Auto

Irene Nikkein, Wanita Asal Indonesia Jadi Direktur Rolls-Royce

  • 24 September 2021
  • Bagikan :

    Irene Nikkein (Foto: Rolls-Royce Motor Cars)

    Uzone.id - Rolls-Royce Motor Cars telah mengumumkan bahwa Irene Nikkein telah ditunjuk sebagai Direktur Regional untuk wilayah Asia-Pasifik, yang berbasis di Singapura.

    Irene Nikkein bergabung dengan Rolls-Royce Motor Cars dari peran sebelumnya di MINI Jepang sebagai Head of Brand Communication & Product Management.

    BACA JUGA: IndiHome Gangguan, Ini Kompensasi untuk pelanggan

    Pengalaman Irene Nikkein mencakup hampir 15 tahun di posisi senior di BMW Group Asia, termasuk peran sebagai BMW Regional Experiential & Sponsorship Manager dan MINI Regional Marketing Manager.

    “Saya senang menyambut Irene Nikkein ke Rolls-Royce Motor Cars sebagai Direktur Regional Asia-Pasifik. Irene memiliki rekam jejak yang luar biasa dan pengalamannya yang luas, dikombinasikan dengan pengetahuan regional yang luas, membuatnya cocok untuk peran penting ini,” kata Henrik Wilhelmsmeyer, Director of Sales and Brand, Rolls-Royce Motor Cars menyampaikan kepada UzoneID melalui email, Kamis (23/9/2021).

    Indonesia patut berbangga karena Nikkein merupakan wanita asal Indonesia. Dia lulus dengan gelar sarjana di bidang Business Administration (Jurusan Marketing) dengan Distinction dari RMIT University di Singapura.

    BACA JUGA: Geng Motor Itu Berbeda dengan Komunitas atau Klub Motor

    Rolls-Royce Limited merupakan produsen mobil asal Inggris, yang juga memproduksi mesin pesawat. Rolls-Royce didirikan oleh Charles Stewart Rolls dan Sir Frederick Henry Royce pada tanggal 15 Maret 1906 sebagai lanjutan dari kemitraan yang telah terjalin sejak tahun 1904.

    Pada tahun 1971, Rolls-Royce mengalami kesulitan finansial akibat pengembangan RB211 yang terlampau mahal, sehingga perusahaan ini lalu dinasionalisasi menjadi Rolls-Royce (1971) Limited.

    Pada tahun 1973, divisi mobil dipisahkan dari perusahaan induknya, sebagai Rolls-Royce Motors. Rolls-Royce (1971) Limited pun terus memproduksi mesin pesawat hingga diprivatisasi pada tahun 1987 sebagai Rolls-Royce plc.