Home
/
Digilife

WhatsApp Perkuat Fitur di RI Agar Akun Pengguna Gak Gampang Diretas

WhatsApp memperkenalkan tiga fitur keamanan baru: perluasan passkey, verifikasi dua langkah lebih kuat, dan info penelepon tak dikenal.

WhatsApp Perkuat Fitur di RI Agar Akun Pengguna Gak Gampang Diretas

Bagikan :

Highlight Artikel

  • WhatsApp resmi memperkenalkan tiga fitur keamanan baru untuk melindungi pengguna dari suspend, blokir akun, serta penipuan online.
  • Fitur passkey kini diperluas, memungkinkan login akun WhatsApp lebih aman menggunakan sidik jari, Face ID, atau kode penguncian layar.
  • Verifikasi dua langkah diperkuat dengan opsi kata sandi alfanumerik yang lebih panjang dan sulit ditebak.
  • WhatsApp juga menambahkan informasi detail penelepon (asal negara, tanggal akun dibuat, grup bersama) untuk nomor yang belum tersimpan.

Uzone.id — WhatsApp resmi memperkenalkan tiga fitur keamanan baru untuk pengguna termasuk di Indonesia. Fitur ini dirilis di tengah maraknya akun-akun WhatsApp yang kena suspend dan juga terblokir oleh pihak Meta.

Fitur-fitur ini diluncurkan pada Rabu, (26/08), dimana fitur ini bertujuan untuk membuat akun lebih aman dan tidak mudah diambil alih.

“WhatsApp meluncurkan sejumlah pembaruan keamanan akun yang dirancang untuk membantu menjaga akun Anda tetap aman dan berada dalam jangkauan Anda,” kata WhatsApp dalam keterangan tertulisnya.



Salah satu penguatan keamanan ini adalah melalui fitur passkey yang sudah digunakan lebih dari satu miliar orang pengguna. Kini, fitur tersebut bisa digunakan lebih dari satu di akun pengguna.

Kegunaan dari Passkey ini adalah untuk login kembali ke akun WhatsApp agar lebih aman karena menggunakan sidik jari, face ID, atau kode penguncian layar. 

Dengan perluasan fitur ini, pengguna sudah bisa menambahkan lebih dari satu passkey ke akun dengan cara membuka Pengaturan > Akun > Passkey.

Selain itu, ada juga fitur verifikasi dua langkah yang kini semakin kuat dengan opsi kata sandi lengkap. 

Verifikasi dua langkah ini akan memberikan perlindungan tambahan yang membantu mencegah seseorang mengambil alih akun, meskipun mereka memiliki kode sandi sekali pakai.



Kini verifikasi akan menggunakan format yang lebih panjang berisi alfanumerik serta karakter khusus agar lebih sulit ditebak.

“Jika selama ini Anda memakai "123456", ini waktunya mengupgrade kata sandi,” tutur WhatsApp.

Selanjutnya, WhatsApp juga memperkuat fitur ketika ada nomor yang belum tersimpan di kontak pengguna. Dengan fitur ini, pengguna akan mendapatkan informasi lengkap soal penelepon seperti asal negara, tanggal akun dibuat dan juga apakah nomor tersebut berasal dari grup yang sama dengan penerima.

Fitur ini bertujuan untuk memberikan sedikit konteks agar pengguna bisa menentukan untuk  mengangkat panggilan tersebut atau tidak dengan melihat informasi sebelum menjawab.

Penguatan fitur-fitur keamanan ini diharapkan menjadi solusi pengguna dalam menangkal penipuan online dan phishing yang terus menargetkan masyarakat di Tanah Air.

FAQ Artikel

Apa saja fitur keamanan baru yang diperkenalkan WhatsApp?

WhatsApp memperkenalkan tiga fitur keamanan baru: perluasan passkey, penguatan verifikasi dua langkah dengan kata sandi yang lebih kompleks, dan fitur informasi detail penelepon untuk nomor yang belum tersimpan.

Bagaimana cara kerja fitur Passkey yang baru?

Fitur Passkey memungkinkan pengguna login kembali ke akun WhatsApp dengan lebih aman menggunakan sidik jari, Face ID, atau kode penguncian layar. Pengguna kini juga dapat menambahkan lebih dari satu passkey ke akun mereka melalui Pengaturan > Akun > Passkey.

Apa yang ditingkatkan pada verifikasi dua langkah WhatsApp?

Verifikasi dua langkah kini semakin kuat dengan opsi kata sandi yang lebih lengkap, menggunakan format alfanumerik serta karakter khusus, sehingga lebih sulit ditebak dan memberikan perlindungan tambahan dari upaya pengambilalihan akun.

Fitur apa yang membantu pengguna mengidentifikasi penelepon dari nomor tak dikenal?

WhatsApp memperkuat fitur yang memberikan informasi lengkap soal penelepon dari nomor yang belum tersimpan di kontak, seperti asal negara, tanggal akun dibuat, dan apakah nomor tersebut berasal dari grup yang sama.

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article