icon-category Auto

Community Week: Tips Ganti Audio Mobil Bagi yang Punya 'Kuping Jahat'

  • 10 Apr 2022 WIB
Bagikan :
Host Tomi Tresnady bersama Darius dari Komunitas Venom Indonesia di program Community Week (Foto: Kris / Uzone.id)

Uzone.id - Bagi yang punya 'kuping jahat' tentunya kualitas audio mobil sangat diperhatikan. Suara gak enak sedikit saja bakal bisa terdengar bagi mereka yang punya indera pendengaran yang sensitif itu.

Kalau kamu punya bujet di bawah Rp3 juta masih bisa kok upgrade audio mobil. Kamu bisa ganti speaker terlebih dahulu tanpa mengganti headunit.

Seperti yang disampaikan oleh Darius dari Komunitas Venom Indonesia, meskipun ganti speaker tanpa ganti headunit tetap akan berpengaruh terhadap suara.

"Saya tanya lagi kamu demennya apa nih, kalau misalnya demennya bass, beli aja subwoofer dulu, bujetnya kan sekitar Rp2 jutaan sampai Rp4 juta, bisa dong, udah pakai itu, buat ngejar empuk pake sub (subwoofer) aja, tapi ada orang yang ingin suaranya enak dikit dan lebih empuk, ganti aja speaker, di venom itu ada speaker yang plug and play, Exodus namanya jadi dari mobil Jepang sampai ke Mercy ada," tutur Darius saat berbincang di program Community Week yang tayang di kanal YouTube Uzone.id pada Sabtu (9/4/2022).

Community Week: Pasang Audio Mobil Ternyata Harus Sesuai Selera Lagu

Darius menambahkan, untuk Venom Exodus harganya sekitar Rp2-3 jutaan untuk mobil Jepang. Jadi tinggal pakai saja dan tidak usah memakai power atau DSP (digital signal processing). 

Kemudian, lanjut Darius, jika ingin meningkatkan time alignment dan staging tapi belum ada bujet buat beli speaker sama subwoofer, kamu bisa beli dulu DSP. 

"Kadi kalau kita mau play misalkan masih original even belum ada bluetooth, bisa connect bluetooth langsung. kayak mas Gading (artis Gading Martin) Estillo headunit-nya itu standar tahun 1991 tapi mau tampilan original tapi lagunya enak. Ya, udah pakai prosesor DSP, speaker-nya juga ditempatin asli, gak keliatan tapi enak suaranya," ungkap dia.

Jadi, kalau kamu mau mencari staging dan kualitas speaker naik bisa memakai prosesor DSP. Suara pun akan naik dan begitu juga dengan bass-nya. Itu karena sudah ada amplifier.

"Entar ada bujet lagi beli subwoofer, nah kalau orangnya ingin lebih vokal beli aja headunit, gitu," katanya.

Nah, kalau bujet minim sebaiknya ganti headunit dulu atau speaker dulu? 

"Kalau kita, headunit belakangan karena headunit lebih ke visual," tandas Darius.

BACA JUGA: Apakah Mobil Masih Bisa Berjalan, Ketika Turbo Rusak Saat Berkendara?

Perbedaan Prosesor dengan Headunit built-in DSP

Darius juga menjelaskan perbedaan antara prosesor dengan headunit bulit-in DSP. Menurutnya, headunit sendiri sudah ada DSP.

"DSP itu kan time alignment sama equalizer. Jadi di headunit itu sudah bisa nyeting kayak headunit di bawah tahun 2012 lah ada time alignment sama EQ terkenal dulu," katanya.

Bedanya dengan DSP, biasanya setting-an lebih banyak dan setting-an time alignment lebih tinggi dan sudah built-in power.

"Built in power itu kan selain mereka untuk ngatur suara, ini yang ngeluarin suara powerfull dari amplinya," terang Darius.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini