icon-category Technology

Viral Tabungan Rp80 Juta Raib, Kartu ATM Diduplikat?

  • 05 Sep 2019 WIB
  • Bagikan :

    (Ilustrasi)

    Uzone.id -- Kalau kalian membuka media sosial mikroblog Twitter, ada satu utas atau thread dari seorang netizen yang berdomisili di Pekayon, Bekasi yang membagikan cerita nahasnya mengenai tabungan yang terkuras sampai Rp80 juta. 

    Cuitannya itu mendapat likes dari 11 ribu akun dan 7 ribuan retweet sejak ia publish pada 4 September 2019. Pengguna akun dengan nama Tyan itu menceritakan pengalamannya yang sudah masuk ranah kejahatan perbankan.

    Diketahui Tyan adalah nasabah Bank BRI. Berawal pada 2 September lalu saat ia membayar listrik di gerai ATM di kantor cabang Bank BRI Pekayon. Setelah itu, ia memutuskan untuk mencetak buku rekening. Di sinilah ia baru tahu kalau sejak pekan lalu ada oknum yang menarik uangnya secara berkala.

    Innalillahi, setelah aku cek ternyata di laporan itu banyak bgt penarikan uang, dengan nominal 2,5 juta/sekali penarikan. Sampai aku hitung, jumlah penarikannya ada 28 kali. Di situ aku langsung lemes dan nangis sejadi jadinya,” cuit Tyan.

    Dijelaskan Tyan, saldo terakhirnya sekitar Rp109 juta. Kemudian pada 2 September itu, saldonya tinggal Rp39 juta. Tercatat mulai tanggal 28 Agustus sampai 2 September 2019 saldonya terkuras Rp70 juta.

    Baca juga: 4 Cerita Horor yang Viral di Medsos

    Tyan memutuskan untuk memblokir rekeningnya. Setelah berdiskusi dengan customer service, dia menanyakan bagian wilayah mana uangnya diambil.

    Setelah dikroscheck, ada penarikan uang dari tabunganku di wilayah Denpasar. YaAllaaah rasanya aku ingin marah,” cuitnya lagi. “Bingung gatau harus apa, karna posisi atm selalu sama Ibuku, bahkan ga pernah pindah tangan sekalipun apalg sampai dibawa ke daerah Denpasar. Dan yg lebih parahnya transaksi itu di lakukan dijam jam yg ngga wajar. Mungkin bisa dilihat dr pict yg aku sertakan.”

    Kemudian Tyan langsung mengisi keterangan untuk melakukan pemblokiran. 

    CS 1 bilang menurut pandangannya dia itu terindikasi adanya penduplikatan kartu,” kata Tyan.

    Setelah Tyan meminta diurus, pihak BRI mengatakan bakal butuh waktu sekitar 14 hari. Kemudian Tyan pulang ke rumah dan pada Rabu kemarin (3/9) dia kembali ke Bank BRI.

    Bukannya malah menemukan titik terang, Tyan justru kembali dibikin lemas karena saldonya berkurang Rp10 juta.

    Saat aku memberikan bukti dan data data lain, CS memberitahu bahwa kartu itu saat itu masih aktif sehingga masih dapat melakukan transaksi,” ujar Tyan.

    Baca juga: Viral Video Lee Seung Gi Bertemu Mbah Satinem di Yogya

    Dengan kata lain, setelah dia melakukan pemblokiran rekening, ternyata oknum itu masih bisa mengaksesnya karena kartu yang dia pegang itu masih berfungsi dengan baik. Total kehilangan tabungan Tyan adalah Rp80 juta.

    Sedang dalam investigasi

    Setelah membuat thread di Twitter, Tyan mengaku pihak BRI langsung menghubunginya agar kasus ini bisa langsung diusut dan dijadikan prioritas.

    “Sambil menunggu hingga 20 hari kerja, untuk siapapun dan menggunakan bank apapun, bank kalian pasti bertanggung jawab atas masalah yg dihadapi nasabah. Dari hasil pembicaraan dengan @kontakBRI, mereka akan mengusahakan untuk mengambilkan uang yg hilang,” cuit Tyan.

    Hal ini juga dikonfirmasi oleh pihak BRI.

    “Terkait dengan informasi yang beredar di media sosial tentang hilangnya sejumlah dana di rekening nasabah, kami dapat sampaikan BRI akan bertanggung jawab kepada nasabah yang terindikasi terkena tindakan kejahatan perbankan,” ucap Corporate Secretary BRI Hari Purnomo kepada detikcom.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini