Home
/
Automotive

Warga Beralih ke Pertalite, Cadangan Stoknya Tinggal 16-18 Hari

Stok Pertalite nasional 16-18 hari karena beralih ke BBM subsidi demi hemat; pemerintah pastikan aman, targetkan kembali 20 hari seminggu.

Warga Beralih ke Pertalite, Cadangan Stoknya Tinggal 16-18 Hari

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Ketahanan stok Pertalite secara nasional saat ini berada di kisaran 16 hingga 18 hari, dipicu pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi.
  • Pergeseran perilaku konsumen dari Pertamax dan Pertamax Green 95 ke Pertalite disebabkan oleh faktor ekonomi, yaitu untuk menghemat pengeluaran.
  • Meskipun menyusut, pemerintah menegaskan bahwa stok Pertalite masih dalam taraf aman sesuai standar batas minimal nasional dan masyarakat tidak perlu khawatir.
  • Pemerintah menargetkan ketahanan cadangan Pertalite akan kembali ideal di angka 20 hari dalam jangka waktu satu minggu ke depan, serta memastikan rantai pasokan tetap terjaga.

Uzone.id - Ketahanan stok BBM jenis Pertalite secara nasional saat ini berada di kisaran 16 hingga 18 hari. Penurunan cadangan ini utamanya disebabkan oleh fenomena pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke Pertalite.

Sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, terdapat pergeseran konsumsi BBM dari Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran.

Lonjakan permintaan BBM bersubsidi ini pun berdampak langsung pada tergerusnya ketahanan stok Pertalite di kilang. Kendati stok Pertalite menyusut, pemerintah memastikan jenis BBM lainnya berada dalam posisi aman.

Persediaan Solar maupun BBM nonsubsidi beroktan tinggi seperti RON 92, RON 95, hingga RON 98 sama sekali tidak mengalami kendala pasokan.




“Di kilang itu kan ada, kalau kita kan RON 90, yang kurang dari 20 hari itu hanya RON 90. Tapi kalau Solar, RON 92, RON 95, RON 98 itu no issue, enggak ada masalah. Yang terjadi pergeseran dari 16 ke 18 hari itu adalah RON 90,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, dikutip Senin, (19/10).

Bahlil menambahkan, faktor ekonomi menjadi pendorong utama di balik perubahan perilaku konsumen tersebut.

“Kenapa itu terjadi? Karena terjadinya shifting, yang tadinya orang pakai 92 dan 95, itu shifting ke 90 karena harganya kan cukup, berbedanya cukup ekonomis itu. Itu sebenarnya masalahnya,” ungkap Bahlil.





Meski cadangan Pertalite menyusut ke level 16-18 hari, pemerintah menegaskan bahwa kondisi ini masih berada dalam taraf aman sesuai standar batas minimal nasional, sehingga masyarakat tak perlu khawatir akan kelangkaan.

“Tapi secara standar nasional, clear. Mungkin untuk mencapai di angka 20 itu, ya kita butuh waktu seminggu. Seminggu selesai, tapi di 16 sampai 18 hari itu kan bukan berarti kita kekurangan standar minimal, enggak. Itu masih oke,” tegas Bahlil.

Pemerintah pun menargetkan ketahanan cadangan Pertalite bakal kembali ideal di angka 20 hari dalam jangka waktu satu minggu ke depan. Langkah penambahan pasokan ini disiapkan guna menjaga stabilitas distribusi BBM di seluruh wilayah Indonesia.




Di samping itu, rantai pasokan BBM dari kilang hingga SPBU dipastikan terus terjaga dengan baik. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang karena kondisi ini bukanlah sinyal krisis energi di tanah air.

“Secara stok nasional kita, BBM itu di 16 sampai 18 hari. Jadi stok BBM nasional Insya-Allah itu aman,” tandas Bahlil.

Kondisi penurunan stok Pertalite ini menjadi potret nyata betapa dinamika pola konsumsi masyarakat sangat memengaruhi ketahanan cadangan BBM bersubsidi.

Ke depannya, penyesuaian pasokan secara presisi perlu terus dilakukan seiring maraknya peralihan konsumen ke bahan bakar beroktan lebih rendah.

FAQ Artikel

Berapa hari ketahanan stok Pertalite secara nasional saat ini?

Ketahanan stok BBM jenis Pertalite secara nasional saat ini berada di kisaran 16 hingga 18 hari.

Mengapa stok Pertalite mengalami penurunan?

Penurunan cadangan Pertalite utamanya disebabkan oleh fenomena pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi (seperti Pertamax dan Pertamax Green 95) ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran, didorong oleh faktor ekonomi.

Apakah jenis BBM lain juga mengalami penurunan stok?

Tidak, persediaan Solar maupun BBM nonsubsidi beroktan tinggi seperti RON 92, RON 95, hingga RON 98 sama sekali tidak mengalami kendala pasokan dan berada dalam posisi aman.

Apakah kondisi stok Pertalite saat ini mengkhawatirkan?

Pemerintah menegaskan bahwa kondisi 16-18 hari masih berada dalam taraf aman sesuai standar batas minimal nasional, sehingga masyarakat tak perlu khawatir akan kelangkaan atau sinyal krisis energi.

Apa langkah pemerintah untuk mengatasi penurunan stok Pertalite?

Pemerintah menargetkan ketahanan cadangan Pertalite bakal kembali ideal di angka 20 hari dalam jangka waktu satu minggu ke depan dan memastikan rantai pasokan BBM dari kilang hingga SPBU terus terjaga dengan baik.

Brian Priambudi

Brian Priambudi

Jurnalis

Berpengalaman dalam review mobil dan motor.  Pengalaman menjadi jurnalis otomotif sejak 2018.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article