icon-category Auto

Bikin Malu, Toyota Usir Hino dari Konsorsium Peralihan Kendaraan Listrik

  • 30 Aug 2022 WIB
  • Bagikan :
    Truk Hino EV tampil di GIIAS 2022 (Foto: Tomi Tresnady / Uzone.id)

    Uzone.id - Hino, anak perusahaan produsen truk Toyota, dianggap sudah bikin malu konsorsium truk karena memalsukan emisi dan efisiensi bahan bakar di Jepang.

    Toyota pun mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan Hino dari konsorsium kendaraan di seluruh Jepang dalam mempercepat peralihan ke kendaraan elektrifikasi.

    Sebetulnya, sudah satu tahun konsorsium ini dibentuk. Namun, Toyota minilai Hino telah melakukan "perilaku salah" dan tidak sesuai dengan "aspirasi dan tujuan" grup.

    BACA JUGA: Jelang BBM Naik Harga, PLN Kasih Harga Murah Tambah Daya Listrik

    "Kami sangat kecewa dengan kesalahan perusahaan," kata Presiden Toyota Akio Toyoda mengenai Hino, seperti dilansir dari europe.autonews.

    "Hino telah melakukan kesalahan dalam sertifikasi mesin untuk jangka waktu yang lama, dan perusahaan berada dalam situasi di mana mereka tidak bisa diakui sebagai salah satu dari 5,5 juta individu di industri otomotif di Jepang," imbuh dia.

    Karyawan Hino memalsukan pengujian pada mesin yang digunakan pada 643.635 kendaraan selama bertahun-tahun, di mana sebanyak 66.817 truk saat ini bisa di-recall (tarik kembali).

    Toyota sebagai produsen terbesar di dunia telah menggalang penciptaan Commercial Japan Partnership Technologies Corporation (CPJT) pada April 2021 untuk membuat transisi pembuatan kendaraan komersil Jepang untuk beralih menjadi Battery Electric Vehicle (BEV), sel bahan bakar hidrogen dan teknologi self-driving.

    BACA JUGA: Makin Canggih, Mobil Tesla Akan Terhubung ke Satelit Starlink

    Konsorsium awalnya menyatukan Toyota, Hino dan Isuzu. Toyota memegang 4,6 persen saham di Isuzu sebagai bagian dari kesepakatan. Sedangkan di Hino, Toyota memegang saham 50,1 persen.

    Selanjutnya, Suzuki dan Daihatsu bergabung dengan CJPT dalam mengembangkan mini EV untuk kepentingan komersial.

    Toyoda juga mengatakan, jika Hino masih terlibat dalam CJPT maka bisa "mengganggu" anggota korporat lainnya saat mereka bekerja menuju teknologi masa depan.

    Hino sendiri menghadapi skandal emisi dengan memalsukan data emisi dan penghematan bahan bakar sejak tahun 2003.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini