Home
/
Automotive

Bukan Cuma Insentif Pajak, Mobil Hybrid Juga Diusulkan Bebas Gage

Menteri Perindustrian mendorong insentif ekstra mobil hybrid, plug-in hybrid, dan REEV demi percepatan industri, penghematan BBM bersubsidi, dan reduksi emisi.

Bukan Cuma Insentif Pajak, Mobil Hybrid Juga Diusulkan Bebas Gage

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Menteri Perindustrian mendorong pemberian insentif tambahan bagi lini kendaraan elektrifikasi, yaitu Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Range Extended Electric Vehicle (REEV).
  • Tujuan utama insentif ini adalah mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional, menghemat konsumsi BBM bersubsidi, dan menekan emisi gas buang.
  • Pemerintah akan merumuskan insentif non-fiskal yang mencakup kemudahan administrasi, pembebasan ganjil genap, penyediaan parkir khusus, dan fasilitas pengisian daya.
  • Kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) disebut sudah memiliki insentif yang memadai sebelumnya.

Uzone.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji tengah mendorong pemberian insentif tambahan bagi lini kendaraan elektrifikasi. Langkah ini difokuskan untuk tipe mobil hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), sampai range extended electric vehicle (REEV).

Bukan tanpa alasan, Sarmuji menilai bahwa insentif ekstra sangat penting demi mempercepat laju pertumbuhan industri otomotif nasional. Di saat yang sama, kebijakan ini diharapkan mampu menggenjot efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis BBM bersubsidi.

“Kalau full battery selama ini sudah ada insentif yang memadai, baik berkaitan dengan administrasi maupun ganjil genap. Sementara yang plug-in hybrid dan REEV itu akan dirumuskan insentifnya,” ujar Sarmuji di Jakarta, Rabu (21/10) dikutip dari Kompas.



Penggunaan teknologi elektrifikasi pada kendaraan membawa potensi besar dalam menekan emisi gas buang sekaligus menghemat BBM. Sebagai gambaran, kendaraan hybrid memadukan mesin pembakaran internal dengan motor listrik.

Berbeda lagi dengan hybrid dengan jenis PHEV yang memberikan fleksibilitas lebih karena daya baterainya dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal.

Sementara itu, teknologi REEV mengandalkan motor listrik sebagai penggerak roda utama. Mesin pembakaran internal pada sistem REEV hanya bertugas memproduksi energi listrik pendukung untuk memperjauh jarak tempuh saat baterai mulai menipis





“Menurut saya ini sesuatu yang sangat strategis karena dengan memproduksi dan kemudian memasarkan secara lebih masif dua jenis kendaraan itu, akan berdampak pada penghematan BBM kita, khususnya BBM bersubsidi. Di samping juga pasti akan berakibat pada menurunnya emisi,” ucap Sarmuji.

Bentuk dukungan pemerintah rencananya tidak cuma terbatas pada potongan pajak semata. Paket insentif juga mencakup beragam kemudahan nonfiskal yang bakal memanjakan para pengguna.

“Nonfiskal itu misalkan administrasi, di kota-kota bisa dipakai, ganjil genap tidak terkena, ada parkir khusus,” kata Sarmuji.



“Mungkin juga kalau yang masih perlu charger, ada fasilitas charger dan sebagainya,” ujarnya.

Beberapa poin menarik yang masuk dalam usulan mencakup pembebasan skema ganjil genap di area perkotaan seperti halnya fasilitas yang sudah dinikmati pemilik battery electric vehicle (BEV).

Selain itu, pertimbangan lain meliputi kemudahan proses administrasi, penyediaan tempat parkir khusus, hingga kemudahan akses stasiun pengisian daya bagi kendaraan yang memerlukan.

FAQ Artikel

Apa yang didorong oleh Menteri Perindustrian terkait kendaraan elektrifikasi?

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong pemberian insentif tambahan bagi lini kendaraan elektrifikasi, khususnya tipe mobil hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), sampai range extended electric vehicle (REEV).

Apa tujuan utama pemberian insentif tambahan untuk kendaraan elektrifikasi?

Tujuan utamanya adalah mempercepat laju pertumbuhan industri otomotif nasional, menggenjot efisiensi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, dan menekan emisi gas buang.

Jenis insentif apa saja yang sedang dirumuskan untuk kendaraan hybrid dan REEV?

Insentif yang dirumuskan tidak hanya terbatas pada potongan pajak, tetapi juga mencakup kemudahan nonfiskal seperti kemudahan administrasi, pembebasan aturan ganjil genap, penyediaan parkir khusus, dan fasilitas charger.

Apakah Battery Electric Vehicle (BEV) juga akan mendapatkan insentif tambahan ini?

Tidak, artikel menyebutkan bahwa kendaraan listrik murni (full battery/BEV) selama ini sudah memiliki insentif yang memadai, baik berkaitan dengan administrasi maupun ganjil genap. Insentif tambahan ini difokuskan untuk HEV, PHEV, dan REEV.

Brian Priambudi

Brian Priambudi

Jurnalis

Berpengalaman dalam review mobil dan motor.  Pengalaman menjadi jurnalis otomotif sejak 2018.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article