icon-category Startup

Tokopedia ‘START Elevate’, Mengulik Peran Desain di Ranah Teknologi

  • 30 Sep 2022 WIB
  • Bagikan :
    Foto: Tokopedia

    Uzone.id – Aspek desain akan selalu penting sebagai cara komunikasi dalam bentuk visual, tak terkecuali untuk ranah teknologi. Nyatanya, desain tak hanya persoalan membuat ilustrasi atau tampilan serba ciamik, namun juga ada beberapa hal penting yang layak dikulik agar karya yang dibikin sesuai dengan kebutuhan.

    Menyadari pentingnya peran desain dalam sektor teknologi, Tokopedia pun menggelar konferensi ‘START Elevate’ yang ditujukan untuk pembahasan praktik terbaik dalam dunia desain produk.

    Digelar secara online, ‘START Elevate’ dapat diakses oleh semua orang secara gratis pada Sabtu, 1 Oktober 2022 melalui kanal YouTube Tokopedia Academy dan video streaming Tokopedia Play.

    Bertajuk ‘Humanizing Design at Scale’, Tokopedia menghadirkan banyak pakar desain produk, beberapa di antaranya Head of Product and UX Research Tokopedia, Jesslyn Siswanto dan AVP of Product Design of Tokopedia, Momo Halim.

    Baca juga: GoTo Berjaya di Rumah Sendiri, Valuasinya Salip Grab

    Sebagai bocoran bagi yang penasaran, ada sejumlah tips yang dapat menjadi catatan generasi muda yang tertarik berkecimpung di dunia teknologi sebagai pengampu desain.

    Berikut 5 tipsnya:

    1. Utamakan sudut pandang konsumen
    Pola pikir customer-driven dipercaya membantu desainer produk dalam menghasilkan inovasi sesuai kebutuhan pengguna.

    “Dengan keberagaman latar belakang masyarakat seperti suku, kondisi sosial maupun ekonomi, sangat penting untuk mempertimbangkan preferensi konsumen saat mendesain produk,” ungkap Jesslyn kepada Uzone.id.

    2. Pakai empati
    Sikap empati yang dimaksud dapat dimulai dari mendengarkan. Menurut Momo, perubahan terus terjadi di ranah desain produk dan teknologi, maka dibutuhkan keterbukaan terhadap pandangan atau kebutuhan baru, baik dari tim maupun pengguna.

    “Berempati terhadap dampak dari hal baru tersebut menjadi sangat penting. Kita bisa membiasakan diri untuk berempati dengan dimulai dari mau mendengarkan,” jelas Momo.

    3. Mengulik UI/UX
    Mengembangkan keterampilan di User Interface/User Experience (UI/UX) menjadi komponen desain produk yang menentukan journey dan tampilan visual –seperti warna, kreativitas, dan lainnya– dalam sebuah produk digital seperti aplikasi.

    Baca juga: GoPayLater Cicil Bisa Dipakai Pengguna Tokopedia

    Tak hanya itu, UI/UX juga dapat memastikan langkah-langkah penggunaan produk tersebut apakah sudah ramah dan nyaman dipakai oleh pengguna atau belum.

    Ketika sistem desain sudah matang, maka desainer produk akan semakin banyak berkolaborasi dengan tim UI/UX untuk menghasilkan pengalaman pengguna yang optimal.

    4. Mengolah data, siapa takut?
    Mencari dan mengolah data, serta menganalisisnya secara sistematis dan terstruktur adalah kunci. Seorang desainer produk pada akhirnya akan banyak bersinggungan dengan data seperti conversion rate, click-through rate (CTR), hingga metrik finansial.

    Jangan ciut dulu, karena hasil analisis atau insight dari data tersebut akan berguna dalam proses penyempurnaan produk.

    5. Sinergi dan kolaborasi
    Desainer produk bekerja sama dengan banyak tim, hal ini perlu selalu diingat. Contohnya, desainer produk perlu berkolaborasi dengan tim riset dan tim engineer agar fitur tertentu dapat menjawab kebutuhan pengguna secara akurat.

    Intinya, bersinergi dan berkolaborasi dengan divisi lain bertujuan untuk meningkatkan kualitas fitur layanan produk kalian.

    Menarik ‘kan bocoran tipsnya? Bagi yang tertarik untuk bergabung ke ‘START Elevate’ Tokopedia, konferensi ini dimulai pukul 9.00-16.30 WIB. Registrasi dapat dilakukan melalui link ini.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini