home ×
Gadget

Review Poco M3, Ciptakan Standard Baru Smartphone Entry Level

09 February 2021 By
Review Poco M3, Ciptakan Standard Baru Smartphone Entry Level
Share
Share
Share
Share

Uzone.id - Bukan Xiaomi namanya jika tidak 'merusak pasar'. Meski diklaim sudah menjadi brand independen dari Xiaomi, Poco tetaplah mengusung misi Xiaomi. Apalagi Poco M3, yang merupakan smartphone yang cukup membuat heboh awal tahun karena tagline 'new entry level killer' dan menciptakan standard baru smartphone entry level.

Dilihat dari kemasannya, Poco M3 memang agak berbeda. Biasanya menggunakan kemasan berwarna hitam dengan ornamen kuning. Namun kali ini, warna kuning mendominasi. Jadi lebih mirip dengan kompetitornya, Realme. Dari sini sudah ketahuan siapa yang ingin 'dihajar' oleh Poco M3.

Namanya entry level, Poco sepertinya tidak mau ikutan tren mengurangi asesoris dalam kemasannya. Buktinya, masih ada kepala charger, masih ada casing silikon di dalamnya. Walaupun masih menyematkan semua itu, harga Poco M3 ternyata masih berada di level murah. Kisaran Rp2 juta lebih dikit.

IMG20210121155648

Dari desainnya, Poco memiliki bodi yang cukup unik. Casingnya memang terbuat dari plastik namun dibentuk sedemikian rupa agar bodi terlihat seperti dari kulit. Jadi tidak terlihat murahan. Apalagi 'rumah kamera' yang ada di bagian belakang bodi cukup luas. Kalau dari jauh terlihat seperti karakter Among Us yang memiliki kacamata lebar di atasnya.

Poco M3 menggunakan prosesor Snapdragon 662, yang memiliki performa sama dengan Helio G80, yang pernah digunakan di Poco M2. Namun untuk urusan optimalisasi kamera, prosesor Qualcomm bisa dibilang lebih bisa diandalkan. Snapdragon 662 ditambah baterai 6000 mAh merupakan dua hal jaminan yang bisa membuat baterai tahan lama. Soalnya 662 itu mendukung performa dengan konsumsi daya yang rendah. Jadi masa pakai baterai dijamin bakal tahan lama. Bisa lebih dari seharian.

Namun untuk urusan ngisi baterai, sabar aja ya. Ga bisa cepet, karena cuma 18W. Tapi soal daya tahan baterai, belum ada tandingannya kayaknya.

Untuk kameranya, Poco M3 tak punya ultrawide. Tapi ada kamera 48MP portrait, lensa macro dan depth sensor yang masing-masing cuma 2MP. Kebanyakan smartphone entry level cuma punya kamera 13MP. Nah, walau ga punya ultrawide, 48MP-nya bisa dibilang kualitasnya bagus, apalagi saat foto Portrait. Saat menggunakan lensa macro dan depth sensor, hasilnya biasa aja. Sama juga dengan kamera selfie, hasilnya juga biasa.

1611560790119

Secara bawaan, kamera utamanya akan menghasilkan foto beresolusi 12 MP dengan warna yang dinamis dan menyerap cahaya banyak karena penggunaan teknologi 4-in-1 pixel binning.

Selain foto, kamera Poco M3 juga mendukung pembuatan video timelapse tanpa membutuhkan perangkat atau aplikasi khusus, semua bisa diakses dari aplikasi kameranya. Begitu pula fitur Movie Frame membuat video yang diambil terasa sinematik dengan mengganti tampilannya. Video yang diambil bisa resolusi 720 atau 1080, tapi kecepatannya tetap 30 frame per second. Bisa zoom in sampai 6 kali.

Sistem operasinya memang sudah mengusung MIUI 12 tapi masih berbasis Android 10. Tapi tenang, MIUI ini sangat mudah digunakan untuk kalian para pemula pengguna smartphone.

Layar Poco M3 ukurannya memang cukup besar, 6,53 inci. Apalagi resolusinya 1080p. Tampilannya juga cukup kontras. Bisa diandalkan untuk nonton YouTube atau Netflix. Main game juga bisa dioptimalkan untuk game dengan resolusi 720p dan kualitas grafiknya rendah. Terdapat juga fitur Sunlight Mode yang memungkinkan konten pada layar masih dapat terlihat dengan jelas walaupun pengguna sedang berada di bawah terik matahari sekalipun.

IMG20210121155727

Fitur dual stereo speakers adalah fitur dari kelas flagship yang akan memanjakan pengguna smartphone kelas entry-level ini. Kehadirannya melengkapi janji POCO M3 bahwa perangkat ini akan nyaman digunakan untuk musik dengan lebih lantang. Slot 3.5 mm jack headphone masih dipertahankan bersama sensor IR blaster.

Jadi sampai sini paham kan kenapa Poco M3 nyebut dirinya Entry level killer? Banyak yang bilang, sayang sih ga ada NFC. Duh, emangnya kalau ada NFC, sering dipake NFC-nya? Kalau buat ngecek saldo emoney doang, buat apa?

Baterai 6000 mAh, Snapdragon 662, triple camera salah satunya 48MP, desain mirip kulit yang ga malu-maluin, juga tempat kamera yang unik di bodi belakang. memori dan storage yang luas. Dan yang penting, masih ada kepala charger, masih dapet casing silikon, dan masih bisa dengerin lagu pakai earphone kabel, walaupun masih bisa juga pakai earphone bluetooth. 

Tonton Juga

 

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id