icon-category Auto

Toyota Calya Jadi Listrik, Driver Online Bakal Girang?

  • 24 May 2022 WIB
  • Bagikan :
    Toyota Calya (Foto: Instagram @toyotaid)

    Uzone.id - Driver taksi online bakal gak bakal menjerit lagi ketika melihat harga bensin yang bakal semakin mahal di masa depan.

    Pasalnya, kemungkinan Toyota akan meluncurkan mobil sejuta umat Calya yang sudah terelektrifikasi atau Calya EV. Jadi, bukan lagi Calya yang menggendong mesin tradisional seperti sekarang ini.

    Si kembar Toyota Calya-Daihatsu Sigra tampaknya memang sengaja dibuat agar benar-benar 'taksi online friendly'. Mobil LCGC ini sudah jadi andalan bagi driver taksi online yang terafiliasi dengan Grab maupun Gojek.

    Selain harganya terbilang murah, Calya-Sigra punya durability yang luar biasa. Kami pun pernah jadi penumpang taksi online dengan kendaraan Sigra yang odometernya sudah tembus 350 ribu km.

    Beberapa pemilik Calya-Sigra yang kami tanya pun mengakui komponen kaki-kaki pada mobil ini cukup tangguh.

    BACA JUGA: Mobil Listrik Makin Jadi Ancaman Mobil Mesin Tradisional   

    Maka dari itu, jika Toyota sedang melakukan riset untuk membuat Calya EV, maka diharapkan harga mobil ini tetap masih bisa terjangkau orang kebanyakan sehingga para driver taksi online masih bisa memilikinya.    

    Baru-baru ini, Toyota menggandeng tiga universitas negeri kenamaan: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI) dan Institute Teknologi Bandung (ITB) dalam menggarap proyek Calya EV. 

    Mohammad Adhitya, seorang dosen Teknik Mesin UI mengatakan bahwa dalam mengubah Calya mesin tradisional menjadi EV mengandalkan baterai milik Toyota Prius.

    Sebelum mengubah Calya menjadi versi EV, pihaknya lebih dahulu mengetahui tipe kendaraan termasuk dimensi, jumlah penumpang hingga kecepatan kendaraan. Dengan modal itu, pihaknya bisa mengetahui jenis dan daya mesin serta transmisi.

    Kemudian, saat meletakkan motor penggerak tidak bisa dilakukan sembarangan karena akan menentukan weight distribution dan handling. Tujuannya adalah mobil listrik hasil konversi tidak mengubah tampilan dan bentuk kendaraan.

    BACA JUGA: Suzuki Ertiga Hybrid Sudah Dijual, Kok Diskon Puluhan Juta?

    “Jadi harus diketahui di mana kita akan menaruh motor penggerak apakah depan, di tengah atau belakang,” jelas Adhitya, saat webinar bertajuk ‘Aktifitas Riset Universitas Sebagai Bagian Upaya dalam Mengembangkan Populasi Kendaraan Elektrifikasi’ belum lama ini.

    Menurutnya, Calya EV lebih aman jika baterai diletakkan di bawah jok penumpang depan untuk menghindari benturan depan, depan dan samping.

    Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengungkap alasan melakukan kerja sama dengan universitas dalam proyek Calya EV.

    Selain ingin menjual mobil listrik dengan harga murah, pemilihan Calya berdasarkan usulan dari universitas dengan pertimbangan mobil sejuta umat ini dekat dengan masyarakat.

    Toyota juga akan mendapat informasi mengenai batas kemampuan mobil mesin tradisional jika dikonversi jadi EV.

    "Seberapa banyak komponen baterai dan lain-lain ini bisa diimplementasikan di segmen bawah. Segmen kendaraan yang bisa dijangkau dan diakses oleh kebanyakan masyarakat," ujar dia.

     

     

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini