Review Poco X6 Pro: Performa Kencang, Kameranya Medioker

05 February 2024 - by

Uzone.id - Segmen smartphone kelas menengah sudah mulai memanas. Gara-garanya, lantaran Poco meluncurkan X6 Pro di Indonesia dengan harga yang menarik, plus membawa spesifikasi menggoda.

Bagaimana tidak, dibanderol dengan harga Rp4,9 jutaan, smartphone ini menjadi yang pertama dengan prosesor MediaTek Dimensity 8300-Ultra. Kameranya pun sudah optical image stabilization (OIS) atau yang pertama di serinya, belum lagi spesifikasi lain yang disuguhkan Poco X6 Pro yang bikin para ‘kaum mending’ di Indonesia kesengsem.

Boleh saja smartphone ini sudah bisa didapatkan secara online. Tapi ada baiknya, sebelum beli smartphone ini, simak review lengkap Poco X6 Pro berikut ini. Dalam ulasan ini, kami akan mengupas kelebihan dan kekurangan dari Poco X6 Pro, check this out!

Gak ada lagi desain alay

Desain ponsel Poco itu kebanyakan alay, beneran deh. Tulisan ‘Poco’ segede gaban, belum lagi warna yang terang dengan material bodi yang agak kurang. 

Tapi dalam beberapa seri terbaru, seperti Poco F5 misalnya, Poco mulai berbenah dengan mengusung desain yang lebih berkelas, punya kesan premium bisa dibilang. Dan tren positif ini mereka lanjutkan pada Poco X6 Pro.

Baca Juga :

Samsung cs Punya Pabrik, Cuma Apple yang Impor iPhone ke Indonesia

Gak nyangka desain Poco X6 Pro semewah ini. Smartphone ini hadir dalam tiga opsi warna, Black, Grey, dan Yellow. Warna kuning khas Poco tetap dipertahankan, tapi kali ini dibuat berbeda dan lebih mewah.

Seperti smartphone kelas menengah kekinian, warna ini menggunakan lapisan kulit vegan. Teksturnya enak buat digenggam, terlebih tak mudah kotor gegara sidik jari yang menempel.

Unit Poco X6 Pro yang kami review memiliki kelir Black. Finishing warnanya glossy seperti kaca, mengingatkan kami dengan Xiaomi 13T varian warna yang sama.

Ingat, seperti kaca. Ya, baik sasis dan bodi belakang Poco X6 Pro terbuat dari material plastik. Warna hitam pada unit yang kami ulas sebenarnya terlihat mewah, punya efek pantulan seperti cermin, tapi sayangnya mudah banget kotor karena jejak sidik jari yang menempel.

Bukan cuma pada bodinya saja, area bingkai kameranya pun sama. Untungnya, Poco menyediakan softcase yang cakep pada pake penjualan, bukan bening tapi warna abu matte yang kelihatan mahal.

Smartphone ini masih menampilkan logo ‘POCO’, tapi ukurannya gak gede lagi. Kecil saja di sudut kanan atas bodi belakang, plus tulisan ‘64 MP OIS’ yang menegaskan salah satu kelebihan utama dari smartphone ini.

Cuma Gorilla Glass 5, sudah IP54

Gak seperti Poco X6 yang layarnya sudah dilapisi Gorilla Glass Victus, varian Pro yang kami review hanya diberikan kaca pelindung Gorilla Glass 5 saja. 

Perlindungan lainnya, smartphone ini sudah mengantongi rating IP54 yang berarti tahan debu dan percikan air. Lewat rating ini, setidaknya user Poco X6 Pro gak perlu worry kalau ponsel ini ketumpahan air atau terkena percikan air hujan. Asal, jangan dicemplungin, ya!

Baca Juga :

Harap Sabar, Xiaomi 14 Mungkin Debut Global di MWC 2024

Bicara tiap sisinya, di sisi kanan smartphone menampung tombol Power dan Volume. Tak ada sensor sidik jari pada tombol Power, lantaran Poco sudah memindahkannya di bawah layar.

Tak ada apa-apa di tepian kiri. Sementara sisi bawah, tersedia SIM tray tanpa adanya slot microSD, mikrofon, USB-C, dan lubang speaker. Di atas, ada IR blaster, mikrofon, dan speaker sekunder.

Layarnya ajib!

Poco X6 Pro membawa layar CrystalRes Flow AMOLED Dot Display seluas 6,67 inci. Flow AMOLED merupakan teknologi yang memungkinkan Poco bikin layar bezel-less pada X6 Pro. 

Layar smartphone ini punya bezel yang tipis dan simetris, rasanya mirip Poco F5, sehingga experience kami saat menggunakannya lebih maksimal dibanding seri sebelumnya.

Sementara CrystalRes merupakan resolusi dari layar Poco X6 Pro. Ya, gak zaman lagi Full HD+, tapi 1220p alias 1.220 x 2.712 piksel. 

Gak sekadar menawarkan layar beresolusi tinggi, Poco X6 Pro sudah mendukung Dolby Vision, refresh rate 120Hz, punya sertifikasi HDR10 dan Dolby Vision, serta memiliki intensitas pencahayaan puncak mencapai 1.800 nits.

Baca Juga :

Poco M6 Pro dari Dekat: Emang Boleh HP Rp2 Jutaan Kayak Gini?

Tau gak, fitur-fitur tersebut gak cuma bikin kegiatan kalian saat main game, nonton konten di medsos, atau hal-hal lainnya berjalan mulus saja. Buat kalian yang suka mantengin YouTube, resolusi tertinggi di mode HDR bisa aktif di ponsel ini.

Streaming di Netflix pada resolusi tinggi juga berasa mantap. Dan, untuk kali pertama, Poco memberikan fitur in-display fingerprint pada X6 Pro. Well done, Poco!

Poco dengan HyperOS pertama

Poco X6 Pro jadi smartphone pertama Poco yang berjalan di sistem operasi terbaru, HyperOS berbasis Android 14. Gak perlu update, OS pengganti MIUI tersebut sudah terpasang langsung, jadi tinggal pakai dan rasakan berbagai kelebihan dari HyperOS.

Buat kami yang familiar dengan MIUI, khususnya MIUI 14, butuh banyak penyesuaian saat menggunakan HyperOS. Control Center saja, bagian ini didesain ulang, lumayan bikin kagok pada percobaan pertama.

Lantaran tak ada lagi label teks pada ikon, agak bingung mencari pengaturan yang mau ditekan. Kami biasanya mengakses Settings pada Control Center, tepatnya dengan menekan tombol pada sudut kanan atas layar.

Di HyperOS, shortcut ke Settings diletakkan pada bagian bawah, bergabung dengan quick settings lainnya. 

Tapi dibanding MIUI 14, HyperOS memang lebih smooth dengan tampilan lebih bersih. Banyak pula kustomisasi tampilan pada OS ini, dari font, wallpaper, always on-display, tampilan jam, dan sebagainya. 

Cuma memang, ‘penyakit’ lama dari ponsel Poco tetap ada, yakni bloatware. Segala game yang kami gak kenal pun dipasang pada HyperOS di Poco X6 Pro, lumayan PR buat menghapusnya.

Baca Juga :

Yang Penting dari HyperOS: Fitur, Syarat Update, dan HP yang Kebagian

Selain mendapatkan sistem operasi yang lebih baru, Poco X6 Pro juga memiliki jaminan update tiga versi OS Android dan empat tahun security patch rutin. Itu berarti, smartphone baru Poco tersebut akan mendapatkan pembaruan OS hingga Android 17.

Performa menggila di kelasnya

Kapan lagi punya smartphone yang harganya di bawah Rp5 juta, tapi sudah punya prosesor 4nm kelas high-end, RAM LPDDR5X, serta penyimpanan UFS 4.0? Spesifikasi kayak gitu biasanya ada pada smartphone kelas flagship yang umumnya dibanderol di atas Rp9 jutaan.

Poco X6 Pro ditenagai prosesor MediaTek Dimensity 8300-Ultra, prosesor kustom yang dibangun dengan fabrikasi 4nm. Secara performa, sebenarnya masih sama dengan Dimensity 8300 reguler. 

Prosesor ini mengusung 1x Cortex A715 dengan kecepatan 3,35 GHz, 3x Cortex A715 dengan clock-speed 3,2 GHz, serta 4x Cortex A510 dengan clock-speed 2,2 GHz. 

Kalau kata Jeksen, Product Marketing Manager Poco Indonesia, Dimensity 8300-Ultra mempunyai tuning pada clock-speed RAM LPDDR5X yang lebih cepat. Ia tak menjelaskan lebih rinci soal kecepatan RAM yang didukung chipset ini, tapi Dimensity 8300 reguler memiliki dukungan RAM LPDDR5X sampai 8533 Mbps. 

Disokong prosesor kencang, kapasitas RAM dan memorinya juga lega. RAM-nya 12 GB dengan kapasitas penyimpanan hingga 512 GB.

Berikut ini hasil benchmark Poco X6 Pro:

- Antutu Benchmark v10 = 1.414.889 poin

- PCMark Work 3.0 = 14.176 poin

- 3DMark Wild Life Stress Test = 7.598 poin (best loop) dan 7.519 poin (lowest loop)

Satu kata, terkejut. Kata ini pas buat menggambarkan performa dari Poco X6 Pro. Dari AnTuTu Benchmark saja, skornya bahkan melampaui Xiaomi 13T, jauh di atas dengan selisih lebih dari 500 ribu poin. Ini HP harga Rp4 jutaan, lho!

Diuji pada 3DMark pun, ponsel ini tak mengalami throttling sama sekali. Stabilitasnya nyaris sempurna atau tepatnya 99 persen dengan titik frame rate tertinggi mencapai 55 FPS. 

Baca Juga :

Review Xiaomi 13T: Kasih Experience Kamera Leica yang Nyaris Otentik

Suhunya memang sempat mencapai 46 derajat Celcius, tapi solusi pendinginan pada ponsel ini berhasil bikin ponsel terhindar dari overheat dan penurunan performa secara signifikan. 

Beralih ke baterai, Poco X6 Pro ditopang baterai 5.000 mAh yang bisa tahan sampai 12 jam 45 menit pada pengujian PCMark Battery Life. Pengujian ini terus menerus memutar simulasi aplikasi sampai baterai mencapai 20 persen.

Didukung fast charging 67W (dengan adaptor pada paket penjualan), ngecas ponsel ini gak perlu lama-lama. Hingga penuh, butuh waktu sekitar 45 menit saja. 

Kamera masih medioker

Poco X6 Pro punya konfigurasi kamera yang asyik buat dikulik. Kamera utamanya 64 MP yang didukung OIS, kemudian ultrawide 8 MP dengan makro 2 MP, tapi tak ada dukungan autofocus pada kedua kamera ini. 

Sementara di depan, kamera selfie-nya 16 MP berjenis fixed focus juga. Kami tak berekspektasi tinggi pada kamera Poco X6 Pro, dengan harga segini dan sudah dikasih performa yang tinggi, sudah lebih dari cukup sebenarnya.

Daya tarik utama dari kamera smartphone ini adalah kehadiran OIS. Stabilisasi gambar bakalan jauh lebih mantap lagi, baik untuk mengambil video maupun memotret foto malam yang perlu beberapa detik pengambilan gambar steady.

Secara kualitas, detail yang diambil kamera 64 MP memang bagus. Tapi kalau soal warna, terlihat agak halus dan kurang akurat. Kadang saturasinya bagus, terkadang warnanya pun agak pucat. 

Baca Juga :

Samsung Galaxy S24 vs Xiaomi 14: Adu Canggih Smartphone Ringkas

Kalau dua kamera lainnya, sorry to say, medioker. Detailnya biasa saja, warnanya juga pas-pasan. Belum lagi karena fixed focus, terlebih buat kamera makro, jadi berasa gimmick saja kehadiran kamera ini.

Goyang sedikit, buyar sudah fotonya. Buram, warnanya jelek. Gak banget kualitas kedua kamera ini. Kalau kamera selfie, standar hasilnya, detailnya lumayan tapi tidak dengan akurasi warnanya (lagi-lagi masalah akurasi warna).

Buat video, adanya OIS dan EIS (electronic image stabilization) beneran jadi kelebihan dibanding X Series lainnya. Karena stabilisasinya berbasis hardware, maka tak akan ada penurunan kualitas dan resolusi yang terjadi.

Namun, OIS-nya tentu tak sehebat smartphone high-end atau flagship di luar sana. Tetap berasa guncangannya, tapi sudah lumayan bila untuk merekam beberapa footage untuk pelengkap vlog kalian.

Hasil kamera Poco X6 Pro:

Kesimpulan

Kehebatan atau kelebihan Poco X6 pro terpancar jelas pada bagian layar dan performanya. Fiturnya lengkap, kinerjanya gak bikin kecewa. 

Visualisasi yang lapang terasa puas saja di mata. Belum lagi performa MediaTek Dimensity 8300-Ultra yang di-fusion dengan RAM LPDDR5X dan memori UFS 4.0, yahud banget nge-game, dan melakukan banyak hal di smartphone ini.

Kemampuan baterainya juga gak kalah. Catatan nyaris 13 jam di pengujian PCMark jadi bukti kalau prosesor kencang gak harus bikin boros baterai juga. 

Kemudian, HyperOS pun jadi nilai tambah dari Poco X6 Pro. Butuh penyesuaian memang, tapi setidaknya kalian sudah bisa merasakan teknologi keluaran terbaru dari Xiaomi.

Kurangnya? Ada banyak juga. Pertama, belasan bloatware pada Poco X6 Pro. Kemudian komposisi kamera yang tetap saja standar, malah cenderung kurang memuaskan. Terakhir, bodi yang terlampau glossy dan jadi magnet buat jejak sidik jari untuk warna Black. 

Poco X6 Pro boleh saja viral karena harga jualnya yang terjangkau, Rp4,9 jutaan saja. Smartphone ini luar biasa dalam beberapa hal, tapi tetap tak luput dari banyak kekurangan di beberapa areanya. 

Tapi kalau lagi-lagi kalian lihat harga sebagai pertimbangan utama, smartphone ini worth it banget buat kalian miliki.