home ×
Auto

Kisah Sedih Bisnis Mobil Bekas Hancur Digulung Corona

04 July 2020 By
Kisah Sedih Bisnis Mobil Bekas Hancur Digulung Corona
Share
Share
Share

 

Uzone.id - Kisah pilu masa pandemi virus corona jenis baru (Covid-19) juga menyapa para penjual mobil bekas.

Sektor otomotif memang yang paling terpukul oleh efek pandemi. Apalagi, sektor ini banyak menyerap tenaga kerja karena berhubungan dengan banyak sektor seperti pabrik produksi kendaraan beserta prinsipalnya, diler, lembaga pembiayaan, bank hingga asuransi.

Bisa bayangkan kalau ekonomi Indonesia hancur sehingga banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di mana-mana dan membuat daya beli pun turun drastis.

Itu sudah terjadi di masa pandemi ini. Tak cuma mobil baru terkena imbas, para penjual mobil bekas juga merasakan sengatan corona begitu kejam.

Untuk mengetahui bagaimana susahnya jualan mobil bekas, Uzone.id mengajak salah satu penjual mobil bekas di Purwakarta bernama Ganjar (36) sebagai owner showroom Jiwadiwangsa.

Di showroom miliknya - sebetulnya rumah pribadi disulap jadi tempat jualan mobil - berjejer belasan unit mobil dari merek Nissan Grand Livina, Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Agya, Nissan X-Trail hingga Honda Jazz RS.

Ayah dari dua anak itu bercerita bagaimana penjualan mobil bekas di masa pandemi berada di puncak masa kelam.

Uzone: Ceritain bagaimana awalnya bisa jualan mobil bekas?

Awalnya dari kerugian. Dulu sempat beli mobil, mobil Eropa lah, dalam jangka setahun itu hampir setengahnya hilang. Hilang dalam arti tuh dari beli terus dijual lagi jatuh harganya.

Dari situ kebetulan saya ada saudara, yang bergelut di bidang ini juga, ngobrol-ngobrol sekalian saja jual beli, kebetulan ada dulu sisa-sisa uang kerja dulu, terus diputerin gitu kemudian ada konsumen, ada untungnya, jadi kecanduan gitu (jualan mobil bekas).


Uzone: Mendapatkan untung ruginya gimana?

Tergantung ya, untung rugi itu. Rata-rata standar lah, kita kan menentukan untungnya sekian, yang namanya usaha ada lah.

Tapi kita ada batasan misalnya untung sekian, bisa lebih, bisa di bawah kadang, kadang dijual modal juga gitu. Cuma yang namanya usaha harus untunglah kebanyakan.

Uzone: Sudah berapa lama jual beli mobil bekas?

Awal usaha 2015, lima tahunan.

Suka dukanya jualan mobil bekas?

Kalau sukanya, kalau untung itu suka

Uzone: Dukanya?

Puncaknya inilah dukanya. Di musim pandemi Covid ini, ini paling dirasakan paling duka.

Kalau misalkan duka-duka biasa yang dilewatin kadang kita narik (beli) mobil gak biasanya...kita gak sering narik kadang ada juga di luar estimasi perkiraan kita, yang namanya mobil seken ada saja perbaikan.

Pas narik (beli) estimasi sekian, ternyata lebih kan biaya estimasi perbaikan itu, akhirnya ujung-ujungnya ke penjualan, jual modal ataupun rugi. Rugi jarang lah kalau jual mobil itu.

Uzone: Jualan mobil bulan puasa kemarin?

Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan dengan bukan musimnya ramai mobil, bukan bulan puasa di bandingkan ini (saat pandemi) jauh.

sebelum bulan puasa 5-6 sepinya per bulan, puasa sekarang hampir rata-rata teman saya juga rata-rata nol, gak bisa jualan.

Kalau saya pribadi 11 unit, saya penjual kecil lah, orang lain ada yang 80 (unit). Keluar 1-2 unit itu pun pedagang-pedagang yang unitnya banyak, yang variannya banyak, semakin banyak varian ada, kalau saya kan terbatas.

Orang juga larangan mudik, PSBB juga, orang di rumah, orang mikir-mikir buat apa beli mobil suruh diam di rumah kan, salah satu faktornya itu.

Faktor terbesarnya mungkin dari sisi finansial karena orang yang kerja, terutama di kota saya, di Purwakarta kebanyakan pemula yang rumah tangganya baru, peralihan dari motor ke mobil, mereka terganggu secara finansialnya, ada yang PHK, ada yang dirumahkan, mereka mikir-mikir juga kalau masuk tapi mikir juga ke depannya gimana, sebagian besar membeli unit kredit.


Uzone: Mobil paling banyak dibeli model apa?

Kalau di Purwakarta kebanyakan MPV sama city car, terutama MPV lah kayak Xenia, Avanza, juara itu apalagi musim mudik yang dicari kelas-kelas 3 seat (baris kursi), Avanza, Xenia. Sekarang susah.

Uzone: Kabarnya sekarang harus DP 50 persen?

Konsumen ada, terbenturnya pembiayaan dari pihak leasing, salah satunya mungkin kebijakan pemerintah untuk WFH (work from home), PSBB (Pembatasan , sebagian besar leasing itu stop selling, satu dua tetap jualan itu pun DP nya 50-60 persen.

Itu pun deposit untuk pembayaran 3 bulan ke depannya harus dibayar dimuka, orang berpikirnya lebih baik beli cash kan jadinya.

kalau konsumen saya di sini (Purwakarta) bukan konsumen cash seperti di kota-kota besar.
Bandung, Jakarta banyak lah konsumen-konsumen (bisa membeli cash), kalau di sini Purwakarta jarang lah, tadi itu, di sini segmennya pemula.

Apakah New Normal nanti konsumen akan beralih ke city car?

Saya pribadi ini gak bakalan lama, nanti setelah reda covid ini kembali ke semula, itu berlaku PSBB aja kan, tetap Avanza, MPV lah yang jadi primadona, terutama di Purwakarta ini tetap gak ada peralihan

Ada kiat-kiat tertentu, seperti beri diskon supaya orang mau beli mobil?

Otomatis kalau harga turun pasti, namanya usaha kan uang harus muter, yang biasanya misalkan yang pasarannya 100 kita turunin.

Minimal kita keluarin dulu barang sekarang, gak ada harus untung sekian, tetap harus tetap buka harga ke konsumen sekian, yang realnya penting barang keluar dulu lah nanti

Yang harga pasaran awalnya 100 sekarang barang bisa dijual 90, yang penting keluar dulu lah unit. Diturunin pasti.

Ganjar juga menceritakan beratnya bisnis mobil bekas ketika dirinya membeli beberapa unit mobil di bulan Januari atau Februari 2020 tapi sampai sekarang belum juga terjual, tapi harus perpanjang pajak di bulan Juni, itu otomatis modal juga jadi bertambah.

 

VIDEO Kia Seltos Test Drive, Sensasi Gokil Turbo & Kopling Ganda!

 

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

2 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Andrian tri p Tri p 04 July 2020 | 17:30:57

namanya usaha.pasti ada jatuh bangunnya

oki puntoro 04 July 2020 | 10:33:35

iya semuanya jadi begini gara gara corona

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article