui pengalaman langsung.
“Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia berkomitmen
menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas
pendidikan di Indonesia. Melalui BISA PandAI Numerasi, kami tidak hanya
mendukung penyediaan perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapasitas
guru dan mendorong pembelajaran yang interaktif dan aplikatif,” kata Direktur
Human Capital Management Telkom, Willy Saelan dalam keterangan resminya.
Willy menambahkan bahwa penguatan numerasi sejak dini ini
bisa menjadi fondasi bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berpikir
kritis dan pemecahan masalah, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa
depan digital.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Prof. Maila Dinia Husni
Rahiem, M.A., Ph.D., Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang
Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru.
Maila mengapresiasi pendekatan program yang menggabungkan
pelatihan numerasi dan STEM dengan pendampingan serta praktik langsung di
kelas.
Menurutnya, keberhasilan program perlu dilihat dari
perubahan proses pembelajaran dan perkembangan kemampuan siswa, bukan hanya
jumlah guru yang mengikuti pelatihan.
“Saya mengapresiasi Program BISA PandAI yang memadukan pelatihan numerasi dan STEM dengan pendampingan serta praktik langsung di kelas. Kami berharap keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari perubahan praktik pembelajaran dan perkembangan kemampuan murid,” kata Maila.
BISA PandAI Numerasi ini sudah dirancang untuk berlangsung
selama kurang lebih tiga bulan. Program diawali dengan pengenalan inisiatif dan
penguatan kapasitas guru selama 17 hari melalui Training of Trainers (ToT),
kemudian dilanjutkan dengan penerapan metode pembelajaran di kelas selama dua
bulan.
Pada minggu ke-12, guru dan siswa akan mengikuti STEM
Challenge Day untuk menampilkan hasil pembelajaran dan proyek berbasis
STEM.
Program ini juga mencakup Teacher Champion, yang mendorong
para guru berbagi praktik baik dan memperluas penerapan metode pembelajaran
inovatif.
Untuk menunjang kegiatan belajar, TelkomGroup menyediakan
STEM lab kit bagi sekolah peserta. Perangkat ini digunakan untuk membantu siswa
mengeksplorasi konsep melalui kegiatan praktis dan proyek yang berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari.
Melalui BISA PandAI Numerasi, TelkomGroup berupaya mendukung
pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas, sejalan dengan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4.
Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif Bersama Jadi
BISA untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia dalam
belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi mereka.
FAQ Artikel
Apa itu program BISA PandAI Numerasi?
Program yang diluncurkan oleh Telkom Indonesia untuk memperkuat pembelajaran matematika dan sains (numerasi dan STEM) di sekolah dasar, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Apa tujuan utama program BISA PandAI Numerasi?
Untuk meningkatkan kompetensi numerasi siswa sebagai fondasi berpikir logis dan pemecahan masalah, mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi, serta meningkatkan kapasitas guru dan menyediakan metode pembelajaran interaktif.
Di mana saja program BISA PandAI Numerasi dilaksanakan?
Program ini menjangkau 100 sekolah dasar di Kabupaten Lebak (Banten), Kabupaten Lombok Utara (Nusa Tenggara Barat), dan Kota Tual (Maluku).
Berapa lama durasi pelaksanaan program ini?
Program BISA PandAI Numerasi dirancang untuk berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Ini diawali dengan Training of Trainers (ToT) untuk guru selama 17 hari, dilanjutkan penerapan di kelas selama dua bulan, dan diakhiri dengan STEM Challenge Day di minggu ke-12.
Dukungan apa yang diberikan Telkom dalam program ini?
Telkom Indonesia menyediakan perangkat pembelajaran berupa STEM lab kit bagi sekolah peserta, melakukan penguatan kapasitas guru melalui pelatihan, serta mendorong pembelajaran yang interaktif dan aplikatif.
Vina Insyani
Jurnalis
