icon-category Digilife

2025, Gamer Indonesia Akan Habiskan 8 Jam Seminggu Main Cloud Game

  • 25 Jun 2021 WIB
Bagikan :

Ilustrasi (Foto: Florian Olivo - Unsplash)

Uzone.id - PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah menggelar layanan 5G Telkomsel di kota-kota besar di Indonesia, sejak resmi meluncur pertama kali apda 27 Mei 2021.

5G Telkomsel sudah tersedia di 26 klaster di sembilan kota: Medan, Batam, Bandung, Balikpapan, Solo, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Denpasar.

Layanan 5G ini tersedia untuk semua kalangan di Indonesia, baik untuk segmen konsumen, pemerintah, akademisi, maupun industri.

Telkom University juga terlibat dalam mengembangkan beberapa aplikasi dan inovasi hasil riset pemanfaatan teknologi 5G, termasuk ekosistemnya.

Era sekarang, konektivitas seluler menjadi sangat penting dalam menjaga kelangsungan bisnis saat bekerja atau belajar jarak jauh.

Ericsson ConsumerLab, The Future Urban Reality, menjabarkan bahwa konsumen Indonesia rata-rata online selama 3 jam lebih lama setiap harinya, atau sekitar 8 jam 45 menit per hari.

BACA JUGA: Live Audio Rooms, Pesaing Clubhouse Milik Facebook Resmi Meluncur

Kemudian, lebih dari separuh waktu yang digunakan untuk online terjadi pada smartphone.

Laporan ConsumerLab "Five Ways to a Better 5G" juga membahas minat konsumen untuk beralih ke 5G, meski di tengah pandemi Covid-19, serta perilaku pengguna baru yang ditimbulkan oleh 5G.

"Indonesia sudah ada landasan kuat untuk penerapan 5G. Sebanyak 19 persen pengguna smartphone di perkotaan memiliki smartphone yang mendukung 5G, di mana sekitar 5 juta pengguna akan beralih ke 5G dalam dua tahun pertama setelah jaringan 5G tersedia secara komersial," kata Jerry Soper, Country Head, Ericsson Indonesia, saat jumpa pers lewat virtual pada Rabu (24/6/2021).

Pengguna device 5G-ready saat ini sudah menghabiskan waktu untuk aplikasi AR 3 jam lebih banyak per minggu dan pada enhanced media 1,5 jam lebih banyak per minggu dibandingkan dengan pengguna 4G.

Baca juga: Pelanggan 5G Akan Tembus Setengah Miliar di Akhir 2021

Pada 2025, konsumen di Indonesia diperkirakan akan menghabiskan 7,5 hingga 8 jam seminggu untuk cloud gaming dan aplikasi AR atau VR.

"Pandemi juga telah meningkatkan kebutuhan akan 5G dengan kualitas lebih baik di dalam ruangan. Dengan minat tinggi terhadap home broadband 5G dan 254 pengguna menganggap Akses Nirkabel Tetap (Fixed Wireless Access, FWA) sangat relevan, FWA menjadi peluang besar untuk 5G di Indonesia," kata Jerry.

Calon pengguna awal (early adopte) 5G di Indonesia pada dasarnya mencari tiga hal: kecepatan lebih tinggi, jaringan yang terpercaya, dan inovasi. 4 dari 5 mengharapkan kecepatan 5G lebih tinggi, sementara sekitar 3 dari 5 mengharapkan jaringan aman.

Pada saat sama, konsumen bersedia membayar 50 peren lebih banyak untuk paket 5G, yang digabung dengan layanan digital — misalnya, 78 persen berpendapat bahwa pengalaman olahraga dan konser di lokasi langsung (in-venue) 5G sepadan dengan uang yang mereka keluarkan.

"Dengan kata lain, peningkatan pendapatan terbesar untuk penyedia layanan komunikasi masih akan didapatkan dari. penggabungan layanan digital dengan tarif 5G untuk meyakinkan konsumen tentang nilai platform jaringan 5G," kata dia.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini