icon-category Startup

Resesi Mengintai 2023, Apa yang Harus Disiapkan Startup?

  • 17 Oct 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi: Uzone.id/Vescha Permata Sari

    Kolom oleh: Direktur Digital Business Telkom Indonesia, M. Fajrin Rasyid.

    Uzone.id — Belum selesai dampak dari fenomena startup bubble burst dan tech winter secara umum yang terjadi di Indonesia dan global, kini muncul ancaman resesi.

    Presiden Jokowi beberapa kali memperingatkan bahwa tahun depan akan “gelap” — dalam hal ini, urusan perekonomian. Yup, prediksi resesi ini diprediksi turut menimpa Indonesia.

    Ekonomi global disebut sulit diprediksi dan dalam kondisi ketidakpastian pada 2023. Meski terdengar mencekam, masih ada waktu bagi sektor startup untuk mempersiapkan banyak hal, hingga yang terburuk.

    Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh startup dalam menghadapi kondisi ini.

    Baca juga: 3 Tantangan Riset Pasar Sebelum Rintis Startup

    Pertama, melihat kembali keuangan. Hal ini urgen untuk dilakukan khususnya yang selama ini masih belum terlalu memperhatikan hal ini.

    Apakah ada pengeluaran yang kurang penting yang dapat dihapus? Untuk pengeluaran yang penting, apakah dapat dikurangi atau dioptimalkan? Hal ini agar startup tersebut memiliki runway selama mungkin, jika memungkinkan di atas 18 bulan.

    Kedua, mengejar pendapatan. Sebagai upaya untuk menaikkan runway, pendapatan mutlak untuk dikejar. Hal ini berlaku bagi semua startup, termasuk yang sebelumnya belum memperoleh pendapatan sama sekali.

    Apabila model bisnis ini berpengaruh terhadap pengguna langsung, misalnya berupa beban atau komisi yang mesti dibayar oleh pengguna, jangan lupa untuk mengomunikasikan dengan baik. Jangan lupa juga untuk melakukan benchmark terhadap biaya yang dibebankan oleh kompetitor agar tetap bersaing.

    Ketiga, melihat kembali industri/sektor yang saat ini dimiliki. Apakah sektor ini terpengaruh besar terhadap kemungkinan resesi? Jika iya, barangkali berguna untuk mencari industri/sektor lain yang tidak terlalu terpengaruh.

    Selain industri/sektor, target pasar juga perlu dilihat. Apakah calon pengguna rentan akan resesi? Ketika resesi tiba, apakah produk startup menjadi hal yang pertama akan dihilangkan konsumsinya atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan ini yang perlu untuk dicari jawabannya oleh startup.

    Baca juga: Tren Quiet Quitting: Salahkah Bekerja Sesuai Argo?

    Satu hal yang banyak diprediksi terkait dengan resesi adalah mencari investasi akan semakin sulit. Hal ini karena investor memiliki pilihan investasi lain yang cukup menarik, yakni deposito atau obligasi.

    Oleh karena itu, penting bagi startup untuk bertahan dalam 1-2 tahun ke depan. Beberapa pihak memprediksi bahwa situasi akan membaik dalam 2-3 tahun ke depan.

    Apabila startup dapat bertahan dengan terus meningkatkan nilai produk yang dikembangkan sehingga dapat tumbuh secara sehat, ketika situasi membaik, startup tersebut akan berada di posisi yang kuat untuk memperoleh pendanaan.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini