home ×
Digilife

Pemasok Daging Terbesar di Dunia Diretas, FBI Seret Hacker Rusia

04 June 2021 By
Pemasok Daging Terbesar di Dunia Diretas, FBI Seret Hacker Rusia
Share
Share
Share
Share

Ilustrasi (Foto: Marija Zaric / Unsplash)

Uzone.id - Gara-gara sistem komputer diretas, perusahaan daging terbesar di dunia, JBS menghentikan operasi di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

FBI dilaporkan sedang bekerja untuk menyeret kelompok REvil ke pengadilan atas peretasan di JBS.

REvil - juga dikenal sebagai Sodinokibi - adalah salah satu kelommpok penjahat dunia maya yang paling produktif dan menguntungkan di dunia.

"Kami telah mengaitkan serangan JBS dengan REvil dan Sodinokibi dan bekerja dengan tekun untuk menyeret pelaku ancaman ke pengadilan," kata FBI dalam pernyataannya.

FBI mengatakan, pihaknya terus memfokuskan upaya untuk memaksakan risiko dan konsekuensi dan meminta pertanggungjawaban pelaku siber.

BACA JUGA: Elon Musk Bersabda Baby Shark, Saham Samsung pun Melejit

Gedung Putih mengatakan pada Rabu (2/6/2021) bahwa Presiden AS Joe Biden akan mengangkat masalah serangan dunia maya ketika dia bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam dua minggu.

"Negara yang bertanggung jawab tidak menampung penjahat ransomware," kata sekretasis pers Jen Psaki.

JBS mengatakan, pihaknya akan sesuai jadwal untuk melanjutkan operasional pengemasan daging pada Kamis (3/6) di AS, di mana lima pabrik daging sapi terbesarnya berada.

Namun, JBS belum mengungkapkan apakah perusahaan telah membayar kepada peretas.

Ransomware

Ransomeware adalah salah satu bentuk serangan siber yang paling produktif.

Ini biasanya melibatkan peretas yang mendapatkan akses ke jaringan kommputer dan mengenkripsi file atau mengunci pengguna dari sistem mereka sampai uang tebusan dibayarkan.

Dalam beberapa bulan terakhir, penggunaan ransomware untuk pemerasan telah menjadi masalah keamanan nasional yang menjadi perhatian serius.

Bulan lalu, pengiriman bahan bakar di tenggara AS lumpuh selama beberapa hari setelah serangan ransomware yang menargetkan Colonial Pipeline.

Penyelidik mengatakan bahwa serangan itu terkait dengan kelompok lain, DarkSide, yang terkait dengan Rusia.

Colonial Pipeline telah mengkonfirmasi bahwa mereka membayar uang tebusan USD4,4 juta kepada geng penjahat siber yang bertanggung jawab.

REvil merupakan jaringan kriminal peretas ransomware yang pertama kali muncul pada tahun 2019.

Sebagian besar anggotanya diyakini berbasis di Rusia atau negara-negara yang sebelumnya bagian dari Uni Soviet.

Diucapkan R diikuti dengan kata evil, REvil telah dikaitkan dengan GandCrab, geng peretas yang sekarang sudah tidak aktif, dan menggunakan ransomware serupa di masa lalu.

REvil juga dikenal sebagai perusahaan ransomware-as-a-service (RAAS) karena cara kerjanya. Itu melibatkan pengembang ransomware yang merekrut afiliasi atau mitra untuk menyebarkan malware jahat mereka. (BBC)

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id